Hasil Lokakarya Ujicoba Indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim di Kota Kupang – Caritas Indonesia – KARINA

Hasil Lokakarya Ujicoba Indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim di Kota Kupang

08/08/2019

 

Kota Kupang (2019). Lokakarya Ujicoba Indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim dibuka oleh Wakil Walikota Kota Kupang dr Hermanus Man (Senin, 5/8/209). Lokakarya dilaksanakan dengan tujuan untuk merumuskan indikator kota tangguh bencana dan perubahan iklim pada sistem sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan hidup, dan tata kelola, serta indikatornya.

 

Dalam sambutannya Hermanus menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan lokakarya ini dalam rangka mengevaluasi capaian-capaian program dan permasalahan yang dihadapi serta tindak lanjutnya dalam melaksanakan program kota tangguh bencana BNPB pada RPJM 2020-2030.

 

“Saya harap momentum lokakarya ini sebagai awal yang baik untuk meningkatkan pembinaan, fasilitas dan pendampingan kepada masyarakat agar mencapai indikator kota tangguh bencana sesuai target nasional,” kata Hermanus.

 

Untuk mendapatkan gambaran terkini kondisi Kota Kupang menuju Kota Tangguh, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang A.D.E. Manafe, S.IP., M.Si, memaparkan kondisi kota Kupang dan jenis ancamannya, hasil kajian risiko bencana, upaya pengurangan risiko bencana, dan tujuh parameter penurunan indeks risiko bencana 2015-2019.

 

Kendala yang dihadapi yaitu Visi-Misi Kepala Daerah belum memprioritaskan aspek pengurangan risiko bencana yang berdampak pada perencanaan program kegiatan OPD yang juga tidak memprioritaskan PRB, dana/anggaran belum memadai, koordinasi lintas sektor belum optimal, keterlibatan masyarakat, LSM/NGO, dan akademisi masih rendah, dan belum adanya keterlibatan dunia usaha. Rekomendasi umum yang disampaikan adalah kebutuhan regulasi dari pusat ke daerah yang mengharuskan perumusan RPJMD berbasis pengurangan risiko bencana sehingga kemudian dapat diterjemahkan dalam perencanaan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

 

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Chasan Ascholani (Konsultan Unit Partners for Resilience – PfR, Caritas Indonesia). Chasan menjelaskan bahwa kegiatan ini kelanjutan dari diskusi bersama Bappenas, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan unit Partners for Resilience-PfR Caritas Indonesia untuk mengidentifikasi Indikator Kota Tangguh Bencana & Perubahan Iklim. Penilaian capaian ketangguhan kota/kabupaten tergantung pada ketersediaan data, maka perlu dilakukan ujicoba di tingkat kota/kabupaten. Kegiatan ujicoba dilaksanakan di Kota Kupang saat ini (5-6 Agustus 2019) dan Kabupaten Sikka (25-26 Juni 2019) sebagai representasi perwakilan wilayah Indonesia bagian timur untuk kota dan kabupaten.

 

Sebagai hasil kegiatan dari lokakarya tersebut, peserta menyepakati draf kerangka rumusan indikator kota tangguh terdiri dari 5 sistem yaitu sosial, ekonomi, lingkungan hidup, infrastruktur, dan tata kelola.

 

“Misalnya dalam sistem sosial, indikatornya adalah prosentase rumah sakit aman bencana, relevansinya memastikan rumah sakit beroperasi saat darurat. Misalnya lagi dalam sistem ekonomi, indikatornya adalah tingkat kecukupan pangan, relevansinya adalah menunjukkan ketersediaan pangan untuk kondisi darurat bencana,” jelas Chasan.

 

Chasan Ascholani memaparkan tentang indikator kota tangguh. (Foto: KH Purwono Yunianto)

 

Kegiatan lokakarya terselenggara atas kerjasama Caritas Indonesia (Karina) Unit Partners for Resilience dengan Pemerintah Kota Kupang, melalui Pj. Sekretaris Daerah Kota Kupang atas nama Walikota Kupang Ir Elvianus Wairata, M.Si, mengundang unsur perangkat daerah Kota Kupang. Kegiatan ini dihadiri oleh OPD dari BPBD, Dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman, organisasi non pemerintah (Palang Merah Indonesia, LSM CIS Timor, CARE Internasional, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kelurahan TDM dan Kelurahan Oesapa), lembaga keagamaan (Basnaz, Sinode GMIT, Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang), Perguruan Tinggi (Lemlit UNWIRA), dan media. (KH Purwono Yunianto, Arfiana Khairunnisa)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta