13 Tahun Karina: Menegaskan Spiritualitas Belarasa – Caritas Indonesia – KARINA

13 Tahun Karina: Menegaskan Spiritualitas Belarasa

23/05/2019

 

Yayasan Karina (Caritas Indonesia) telah menginjak usia ke-13 pada 17 Mei 2019 yang lalu. Sebagai lembaga kemanusiaan yang menerima mandat dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk menjalankan program bantuan kemanusiaan di bidang kebencanaan, Karina berperan sebagai koordinator, animator dan fasilitator bagi Caritas-caritas Keuskupan di Indonesia. Meskipun Karina adalah lembaga kemanusiaan milik Gereja Katolik Indonesia, namun pelayanan sosial yang diberikan tidak mengacu pada keyakinan, suku dan ras tertentu. Karena itu, dari awal berdirinya hingga saat ini, tak terhitung jumlah keluarga dan komunitas basis yang telah terlayani oleh Karina di banyak wilayah keuskupan di Indonesia.

 

Fasilitator memberi pengantar masuk dalam Team Building (Photo: Karina)

 

Namun demikian, seiring waktu yang terus bergerak, tantangan yang dihadapi oleh Yayasan Karina pun semakin kompleks. Situasi sosial, politik dan ekonomi yang cepat berubah disertai perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut adanya kemampuan beradaptasi agar staf Karina tetap bisa menjalankan pelayanan kemanusiaan yang bermartabat. Dalam proses adaptasi tersebut, staf Karina diharapkan tetap mengenal dirinya sendiri, rekan kerja dan lingkungannya. Maka dari itu, pada tanggal 16 – 17 Mei 2019, staf pelaksana Yayasan Karina mengadakan kegiatan kebersamaan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

 

Semua staf terlibat dalam permainan unik yang dipandu fasilitator. (Photo: Karina)

 

Tujuan kegiatan kebersamaan ini adalah untuk mendapatkan penyegaran dan peneguhan secara mental dan spiritual terhadap kerja-kerja rutin pelayanan di Yayasan Karina. Dalam kegiatan ini staf diajak untuk mengenal kembali relasi dengan diri sendiri, dengan sesama staf dan dengan Tuhan. Kegiatan kebersamaan ini dilakukan dalam bentuk “Team Building” dengan fasilitator Rudy Rakasiwie, Mengenal Alam dengan fasilitator Gofur dari Pulau Tidung Travel dan Refleksi Spiritual yang dipandu oleh Rm. Ignasius Swasono, SJ. Karena kegiatan ini dilakukan pada saat Bulan Suci Ramadhan, maka staf Karina ikut menemani sesama staf Karina menjalankan ibadah puasanya. Ketika jam berbuka puasa dan sahur tiba, semua staf Karina berkumpul bersama dalam satu ruangan untuk menemani sesama staf yang menyantap hidangan buka atau sahur. Ini adalah salah satu wujud Belarasa yang menjadi nafas utama Yayasan Karina.

 

Mengolah jalinan relasi dalam kerja tim. (Photo: Karina)

 

Ada dua catatan penting yang bisa ditarik dari kegiatan kebersamaan ini, yaitu tentang Team Building dan Refleksi Spiritual.  Dalam sesi Team Building, melalui permainan-permainan yang unik, fasilitator berhasil menggugah kesadaran Staf Karina akan perlunya menggali kapasitas pribadi sedalam-dalamnya dan mengolah jalinan relasi orang per orang dalam satu kerjasama tim yang solid. Dalam proses tersebut, semua staf disadarkan kembali bahwa teamwork adalah hal yang penting untuk mencapai satu target. Pengenalan akan potensi dan keunikan tiap pribadi dalam tim adalah satu keharusan dalam kerjasama, namun menggabungkan semua potensi dan keunikan tersebut dalam satu kerjasama yang solid adalah lebih utama demi mencapai target. Sementara dalam Refleksi Spiritual, Rm Swasono, SJ memberikan panduan dasar pengenalan siritualitas Belarasa dengan sangat sistematis, mulai dari panggilan hidup, relasi dengan sesama, pelayanan lintas batas (toleransi), hingga spiritualitas di tengah-tengah jaman teknologi informasi.

 

Refleksi spiritual dipandu oleh Rm. Ignatius Swasono, SJ. (Photo: Karina)

 

Refleksi Spiritual ini adalah bagian inti dalam peringatan ulang tahun Karina ke-13. Oleh karena itu, Rm Swasono, SJ menekankan 3 kata penting yang mendasari spiritualitas Belarasa, yaitu Spiritu, Corde dan Practice. Spiritu adalah Roh Allah sendiri yang dengan berbagai cara telah menggerakkan dan membimbing langkah Karina-KWI sejak didirikan hingga usianya yang ke-13 tahun ini. Melalui pengalaman-pengalaman nyata, Spiritu mengajarkan keutamaan-keutamaan moral dimana Allah sendiri menjadi prinsip dasarnya. Corde adalah pengenalan pada kehendak dan afeksi. Staf Karina diharapkan tidak cukup sekedar mengenal orang-orang yang dilayani, melainkan juga mendengar dan memahami mereka dengan kelembutan, kegembiraan dan mencintainya. Dengan begitu, staf Karina diharapakan mampu memahami bahwa pelayanan mereka bukan rutinitas belaka melainkan satu sikap bakti atas kebijaksanaan Ilahi. Practice berati melaksanakan pemahaman atas Corde itu dengan penghayatan penuh cinta. Semoga, siraman rohani yang diberikan oleh Romo Swasono dapat membawa Spiritu, Corde, dan Practice dalam menjalankan prinsip-prinsip dasar pelayanan kemanusiaan Karina yang diiringi oleh semangat Belarasa kita. Selamat Ulang Tahun ke-13 Karina. Salam Belarasa!

 

Yayasan Karina siap melayani dengan gembira. (Photo: Karina)

 

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta