JAKARTA – Duta Besar Ekuador untuk Indonesia, Luis Guillermo Arellano Jibaja melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Caritas Indonesia (Yayasan KARINA - KWI) di Jakarta. Kunjungan ini membawa misi khusus, yakni menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas peran jaringan Caritas Internationalis dalam menyelamatkan beberapa warga negara Ekuador terjerat dalam jaringan kejahatan online scamming di Kamboja.
Sebelumnya, beberapa imigran asal Ekuador berada dalam jeratan kejahatan online scamming di Kamboja. Mereka berhasil mendapatkan perlindungan dan bantuan dari Caritas Kamboja.
Mengingat keterbatasan akses untuk mengunjungi Kamboja secara langsung, Dubes Jibaja memilih untuk hadir di kantor Caritas Indonesia sebagai representasi dari konfederasi global Caritas Internationalis. Kedatangan Dubes Jibaja disambut Ketua Yayasan KARINA - KWI, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dan Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk.
"Kami datang ke sini untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. Meskipun bantuan diberikan oleh Caritas Kamboja, kami memahami bahwa kekuatan Caritas terletak pada jaringannya yang mendunia. Melalui Caritas Indonesia, kami menitipkan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh pihak yang telah membantu warga kami mendapatkan kembali hak dan martabat mereka," ujar Duta Besar dalam pertemuan tersebut.
Kolaborasi lintas negara adalah kunci dalam menangani isu-isu kemanusiaan yang kompleks seperti TPPO. Caritas Indonesia dan Caritas Kamboja sebagai bagian dari satu konfederasi Caritas Internationalis, maka setiap keberhasilan dalam perlindungan individu di satu negara merupakan keberhasilan misi kemanusiaan secara kolektif.
Romo Fredy menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Jibaja. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan terima kasih kepada Direktur Caritas Kamboja, Kim Rattana atas bantuan untuk para imigran Ekuador yang sebelumnya telah berhasil dilakukan.
Salam Belarasa