Respon Sinabung: Bela Rasa Tak Kenal Lelah – Caritas Indonesia – KARINA

Respon Sinabung: Bela Rasa Tak Kenal Lelah

30/06/2015
Pemandangan Erupsi Gunung Sinabung di Tiganderket. Foto: Martin Dody K/KARINA

Pemandangan Erupsi Gunung Sinabung di Tiganderket. Foto: Martin Dody K/KARINA

Sudah hampir dua tahun ini Gunung Sinabung seakan tidak kenal lelah untuk menunjukkan aktivitasnya. Setelah sempat diturunkan statusnya, pada awal bulan Juni 2015 lalu statusnya kembali dinaikkan ke level AWAS. Bahkan sejak kedatangan tim KARINA ke Tiganderket pada tanggal 23 Juni untuk mendampingi tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan (CPSE KAM) dalam melakukan respon, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung cukup tinggi. Erupsi demi erupsi terjadi setiap harinya dengan  lontaran debu vulkanik mencapai hampir 4,000-5,000 meter dan kolom debu vulkanis yang cukup besar. Hembusan abu vulkanik yang cukup pekat ini akhirnya menutup sebagian besar wilayah Berastagi.

Akibat dari erupsi yang terus menerus ini, penduduk di sekitar kaki gunung berapi ini kemudian dievakuasi di 10 posko pengungsian di Losd Batu Karang, gedung serbaguna KNPI, posko Paroki Petrus & Paulus, posko GBKP Simpang VI, posko GPDI Ndokum Siroga, Losd Tanjung Mbelang, gudang jeruk Surbakti, Losd Korpri, Losd Sempajaya dan Losd Tongkoh. 

Koordinasi untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil dan dilaksanakan selama 10 hari ke depan langsung dilakukan oleh KARINA bersama tim CPSE KAM. Setelah berkoordinasi, tim kemudian kembali ke lapangan untuk menyelesaikan kegiatan pemenuhan kebutuhan di Losd Batukarang dan melakukan observasi terhadap kondisi pos-pos pengungsian lain. Kebutuhan dasar dalam masa darurat yang disediakan oleh Caritas antara lain adalah alas tidur, selimut, kaus kaki bagi manula dan anak-anak, hygiene kit, dan bak penampungan air bersih. Sebanyak 362 paket bantuan dibagikan kepada setiap KK yang mengungsi di Losd Batukarang.

(Kiri) Proses Distribusi Paket Bantuan di Losd Batukarang. (Kanan) Anak-anak membaca buku di perpustakaan keliling untuk mengisi waktu luang. Foto: Martin Dody K/KARINA

Proses pemberian bantuan ke posko-posko sempat terkendala dengan kondisi jalan yang kurang baik. Banyak jalanan rusak berlubang terutama ketika mendekati posko. Sementara untuk masuk ke lokasi pun harus melewati gang yang tidak terlalu lebar dengan halaman yang tidak terlalu luas. Kondisinya ini tentunya akan menghambat jika harus melakukan evakuasi. Berdasarkan data terbaru, posko Losd Batukarang ini digunakan oleh sebanyak 396 KK yang ditampung sementara. Kondisi posko beratap dengan dinding yang terbuka sebagian. Sehingga diperlukan tambalan dari terpal dan penutup sederhana untuk menghindari hawa dingin di malam hari. Para pengungsi ini tidur di tempat yang sama dengan alas tikar maupun terpal seadanya.

Salah satu kebutuhan dasar yang disediakan oleh Caritas adalah kebutuhan air bersih untuk para pengungsi. Maka dari itu disediakan satu bak penampungan untuk penampungan air bersih sebanyak 2,000 liter yang dapat digunakan oleh para pengungsi setiap harinya. Bak penampungan air ini akan diisi dengan air bersih setiap 2 hari sekali. Selain fasilitas air bersih, ada juga perpustakaan keliling yang disediakan oleh salah satu bank swasta setempat. Walaupun dengan koleksi buku yang terbatas, namun ketersediaan perpustakaan keliling ini dapat menjadi pilihan alternatif bagi para pengungsi, khususnya anak-anak, untuk dapat menghabiskan waktu sepulang sekolah.

(Kanan) Bantuan bak penampungan air bersih dari Caritas. (Kiri) Fasilitas bak penampungan air dan WC darurat dari pemerintah. Foto: Martin Dody K/KARINA

Isu kebersihan dan kesehatan menjadi hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam sistem pengelolaan posko pengungsian sementara ini. Penempatan water tank di dekat MCK bawah dimaksudkan untuk memudahkan ibu-ibu dan kelompok perempuan mengambil air. Bak penampungan tersebut ditutup untuk mencegah masuknya debu dan kotoran dari atas. Selain itu, penutupan bak dimaksudkan untuk mencegah berkembang-biaknya nyamuk. Namun demikian, masih ada beberapa bak penampungan air yang lama yang sudah tidak ada tutupnya.

Yang masih cukup memprihatinkan adalah kondisi kebersihan di lingkungan sekitar posko Losd Batukarang ini, terutama di dekat bak-bak penampungan air dan fasilitas MCK. Semua kegiatan mencuci pakaian, bahan makanan, alat-alat makan dan lain-lain dilakukan di satu tempat di sekitar bak-bak air tersebut. Air bekas cucian dibuang begitu saja sehingga membuat kondisi di sekitar tempat penyucian menjadi becek. Kondisi WC darurat yang disediakan oleh pemerintah kurang terawat. Dari sini terlihat bahwa kesadaran para pengungsi untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah disediakan masih kurang. Banyak sampah di sekitar WC yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan banyak lalat dan bisa mengganggu kesehatan para pengungsi. Ditulis oleh Martin Dody K.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta