Pelatihan SPHERE Sektoral untuk Keuskupan – Caritas Indonesia – KARINA

Pelatihan SPHERE Sektoral untuk Keuskupan

16/06/2015
Studi lapangan para peserta Pelatihan SPHERE Sektoral di Desa Melung. Foto: Martin Dody K

Studi lapangan para peserta Pelatihan SPHERE Sektoral di Desa Melung. Foto: Martin Dody K

KARINA bekerja sama dengan Catholic Relief Service (CRS) Indonesia saat ini sedang melakukan Pelatihan SPHERE Sektoral untuk Keuskupan Peserta Proyek Peningkatan Kapasitas Jaringan Caritas Indonesia 2015. Bertempat di Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah, pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, pada tanggal 15-17 Juni 2015. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 6 keuskupan, yaitu dari Caritas PSE Keuskupan Sibolga, Pansos Bodronoyo-Caritas Palembang, Caritas Tanjung Karang, Caritas Bandung, dan Caritas Keuskupan Sintang. Total peserta berjumlah 22 orang.

Acara ini difasilitasi oleh Syahri Ramadhan (Adong) dan Helmi Hamid dari CRS Indonesia dan Unit ER KARINA. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan memanggil kembali pemahaman para peserta tentang apa itu SPHERE dan sektor-sektor utama di dalamnya. Partisipasi para peserta pada sesi ini cukup baik dengan menjelaskan berbagai poin kunci, seperti standar inti dalam SPHERE, elemen kelompok rentan ketika terjadi bencana, dan hal-hal yang terkait dengan isu lintas sektoral. Selain itu, pemahaman tentang standar minimum, indikator minimum, dan aksi kunci juga coba ‘diujikan’ kepada para peserta. Sembari ‘menguji’ pemahaman para peserta, fasilitator juga memberikan contoh-contohnya dalam kegiatan respon tanggap darurat. (Click for more)

Kaitannya dengan pokok diskusi tentang standar SPHERE, F. Sundoko (Suko) dari Unit ER KARINA membagikan pengalamannya ketika bergabung dengan CRS Indonesia melakukan respon tanggap darurat akibat gempa di Nepal beberapa waktu yang lalu. Pada saat itu, ia bertugas di bagian logistik dan bertanggung jawab untuk mempersiapkan paket-paket bantuan serta proses distribusinya. Dalam tugasnya di Nepal, kendala utama yang dihadapi adalah medan yang sulit untuk sampai ke titik-titik distribusi. Untuk menuju ke sebuah titik distribusi barang bantuan dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam dengan kondisi jalan yang buruk. Akses jalan yang berbatu dan terjal mengakibatkan distribusi barang bantuan hanya bisa dilakukan dengan menggunakan traktor atau truk berpenggerak roda 4×4. Selain itu, masih ada kendala bahasa karena penduduk setempat tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Masih di hari pertama, para peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelompok untuk melakukan simulasi kegiatan tanggap darurat kebencanaan. Masing-masing kelompok diminta menganalisa sebuah situasi kebencanaan dan menentukan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan situasi tersebut. Selain membuat Situational Report (Sitrep), masing-masing kelompok juga diminta untuk membuat rencana kegiatan berdasarkan hasil kajian kebutuhan yang dilakukan. Sesi ini dimaksudkan untuk melihat efektifitas dan efisiensi setiap kelompok dalam menyelesaikan tugas secara cepat dan akurat.

Pelatihan SPHERE Sektoral di Baturraden. Foto: Martin Dody K

Pada hari kedua, para peserta diajak untuk melakukan studi lapangan. Tugas untuk masing-masing kelompok pada hari pertama dilanjutkan dengan konteks lokasi yang berbeda, yaitu di Desa Melung, yaitu Dusun Depok, Dusun Sela Rendeng, dan Dusun Kali Putra. Di ketiga dusun tersebut, masing-masing kelompok diharapkan bisa melakukan kajian kebutuhan. Selain untuk mendapatkan testimoni, para peserta juga dapat melihat secara aktual kondisi di lapangan, sebagai dasar untuk dapat menentukan respon apa yang akan dilakukan.

Setelah kunjungan lapangan, masing-masing kelompok diminta untuk membuat rencana respon. Simulasi rapat koordinasi dan pembuatan rencana kegiatan pun dilakukan pada sesi ini. Pembelajaran dari kunjungan lapangan ini akan menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan kegiatan di tempatnya masing-masing. Setiap kelompok diharapkan dapat membuat desain projek dan anggarannya. Pembuatan dan pemaparan desain proyek ini akan dilanjutkan di hari ketiga besok, termasuk dengan strategi monitoringnya. Ditulis oleh Martin Dody K.

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta