2026/02/24 - 04:16:10pm

Menjaga Martabat, Menguatkan Pelayanan: Langkah Safeguarding Caritas di Sibolga

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Pada 12 Februari 2026, bertempat di Wisma Kristoforus, Sibolga, Caritas Indonesia (KARINA-KWI) menyelenggarakan Semi Lokakarya Safeguarding bagi Tim Project EA dan relawan paroki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Susi Indreswari dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari staf program, tim manajemen, serta relawan yang terlibat dalam respons kemanusiaan.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Caritas Indonesia terhadap standar CIMS terkait safeguarding, serta upaya mengintegrasikan prinsip perlindungan dalam desain dan implementasi program. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pembekalan safeguarding kepada tim Project EA, sekaligus penyegaran bagi anggota tim tanggap darurat yang sebelumnya telah membaca kebijakan PADR dan penandatanganan kode etik.

 

Proses Pelatihan

Lokakarya dimulai dengan mengenalkan konsep GEDSI dan keterkaitannya dengan safeguarding, serta perangkat kebijakan safeguarding Caritas Indonesia. Materi dilanjutkan dengan pengenalan jenis-jenis bahaya safeguarding yang berpotensi muncul dalam program kemanusiaan, seperti perundungan, pelecehan seksual, eksploitasi, favoritisme, penelantaran, dan relasi transaksional. 

Peserta dibagi ke dalam kelompok berdasarkan divisi program: Livelihood, Shelter, Logistik, dan WASH. Masing-masing kelompok melakukan identifikasi potensi risiko safeguarding pada level output dan activities dalam desain program EA.

Hasil diskusi menghasilkan draft inisiatif kajian risiko safeguarding. Draft ini menjadi dasar untuk integrasi safeguarding ke dalam logframe program, khususnya pada komponen aktivitas, output, asumsi, dan risiko.

Pelatihan dilanjutkan dengan berfokus pada pembagian peran dan tanggung jawab kepatuhan safeguarding dalam struktur tim Project EA. Peserta mempelajari kewajiban melaporkan kecurigaan dan kekhawatiran, termasuk mekanisme pelaporannya. Simulasi dan role play dilakukan untuk memperkuat pemahaman praktik pelaporan.

Rancangan pembagian peran disusun dengan mengadopsi Kebijakan PADR Caritas Indonesia. Pimpinan senior bertanggung jawab memastikan kebijakan tersedia dan berjalan, manajer mengawal implementasi serta kinerja sistem, sementara seluruh staf—baik program, logistik, MEAL dan Media Centre, maupun keuangan—berkomitmen menjalankan tugas sesuai kode etik, menjaga kerahasiaan data, serta mencegah tindakan yang melanggar prinsip safeguarding.

Dari umpan balik yang diterima, peserta menyatakan bahwa materi safeguarding merupakan pengetahuan baru dan metode pelatihan dinilai partisipatif serta aplikatif. Melalui kegiatan ini, Caritas Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pelayanan kemanusiaan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi martabat manusia, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta akuntabilitas dalam setiap proses program.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua