Okulasi Karet Unggul, Pekerjaan Sambilan yang Menghasilkan – Caritas Indonesia – KARINA

Okulasi Karet Unggul, Pekerjaan Sambilan yang Menghasilkan

17/05/2016

Dalam melaksanakan pendampingan program Community Managed Livelihood Promotion(CMLP) banyak tantangan yang dihadapi para fasilitator di lapangan. Bapak Ferdinand Martin, salah satu dari fasilitator CMLP Caritas Keuskupan Agung Pontianak (CAKAP) yang mendampingi KSM Ubah Ube Serong menyampaikan bahwa menjaga semangat para anggota KSM merupakan salah satu tantangan yang dihadapi. Selain itu, meyakinkan mereka untuk terus terlibat di dalam kegiatan-kegiatan kelompok juga tidak mudah dilakukan. Karena untuk dapat menikmati hasilnya, maka diperlukan kerja keras dan kesabaran.

Semangat pantang menyerah itu bisa dilihat pada diri Beni, salah satu anggota sekaligus bendahara KSM Ubah Ube. Bersama ayahnya, ia memiliki lahan perkebunan karet pribadi yang sudah ditanami 1000 batang karet unggul. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, selain berladang ia juga bekerja apa saja yang menurutnya bisa menghasilkan. Di sela-sela kesibukannya, ia tetap menyempatkan diri untuk mengikuti pendampingan program CMLP, khususnya budidaya pengembangan karet unggul. Walaupun tidak mempunyai cukup waktu untuk mengokulasi di kebun KSM, akan tetapi ia selalu memanfaatkan kesempatan untuk dapat mengokulasi bersama anggota KSM yang lain. Keberhasilannya dalam mengokulasi membuatnya semakin bersemangat. Sebab apa yang diusahakannya telah berhasil dengan baik dan menurutnya okulasi bukanlah pekerjaan yang berat.

(Kiri) Pak Egidius Egi memperlihatkan hasil okulasi. (Kanan) Pak Beni dalam kesibukannya di kebun KSM (Foto: F. Martin, fasilitator CAKAP).

 

Sama halnya dengan Pito. Berbekal ketrampilan mengokulasi dari ayahnya, Pak Nyamen, yang merupakan Ketua KSM periode 2012-2014, ia sudah menanam lebih dari 1000 bibit karet unggul hasil okulasinya sendiri. Kegiatan sekolah lapang yang ia ikuti dan kerja kerasnya adalah bekal untuk masa depan yang lebih baik. Terlebih lagi, ayahnya sudah cukup berumur dan urusan bercocok tanam kini menjadi tanggung jawabnya.

Bpk. F. Martin (jongkok, berbaju putih) bersama anggota KSM (Foto: Dok. CAKAP)
Bpk. F. Martin (jongkok, berbaju putih) bersama anggota KSM (Foto: Dok. CAKAP)

 

Sementara itu, Pak Egidius Egi, atau yang biasa dipanggil dengan Pak Dion, telah berhasil memanen 48 batang karet unggul hasil okulasinya sendiri. Walaupun belum banyak batang karet yang berhasil diokulasi, Pak Egi tidak patah semangat untuk terus mencoba. Menurutnya, praktik okulasi adalah pekerjaan yang mengasyikan dan tidak sulit. Pagi dan sore hari setelah selesai dengan aktivitas utamanya, Pak Dion selalu menyempatkan waktu ke kebun KSM untuk melakukan okulasi. Kerja kerasnya ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan dirinya.

Apresiasi yang diberikan oleh para fasilitator kepada anggota KSM menjadi penyemangat untuk terus melakukan okulasi. Dengan hasil baik yang sudah terlihat dan dirasakan saat ini, maka tidaklah sulit bagi para fasilitator untuk memberikan motivasi tentang budidaya karet unggul kepada anggota KSM lainnya. Sehingga, diharapkan nantinya akan semakin banyak warga yang melakukan usaha budidaya karet unggul dan memiliki kebun karet unggul pribadi.

Penulis: Ferdinand Martin – Caritas Keuskupan Agung Pontianak, Editor: NAC-KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta