PELUNCURAN PROYEK ‘SHELTER’ PASCA BENCANA DI PALU – Caritas Indonesia – KARINA

PELUNCURAN PROYEK ‘SHELTER’ PASCA BENCANA DI PALU

18/08/2019

 

 

Shelter, secara linguistik, sudah dikenal sejak tahun 1585 dan merujuk pada pengertian ‘suatu struktur yang melindungi’, dan ini erat hubungannya dengan ‘shield’ (perisai).[1]

Secara publik, kata ‘shelter’ pertama kali dipakai oleh seorang akademisi Irlandia bernama Robert Thompson untuk menggambarkan area peternakan yang ‘terlindungi’.[2]

Dalam perkembangan, kata ‘shelter’ kemudian menjadi bagian penting dalam kerja-kerja kemanusiaan. Badan PBB yang memberi perhatian penuh untuk urusan pengungsi (UNHCR) menyatakan, “shelter is a vital survival mechanism in times of crisis or displacement. It is also key to restoring personal security, self-sufficiency and dignity.”[3]  Dari pengertian ini dan dalam kebersamaan spiritualitas, Caritas Indonesia bersama dengan Caritas PSE Manado melakukan Kick-Off Proyek Shelter bagi masyarakat terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 di Sulawesi Tengah. Proyek pemulihan hunian bagi warga pasca bencana di Palu ini terlaksana atas dukungan dari Caritas Italiana.

 

Suasana Kick Off Shelter Project di Ruang Pertemuan, Gereja Katolik, St. Maria, Palu. (Photo: Caritas PSE Manado/Caritas Indonesia)

 

Peluncuran Proyek Shelter ini dilakukan pada 24 – 25 Juli 2019 di ruang pertemuan Gereja Katolik St. Maria, Palu. Hadir dalam acara itu Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Pengurus dan Staf Caritas Indonesia, Direktur dan Staf Caritas PSE Manado serta perwakilan dari Caritas Italiana. Lokasi Proyek Shelter dan jumlah kepala keluarga (KK) penerima manfaat, berada di Desa Tuva (93 KK), Rogo (23 KK), Poi (29 KK), Jonooge (15 KK) dan Palu (45 KK).

Pengurus dan Staf Caritas Indonesia bersama dengan tim Caritas PSE Manado dan perwakilan Caritas Italiana sempat berkunjung ke prototype shelter yang berada di Desa Tuva dan bertemu dengan Ibu Yanti, salah satu penerima manfaat. Bu Yanti dan banyak warga datang ke lokasi untuk melihat prototype hunian ini. Mereka merasa senang karena bangunan yang akan diberikan terlihat kokoh dengan bahan yang berkualitas dan dilengkapi dengan toilet. Shelter yang akan dibangun secara bertahap di 5 lokasi itu berukuran 6 x 4,5 meter persegi.

 

Ibu Brigitta (Anggota Pengurus Yayasan Karina) bersama dengan P. Joy Derry beserta Staf Caritas Indonesia dan Caritas PSE Manado berfoto di depan prototype ‘shelter’ yang akan dibangun. (Photo: Caritas PSE Manado/Caritas Indonesia)

 

Pembangunan shelter bagi warga terdampak bencana alam merupakan bagian dari proses pemulihan secara keseluruhan di Palu pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi setahun yang lalu. Shelter yang sedang dalam proses pembangunan ini diharapkan mampu menjadi sarana pemulihan semangat, kondisi hidup dan martabat mereka yang dilayani oleh Caritas Indonesia bersama Caritas PSE Manado.


 

[1]https://www.merriam-webster.com/dictionary/shelter#other-words

[2] Robert Thompson, A Statistical Survey of the County of Meath, Dublin Society, 1802, hal. 129 http://www.askaboutireland.ie/aai-files/assets/ebooks/06_Meath-Statistical-Survey/06%20Statistical%20Survey%20County%20Meath.pdf

[3] https://www.unhcr.org/shelter.html

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta