Menelaah ‘Disability Inclusive Development’ di Vietnam – Caritas Indonesia – KARINA

Menelaah ‘Disability Inclusive Development’ di Vietnam

21/06/2019

 

 

Caritas Australia bekerja sama dengan CRS Vietnam mengadakan pertemuan bertema Disability Inclusive Development (DID) di kota Hoi An, Vietnam, pada tanggal 4-7 Juni 2019. Sebanyak 27 peserta dari lembaga mitra Caritas Australia hadir pada rangkaian kegiatan ini. Mereka adalah perwakilan dari Peuen Mit Laos, LDPA Laos, Caritas Myanmar, Caritas Nepal, Caritas Bangladesh, Caritas Cambodia, Caritas Indonesia (Karina), SRD Vietnam, DPP Myanmar, CRS Vietnam, Australia Catholic Relief (ACR), Caritas Australia di Timor Leste, FCJ Center Philippines, SPACFI Philippines, dan YMTM Kupang.

 

Kath Rosic dan Chanthea Nou dari Caritas Australia memfasilitasi jalannya pertemuan. (Photo: Y. Baskoro)

 

Pada pertemuan hari pertama dan kedua, peserta diajak melihat hasil evaluasi proyek yang dikerjakan oleh CRS Vietnam bekerjasama dengan Caritas Australia, yang membahas tentang isu-isu protection, safeguarding and complain handling, dan tentang DID itu sendiri. Dalam sesi diskusi diketahui bahwa proyek-proyek pendampingan untuk kelompok difabilitas yang diimplementasikan oleh CRS Vietnam dan para mitra Caritas Australia di Asia ini jauh lebih beragam dan tidak terbatas pada konteks kebencanaan saja. Konteks difabilitas tersebut mengacu pada hal yang lebih luas, yaitu gangguan pada penglihatan, gerakan, intelektualitas, pendengaran, mental, hubungan sosial, bicara dan lainnya.

 

Staf CRS Vietnam menjelaskan tentang program yang dikerjakan bersama komunitas dampingan mereka. (Photo: Y. Baskoro)

 

Pada hari ketiga peserta diajak untuk study visit ke gedung pertemuan desa (community hall) yang menyediakan kegiatan, sarana dan prasarana untuk anak-anak difabilitas dan ke rumah dua orang pasien dampingan CRS Vietnam yang mempunyai kemampuan berbeda. Masih di hari ketiga ini, peserta diajak untuk berbincang-bincang dengan Asosiasi Orangtua yang menangani isu-isu difabilitas dan melihat usaha pembuatan dupa organik yang dibuat oleh kelompok difabilitas. Selanjutnya, hari keempat diisi dengan evaluasi pembelajaran yang didapat di hari ketiga tadi.

 

Kunjungan ke salah satu anak yang mengalami gangguan celebral palsy dan sedang dalam masa pemulihan setelah mengikuti program yang disediakan oleh pemerintah dan lembaga non pemerintah. (Photo: Y. Baskoro)

 

Ada 3 hal penting yang muncul dalam diskusi pembelajaran sebagai hasil study visit. Pertama, kuatnya peran komunitas dalam menangani isu-isu difabilitas, dalam hal ini Asosiasi Orangtua. Partisipasi aktif ini tidak hanya ditunjukkan oleh anggota asosiasi, melainkan juga para orangtua pasien yang dalam segala keterbatasannya mampu merawat anak-anak difabilitas dengan sangat baik. Peran pemerintah juga terlihat dengan memberikan dukungan kepada mereka untuk meraih pendidikan sampai tingkat universitas.

 

Kegiatan Livelihood yang dikembangkan oleh CRS Vietnam dengan memberikan pelatihan cara membuat dupa organik, mengemas dan memasarkannya. (Photo: Y. Baskoro)

 

Kedua, Metode Aset Based Community Development (ABCD) yang dilengkapi dengan alat kajian SAD-SAD (sex, age, disabilitysafety, access, dignity) berguna dengan baik dalam program ini serta mampu menjawab persoalan dan kebutuhan di masyarakat dampingan. Dan ketiga, program ini terlihat telah dipikirkan dengan baik, mulai dari pelayanan medis, pelayanan fisioterapi, pendidikan, kesehatan dan sanitasi, hiburan, pelatihan-pelatihan vokasional, advokasi, sistem rujukan, sampai ke asuransi kesehatan untuk para kelompok difabilitas yang didampingi. Semua layanan tersebut di atas, dampaknya pun langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

 

Kegiatan membuat, mengemas dan memasarkan ini dilakukan oleh pasien disabilitas dampingan CRS Vietnam. (Photo: Y. Baskoro)

 

Sebagai salah satu mitra kerja Caritas Australia, Caritas Indonesia belum mengimplementasikan secara langsung kerangka kerja disabilitas inklusif di proyek-proyeknya bersama Caritas Keuskupan. Namun demikian, belajar dari CRS Vietnam dengan program Disability Inclusive Development, jaringan kerja Caritas Indonesia dengan luas wilayah mencapai 37 keuskupan di Indonesia patut memberi perhatian pada isu inklusifitas dan difabilitas dalam kegiatan yang akan dikembangkan bersama Caritas Keuskupan.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta