Pengembangan Kompetensi dan Kepekaan Hati – Caritas Indonesia – KARINA

Pengembangan Kompetensi dan Kepekaan Hati

17/10/2016
Evaluasi Kegiatan ERICA

Mereka yang melakukan pengabdian terhadap orang-orang yang menderita membutuhkan kompetensi profesional: mereka harus dididik sedemikian rupa agar dapat melaksanakan apa yang tepat dengan cara yang tepat dan dapat mengusahakan pemeliharaan lebih lanjut. Kompetensi profesional adalah syarat pertama, yang mendasar, tetapi itu saja tidak cukup. Soalnya menyangkut manusia, dan manusia selalu membutuhkan lebih daripada penanganan yang melulu teknis benar. Mereka membutuhkan kemanusiaan…” (Ensiklik Paus Benekditus XVI Deus Caritas Est/Allah adalah Kasih No. 31.a).

Peningkatan Kompetensi Tanggap Darurat Bencana

Sejak bencana tsunami 2004, kejadian bencana di berbagai wilayah di Indonesia terus meningkat. Jenis bencana yang terjadi pun bermacam-macam: gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan, kegagalan teknologi dan lain-lain.

Dengan semakin banyaknya kejadian bencana dan dampak yang ditimbulkan darinya, solidaritas antara berbagai pihak terhadap korban bencana semakin meningkat. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), atas dukungan dari Caritas Internasional, mendirikan lembaga kemanusiaan yang bernama KARINA – Caritas Indonesia. KARINA mendapatkan mandat dari KWI untuk mengembangkan solidaritas antar warga dalam menjawab persoalan-persoalan manusia akibat bencana alam dan buatan manusia.

KARINA dan jaringannya (Keuskupan-Keuskupan di Indonesia) perlu “mempersenjatai” dirinya agar mampu mengelola kegiatan tanggap darurat dan pengurangan risiko bencana yang dialami oleh warga terdampak.

Untuk itu KARINA, didukung oleh Caritas Internasional, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas para pelaku kegiatan, utamanya dari jaringan KARINA dan Keuskupan. Beberapa kegiatan peningkatan kapasitas yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh KARINA dengan dukungan dari Caritas Internasional antara lain.

(1) Bekerjasama dengan CRS (Catholic Relief Service) Indonesia, KARINA memfasilitasi peningkatan kapasitas staf dan relawan tanggap darurat (Capacity Building for Emergency Response/CB4ER) untuk 13 Caritas/lembaga sosio-pastoral Keuskupan, yakni Caritas-PSE Keuskupan Agung Medan, Caritas Sibolga, Tim Caritas Keuskupan Agung Palembang, Divisi Caritas Keuskupan Tanjungkarang (Regio Sumatra), Caritas Keuskupan Bandung, Caritas Purwokerto, KARINA Keuskupan Surabaya (Regio Jawa), Caritas Keuskupan Samarinda (Regio Kalimantan), Caritas Keuskupan Ruteng, PSE Keuskupan Larantuka (Regio Nusa Tenggara), Caritas Keuskupan Agung Makassar, TPW Manokwari, dan Caritas Jayapura (Regio Sulawesi-Papua). Kegiatan ini telah dilaksanakan mulai dari Oktober 2011 sampai dengan September 2013. Jumlah relawan dan staf Keuskupan yang mendapatkan pelatihan sebanyak 360 orang tersebar di 13 Keuskupan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas kegiatan tanggap darurat yang dilakukan oleh lembaga lokal (Caritas Keuskupan). Adapun hasil yang dicapai adalah agar staf dan relawan KARINA dan Caritas Keuskupan 1) mampu terlibat aktif dalam kegiatan tanggap darurat, 2) mampu menggunakan alat dan metodologi dalam identifikasi kebutuhan, 3) mampu menyusun rencana program berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, 4) mampu mengimplementasikan rencana tersebut berdasarkan standar internasional, dan 5) mampu melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan secara tepat dan terstruktur. Disamping hasil yang dicapai untuk para staff dan relawan, ada pula hasil yang ditetapkan untuk para pengambil keputusan dan direktur Caritas Keuskupan. Ada 3 hasil yang ditetapkan yang telah dicapai, yakni para pengambil keputusan dan direktur 1) mampu membuat keputusan yang tepat dalam minggu-minggu pertama dan seterusnya bila tejadi bencana, 2) mampu menyusun rencana dan implementasi kegiatan tanggap darurat sesuai dengan standar Sphere (standar bantuan kemanusiaan untuk situasi darurat) untuk identifikasi kebutuhan, perencanaan dan motitoring serta evaluasi, dan 3) memiliki struktur dan sistem yang cocok guna mendukung akuntabilitas kegiatan tanggap darurat.

20160602_085150
Evaluasi Proyek ERICA

(2) Bekerjasama dengan CRS (Catholic Relief Service) Indonesia, KARINA memfasilitasi peningkatan kapasitas lembaga dalam kegiatan tanggap darurat.untuk 6 Keuskupan (Caritas Keuskupan Sibolga, Tim Kemanusiaan Pansos Bodronoyo Keuskupan Agung Palembang, Divisi Caritas YPSK Keuskupan Tanjungkarang, Caritas Keuskupan Bandung, Caritas Keuskupan Purwokerto dan Caritas Sintang). Kegiatan peningkatan kapasitas lembaga ini telah dilaksanakan mulai dari Mei 2014 sampai dengan September 2016, dan akan diadakan lagi untuk 4 Keuskupan baru (Palangkaraya, Denpasar, Malang dan Makassar). Jumlah relawan dan staf Keuskupan yang mendapatkan pelatihan sebanyak 107 orang tersebar di 6 Keuskupan tersebut. Tujuan yang dicapai dalam pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas kegiatan tanggap darurat yang dilakukan oleh KARINA dan Caritas Keuskupan. Dari tujuan ini ditetapkan dua hasil yang dicapai, yakni staff dan relawan Keuskupan 1) mampu melaksanakan kegiatan tanggap darurat berdasarkan standar prosedur operasional tanggap darurat dan 2) mampu melaksanakan kegiatan tanggap darurat sesuai dengan standar Sphere, khususnya tentang identifikasi kebutuhan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Untuk mendukung kegiatan lembaga dalam tanggap darurat tersebut, 6 Caritas Keuskupan telah mempunyai Standar Prosedur Operasional tanggap darurat untuk Keuskupan masing-masing.

Evaluasi dan Pembelajaran Kegiatan ERICA

dsc_0504
Kegiatan Evaluasi Akhir Proyek

Pada akhir kegiatan proyek ERICA, CRS dan KARINA mengadakan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan proyek di 6 Keuskupan. Evaluasi proyek ERICA dilakukan dengan metode evaluasi lintas Keuskupan. Evaluasi yang dilakukan oleh KARINA, CRS dan 6 Keuskupan menggunakan tolok ukur relevansi, efektifitas, efisiensi, dampak dan keberlanjutan proyek.

Relevansi

Strategi yang digunakan ERICA untuk meningkatkan kapasitas tanggap darurat bagi staf dan relawan Keuskupan relevan karena sesuai dengan linkungan kerja Keuskupan dan mandat Caritas untuk tanggap darurat. Keterlibatan KARINA tinggi, mulai dari asesmen, penyusunan rancangan proyek hingga pelaksanaan dan langkah-langkah serta keputusan yang diambil secara bersama-sama dengan CRS.

Efektifitas

ERICA dapat secara efisien mencapai target hasil (output) untuk pelatihan. Proyek ini juga dapat mencapai hasil yang direncanakan sesuai dengan rencana implementasi secara rinci. Semua indikator target hasil tercapai tetapi untuk mengukur tingkat kualitas yang lebih baik untuk renpon tanggap darurat menantang karena tidak adanya monitoring pada saat kegiatan tanggap darurat.

Efisiensi

Komunikasi antara CRS dan KARINA efisien dan secara umum kemampuan CRS, KARINA dan staf Keuskupan untuk mengimplementasikan proyek adalah efisien. Namun demikian, efisiensi proyek menantang dengan lemahnya komunikasi antara KARINA dan Keuskupan.

Dampak

Proyek ERICA menunjukkan pencapaian yang baik pada target hasil (output) untuk penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) tanggan darurat dan pengingkatan pengetahuan pada standar kebencanaan. Proyek ini telah mencapai indikator tujuan dalam bidang peningkatan kualitas tanggap darurat; masyarakat yang terkena dampak yang dikunjungi dalam evaluasi di 4 Keuskupan menyatakan bahwa mereka sungguh-sungguh puas dengan kualitas dan ketepatan waktu tanggap darurat yang diberikan oleh Keuskupan-Keuskupan.

Keberlanjutan

Keberlanjutan dampak kegiatan ERICA tinggi karena SPO Keuskupan telah diberlakukan sekarang. Direktur Keuskupan dan Kuria Keuskupan menunjukkan rasa memiliki yang besar terhadap kegiatan ERICA dengan memberikan bantuan dana untuk kegiatan proyek dan sosialisasi SPO ke tingkat Paroki. Hal ini menunjukkan, untuk upaya ke depannya,  dampak keberanjutan proyek.

sop-16
Simulasi SPO Tanggap Darurat

Evaluasi Proyek ERICA merekomendasikan beberapa prioritas untuk keberlanjutan ke depan dalam upaya untuk pembangunan kapasitas tanggap darurat di tingkat Keuskupan:

  • Meningkatkan kapasitas staf dan relawan Paroki untuk tanggap darurat.
  • Sosialisasi SPO tanggap darurat ke Komisi-komisi Keuskupan dan Paroki-paroki
  • Peran CRS untuk KARINA dan Keuskupan di masa mendatang diharapkan untuk membangun kapasitas teknologi komunikasi-informasi untuk bencana dan atau kegiatan pengembangan lain serta sektor air dan sanitasi (wash).
  • Monitoring pada saat kegiatan tanggap darurat hendaknya dilakukan oleh Keuskupan dan dikomunikasikan serta dilaporkan kepada KARINA.

Berdasarkan hasil evaluasi, lewat pembelajaran ERICA tersebut, bisa dirangkumkan beberapa pembelajaran sebagai berikut:

  • Pada saat simulasi SPO, tim ERICA mengamati ada beberapa peserta yang tidak terlibat dalam penyusunan SPO. Maka sebaiknya diadakan pertemuan sosialisasi dan orientasi SPO untuk semua peserta simulasi pada hari pertama sebelum mengadakan simulai, sehingga peserta bisa mempunyai pemahaman yang sama sebelumnya.
  • Ketika bencana terjadi, banyak relawan terlibat, tetapi mereka tidak mempunyai kemampuan yang memadahi. Caritas Keuskupan berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan pelatihan yang cukup, mengelola dan mendampingi relawan yang mempunyai kepedulian pada kegiatan tanggap darurat. Caritas Keuskupan perlu berkontribusi dalam bentuk dana operasinal dan program pemberdayaan ekonomi untuk keluarga realawan yang diharapkan dapat mendukung pembangunan kapasitas lembaga dan relawan.
  • Sering ditemukan bahwa beberapa relawan Keuskupan tidak berkomitmen selama mereka terlibat dalam kegiatan tanggap darurat. Mereka mempunyai alasannya sendiri tetapi kebanyakan karena mereka tidak mempunyai kontrak kerja dengan Keuskupan, ketika Keuskupan membutuhkan relawan yang berkompeten dan berkomitmen. Keuskupan perlu memberikan uang saku dan dukungan akomodasi agar mereka berkomitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Keuskupan juga perlu mengorganisir pertemuan relawan entah bulanan atau tahunan untuk memperkuat jaringan mereka. *** Admin.  Photo ®KARINA
Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta