Menjaga Tanah Kalimantan – Caritas Indonesia – KARINA

Menjaga Tanah Kalimantan

11/09/2015

Salah satu tujuan dari program Community Managed Livelihood Promotion Project (CMLP) adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan tanah dan pengelolaan sumber daya alam di dalamnya. Hal ini muncul dari keprihatinan Caritas Keuskupan terhadap semakin banyaknya kasus pencaplokan lahan di tanah Kalimantan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satu faktornya penyebabnya adalah lemahnya posisi tawar penduduk lokal dan minimnya dukungan dari pemerintah setempat. 

Caritas Keuskupan Agung Pontianak (CAKAP), salah satu implementor dalam program CMLP, bersama dengan KARINA telah merancang rangkaian kegiatan guna menjawab persoalan terkait kepemilikan tanah. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi hak atas tanah pada bulan Oktober 2014 lalu, yang difasilitasi oleh Bapak Kihon, seorang penggiat di Lembaga Bela Benua Talino (LBBT) Pontianak. Pesertanya seluruh warga kampung di Baturaya dan Serong, dengan melibatkan pemerintah setempat. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberi wawasan dan penyadaran tentang kondisi tanah Kalimantan saat ini dan betapa pentingnya mempertahankan kepemilikan dan kelestariannya, serta payung hukum terkait hal tersebut. Tindak lanjut atas kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat sekitar, yang diwakili para anggota KSM dampingan CAKAP, melakukan proses pemetaan potensi kampung sebagai langkah awal memperoleh peta kampung dan juga sertifikasi tanah.


Pada bulan Februari 2015, masyarakat dampingan diberi pemahaman tentang teknis pemetaan kampung yang akan dilakukan. Selain masyarakat dampingan, wakil dari kampung tetangga dan tokoh masyarakat juga dilibatkan supaya terjadi kesepakatan dalam penentuan titik koordinat. Dalam pelaksanaannya, CAKAP bekerjasama dengan seorang konsultan ahli sebagai fasilitator teknis. Antusias warga Serong terlihat ketika peta kampung diperlihatkan dari gambar yang diambil melalui Google Maps. Posisi wilayah Serong dan Baturaya dari ruang lingkup wilayah Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak berserta ancaman yang mungkin timbul dari ekspansi perkebunan sawit di wilayah sekitar dijelaskan dalam kesempatan tersebut. Proses selanjutnya adalah pelatihan cara menentukan titik koordinat dengan menggunakan GPS. Proses diawali dengan pengambilan titik koordinat wilayah yang dilakukan selama beberapa minggu mengingat luasnya wilayah.

Akhirnya, pada bulan April 2015 yang lalu, proses pemetaan kampung pun selesai dilaksanakan. Peta potensi kampung yang sudah selesai digarap tersebut disosialisasikan kepada banyak pihak yang terkait untuk kemudian disahkan oleh yang berwenang. Kegiatan pengesahan ini mengundang para pemangku kepentingan, seperti Camat setempat. Beliau sangat mendukung kegiatan ini. Dan karena menjadi yang pertama memiliki peta potensi kampung, kampung Serong dan Baturaya akan dijadikan contoh bagi kampung lain untuk melakukan hal yang sama secara partisipatif. Dalam sambutannya beliau juga memotivasi para masyarakat untuk membangun kampung yang lebih baik melalui program-program pemerintah yang dicanangkan. Setelah disahkan oleh Camat, peta potensi kampung tersebut kemudian menjadi dokumen sah yang menguatkan posisi masyarakat untuk mempertahankan hak mereka dari berbagai ancaman. Tantangan kedepannya adalah bagaimana masyarakat di kampung Serong dan Baturaya memanfaatkan potensi kampung mereka, salah satunya perkebunan karet unggul, untuk kemajuan kampung mereka ▄ CAKAP

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta