Laporan Situasi Tanggap Darurat Topan Haiyan Filipina – Caritas Indonesia – KARINA

Laporan Situasi Tanggap Darurat Topan Haiyan Filipina

25/11/2013
philippines-typhoon

 

  • philippines-typhoon
  • Jakarta, 25 November 2013

  • Data terbaru dari DSWD (Department of Social Welfare and Development) menyebutkan bahwa jumlah populasi terdampak adalah 2,150,925 keluarga (kurang lebih sekitar 10 juta jiwa) dari 10,736 barangays (desa), di 44 propinsi dan 575 municipalities/kota di 9 regio. Angka tersebut masih akan terus berubah dari hari ke hari. 

  • 206883-typhoon-washi-devastates-philippines-a-glimpse-of-the-aftermathJumlah korban jiwa yang resmi dikeluarkan oleh NDRRMC (National Disaster Risk Reduction and Management Council) adalah 4,011 jiwa dan 1,602 orang dinyatakan hilang. NDRRMC melaporkan berdasarkan data yang ada daripada sekedar membuat perkiraan/estimasi. Sehingga angka tersebut bisa dikatakan lebih rendah daripada angka perkiraan yang ada. Sebanyak 931,833 keluarga (4.4 juta jiwa) kehilangan tempat tinggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82,954 keluarga (387,036 jiwa) bertahan hidup di tempat-tempat pengungsian yang tersebar di 1,521 titik.

  • Respon tanggap darurat Caritas Filipina dan partner bisa dilihat dalam update berikut (klik judul di atas).

 

NASSA / Caritas Consolidated Situation Report – Nr 1

 

Lokasi Program:

Philippines

Judul Program:

Super Typhoon Haiyan (Yolanda) Response

CI Emergency Appeal No.:

EA 23-2013

Sit Rep #

1

Submitted by:

 

Periode pelaporan:

19-20 November 2013

Penulis

Christina Avildsen

ERST team

 

Approved By: CI

 

         

1. Latar Belakang

Angin topan dahsyat Haiyan (dikenal dengan sebutan Yolanda) menerjang daratan Guiuan, di bagian tenggara Pulau Samar pada tanggal 8 November, pukul 4:40 pagi dengan kecepatan 195 mph (348 kph). Pada kecepatan seperti itu (195 mph), Haiyan menjadi angin topan tropis terkuat yang tercatat pernah menerjang daratan. Topan Haiyan menerjang daratan Filipina di 4 wilayah bagian sebanyak 6 kali. Lebih dari 10 juta jiwa di 44d propinsi merasakan dahsyatnya terjangan topan tersebut.

2. Data Populasi Terdampak[1]

  • Data terbaru dari DSWD (Department of Social Welfare and Development) menyebutkan bahwa jumlah populasi terdampak adalah 2,150,925 keluarga (kurang lebih sekitar 10 juta jiwa) dari 10,736 barangays (desa), di 44 propinsi dan 575 municipalities/kota di 9 regio. Angka tersebut masih akan terus berubah dari hari ke hari.  
  •  
  • Jumlah korban jiwa yang resmi dikeluarkan oleh NDRRMC (National Disaster Risk Reduction and Management Council) adalah 4,011 jiwa dan 1,602 orang dinyatakan hilang. NDRRMC melaporkan berdasarkan data yang ada daripada sekedar membuat perkiraan / estimasi. Sehingga angka tersebut bisa dikatakan lebih rendah daripada angka perkiraan yang ada. 931,833 keluarga (4.4 juta jiwa) kehilangan tempat tinggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82,954 keluarga (387,036 jiwa) bertahan hidup di tempat-tempat pengungsian yang tersebar di 1,521 titik.
  •  
  • DSWD melaporkan ada 709,255 rumah rusak, termasuk di dalamnya 364,877 rusak total/hancur. DSWD melaporkan ada 33,468 personil yang diterjunkan untuk melakukan tanggap darurat. Dana yang disediakan untuk proses tanggap darurat adalah sebesar PHP 449,457,212.30.

3. Situasi Keamanan & Politik

Situasi Keamanan

  • Mitra lokal dari Caritas Germany melaporkan tentang ketegangan situasi di sekitar wilayah Ormoc karena adanya dugaan kehadiran dari NPA (New People’s Army[2]).

Logistik

  • 3 pesawat komersil sudah diperbolehkan untuk mengudara dan beroperasi pada jalur penerbangan yang masih terbatas, yaitu dari Manila ke Tacloban. Dengan tambahan armada pesawat ini dan beberapa helikopter milik UNHAS yang terbang dengan rute antara Cebu, Ormoc dan Palo, maka sarana transportasi untuk penumpang menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Armada angkatan udara Australia melayani penerbangan dari Cebu ke Tacloban untuk mengangkut logistik dan kembali dengan membawa para korban yang masih terlantar.
  • Proses keluar masuk barang di bea cukai cukup lancar, dengan sistem ‘one stop shops’ yang diberlakukan di bandara Manila dan Cebu. Lalu lintas udara menjadi sangat padat, namun proses penurunan dan pengangkutan barang, baik dari kargo di Bandara Tacloban maupun pelabuhan-pelabuhan masih belum sepenuhnya lancar. Lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada diminta untuk segera menyediakan gudang tambahan dan alat transportasi alternatif untuk bisa menyelesaikan permasalahan kargo ini.
  • Di berbagai daerah terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.

Situasi Politik

  • Belum ada laporan.

4. Perkembangan Program Tanggap Darurat

Caritas Philippines/NASSA

Secara umum

  • Pembelian 10,000 NFI/hygiene kit untuk Pulau Panay, seharga PHP 10 juta. Bahan makanan akan dibeli di Keuskupan Antique dan Jaro (Ilo-ilo) untuk kemudian dijadikan satu dengan kebutuhan tanggap darurat dari EA[3] di wilayah itu.
  • Rapat Koordinasi yang pertama oleh CI-DSACs – MOs dilaksanakan pada tanggal 18 November, pukul 14:00 di Wisma Keuskupan di Cebu. Rapat ini dilakukan untuk mengkoordinasi upaya tanggap darurat dan menguatkan sumber daya yang dimiliki oleh DSAC[4].
  • Komitmen bantuan dana dari Konfederasi Caritas adalah sejumlah EUR 3.5 juta. Sementara sumbangan lokal yang sudah terkumpul sebesar PHP 7.8 juta.

Tidak ada update informasi tentang relawan, sebab semua relawan sudah dikirim untuk membantu di keuskupan-keuskupan. Informasi di bawah ini adalah update kegiatan per 15 November.

Keuskupan Agung Palo

Tacloban, Palo, Propinsi Ormoc

Leyte

  • PHP 3.4 juta (NASSA)
  • PHP 1 juta (Caritas Manila)
  • Penerjunan Tim ‘International Humanitarian’ (5 orang)
  • 18,000 paket makanan untuk wilayah Ormoc tiba tanggal 16 November (NASSA)
  • 18,720 paket makanan untuk wilayah Tacloban (Caritas Manila)
  • 3 truk berisi berkantong-kantong beras (Keuskupan Tagum)
  • Lipa Archdiocesan Social Action Center (LASAC) mengirimkan tim medis dan barang-barang bantuan

Keuskupan Borongan

Guian, Samar Timur

  • PHP 3 juta (NASSA, dikirim ke Keuskupan Agung Caceres)
  • PHP 300,000 (Caritas Manila)
  • Penerjunan 1 relawan dari NASSA
  • 5,000 paket makanan (Caritas Manila)

Keuskupan Naval

Pulau Biliran

  • PHP 300,000 (Gereja Quiapo)
  • PHP 300,000 (NASSA)

Keuskupan Agung Jaro

Ilo-ilo

  • PHP 1 juta (Caritas Manila)

Keuskupan Antique

Antique

  • PHP 300,000 (NASSA)
  • PHP 600,000 (Caritas Manila)

Keuskupan Agung Capiz

Capiz

  • PHP 300,000 (NASSA)
  • PHP 300,000 (Caritas Manila)
  • Penerjunan 1 orang staff NASSA untuk melakukan assessment

Diocese of Kalibo

Aklan

  • PHP 300,000 (NASSA)
  • PHP 300,000 (Caritas Manila)
  • 2,500 food packs (Caritas Manila)

Kevikepan Taytay

Coron dan Busuanga, Palawan

  • PHP 300,000 (Gereja Quiapo)
  • PHP 1 juta (Caritas Manila)
  • 4,000 paket makanan (Gereja Quiapo)
  • Social Action of Pampanga (SACOP) menyumbang kebutuhan untuk 2,200 keluarga di kevikepan.

Keuskupan Agung Cebu

Cebu

  • PHP 300,000 (Gereja Quiapo)
  • PHP 300,000 (NASSA)

Keuskupan Masbate

Masbate

  • PHP 300,000 (Caritas Manila)

Kevikepan San Jose de Mindoro

San Jose, Occidental Mindoro

 

Keuskupan Maasin

Leyte Selatan

 

CAFOD

  • Belum dilaporkan

Caritas Austria

  • Belum dilaporkan

Caritas Czech Republic

  • Caritas Czech Republic secara langsung membantu NASSA pada tahap tanggap darurat sambil melakukan kajian untuk tahap rehabilitasi/pemulihan.

Caritas Germany

  • Dengan bantuan dari Pemerintah Jerman, Caritas Germany berencana untuk mengirimkan 28.000 tenda & tali untuk digunakan oleh mitra-mitra Caritas. Barang-barang tersebut diperkirakan akan tiba pada tanggal 25 November 2013.
  • Sebagian dari tenda-tenda tersebut akan langsung dikirimkan ke mitra Caritas Germany di Samar, sementara sisanya akan digudangkan di Cebu. NASSA/ERST sudah melakukan kontak dengan Caritas Germany untuk mendistribusikan tenda-tenda tersebut ke beberapa keuskupan.
  • Caritas Germany masih memfokuskan bantuannya di Keuskupan Borongan dan sedang membangun komunikasi dengan organisasi yang berada di wilayah Samar Barat.
  • Caritas Germany juga membantu mitra-mitranya di Cebu Utara, Ormoc dan Tacloban. Assessments sedang dilakukan di Samar dan sudah dilakukan di Cebu Utara (Daanbantayan, Medellin)
  • Kantor darurat akan dibangun, namun belum pasti. Distribusi bantuan dilakukan dengan mitra lokal di Cebu Utara, sekitar Bogo dan Medellin.
  • Caritas Germany menkonfirmasi ulang komitmen bantuannya kepada EA sebesar EUR 400.000. Jumlah tersebut utamanya untuk pengiriman terpal. Total jumlah dana yang diharapkan terkumpul untuk proses tanggap darurat ini sebesar EUR 7 juta.

Caritas Switzerland

  • Melayani di wilayah Propinsi Cebu, Pulau Bantayan, Municipalities/Kota Madridejos dan Santa Fe. Mitra pelaksana adalah konsorsium dari 4 NGO lokal (LihokPilipina, A2D, PhilDHRRA, dan Pagtambayayong). Kegiatan mereka dimonitor langsung oleh 2 staffs dari Swiss dan seorang staff lokal. Assessments sudah selesai dilakukan dan kemudian akan dilanjutkan dengan distribusi NFIs, hygiene kits. Dua staff lapangan saat ini sedang melakukan seleksi untuk para penerima bantuan bekerjasama dengan pemerintah kota dan propinsi.
  • Mitra pelaksana di Pulau Leyte dan Samar adalah CRS. Kegiatan distribusi bantuan tenda darurat untuk 9,000 keluarga (45,000 orang) masih terus dilakukan. Tenda percontohan sudah didirikan (lihat informasi distribusi dari CRS)
  • Berencana mendanai tahap pertama tanggap darurat di Leyte/Samar sebesar USD 2 juta

Catholic Relief Services

  • 2,243 terpal untuk tenda darurat sudah dibagikan hari ini di Palo dan Ormoc. Total terpal yang sudah didistribusikan sampai saat ini adalah 3,358 buah di 9 barangay in Palo dan Ormoc. 13,570 terpal untuk tenda darurat tarps sudah tersedia atau sudah didistribusikan. Masih akan ada 29,000 terpal yang akan tiba sebelum akhir bulan ini.
  • Palo: tanggal 20 November 2013 sudah didistribusikan 1,340 tenda darurat di 4 barangays (Guindapunan, Buri, Naga, Arado) di Palo. Sebanyak 1,498 keluarga tercatat sebagai penerima tenda darurat pada tanggal 21November 2013.
  • Ormoc: tanggal 19 November 2013 sudah didistribusikan tenda darurat untuk 352 keluarga, dan tanggal 20 November 2013 untuk 903 keluarga di wilayah Ormoc.
  • CRS sudah mendapatkan sebuah gudang di Cebu dan sedang mencari ‘mobile storage units‘ di wilayah Ormoc dan Palo.
  • Tim logistik di Cebu mempekerjakan staff untuk pengepakan barang-barang NFI (kitchen sets), Water & Hygiene, dan peralatan untuk pembangunan (construction tool kits). Gudang tambahan di Cebu digunakan untuk mengepak paket-paket bantuan. Festival lokal akan diadakan tanggal 21-22 November dan tim di Cebu berupaya untuk mengantisipasi kesulitan akses menuju ke gudang pada tanggal-tanggal tsb. Maka dari itu, tim sudah mengangkut semua material ke gudang sehingga bisa dipak pada tanggal-tanggal tsb.

Cordaid

  • Kiriman pertama bersisi 2,400 terpal sudah sampai ke Ormoc dan sedang didistribusikan oleh CRS.
  • 2 peralatan ‘emergency healthkits’ (masing-masing 14 boks) sudah diterima, namun masing menunggu mitra yang akan menggunakannya.
  • Cordaid bekerjasama dengan Peace and Equity Foundation untuk mengembangkan sebuah program untuk merespon situasi bencana ini.
  • Cordaid menyerahkan 2 proposal (bersama mitra Caritas Philippines) kepada ‘UN Flash appeal’, satu untuk program yang terintegrasi, dan satu untuk koordinasi klaster di Palawan.
  • Hingga saat ini, diperkirakan Cordaid akan menyediakan EUR 6 juta untuk keseluruhan kegiatan respon tanggap darurat. Sekitar 50%nya akan dialokasikan ke jaringan Caritas.
  • Komitmen Cordaid di EA 23/2013 adalah sebesar Euro 500.000.

5. Koordinasi dan Rapat

  • Tanggal 18 November 2013, Rapat Koordinasi Caritas dilakukan di Cebu jam 10 siang, yang dihadiri oleh NASSA, CI, mitra Caritas dan anggota ERST. Lalu jam 2 siang di tempat terpisah, dilakukan rapat koordinasi antara NASSA-Keuskupan-Caritas di wisma Keuskupan di Cebu untuk membahas tentang upaya tanggap darurat di wilayah keuskupan. Rapat koordinasi selanjutnya akan dilakukan pada hari Senin 25 November jam 11 siang di wisma Uskup.
  •  
  • NASSA mendorong adanya komunikasi yang berkelanjutan dengan DSACs untuk mengidentifikasi adanya kekurangan-kekurangan. Bersama cluster liaison officer CRS; NASSA akan mengirimkan seorang staff, relawan yang bekerja penuh yaitu Pastur Don Bosco yang akan mewakili NASSA dalam rapat klaster dan rapat koordinasi bersama asosiasi para petinggi keagamaan di Filipina (Association of Major Religious Superiors of the Philippines). Para relawan NASSA yang sebagian mendapatkan pelatihan Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat oleh CRS/NASSA, sudah sampai ke lokasi dan bersama DSACs melakukan seleksi penerima manfaat untuk bantuan makanan, shelter dan pemulihan penghidupan (livelihood) di wilayah terdampak. Caritas Switzerland terlibat dalam rapat-rapat koordinasi yang diorganisir oleh para NGO dari Swiss dan pemerintah Propinsi Cebu (termasuk di dalamnya Disaster Risk Management Office / Council). Mereka juga berkoordinasi dengan municipalities Santa Fe dan Madridejos.
  • CRS, atas nama NASSA, terlibat dalam rapat Klaster: WASH, Shelter dan Logistics. Cordaid terlibat dalam rapat klaster di tingkat nasional di Manila; Jan-Willem Wegdam memimpin rapat klaster di Cebu dan akan terlibat juga dalam rapat cluster shelter di tingkat propinsi di Cebu.
  •  
  • NASSA dan CI akan mengorganisir Rapat Koordinasi untuk kegiatan respon yang dilakukan keluarga Caritas di Filipina. Rapat akan dilakukan pada tanggal 4 Desember 2013, pukul 9 pagi. Rapat ini ditujukan untuk manajemen NASSA, Keuskupan, para manager anggota organisasi Caritas yang terlibat dalam respon Topan Haiyan dan tim ERST. Lokasi rapat adalah di Wisma Keuskupan di Jakosalem St. #234 D, Kota Cebu.
  1. oAkomodasi dapat dipesan di Mandarin Hotel di Kota Cebu (sebutkan dari ‘Caritas‘ untuk mendapatkan korting)
  2. oTinjauan ke lapangan bagi para peserta rapat akan dilakukan pada tanggal 5 dan 6 Desember.
  3. oTujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk berbagi informasi tentang upaya tanggap darurat yang telah dilakukan dan memperkuat koordinasi di antara anggota Caritas. Peserta rapat adalah para uskup dan direktur DSAC di wilayah terdampak, staff NASSA, para staff senior anggota Caritas dan anggota tim ERST.
  4. oRapat akan dipimpin secara bergantian oleh Direktur NASSA Uskup Broderick Pabillo (yang akan bertugas untuk 6 bulan ke depan) dan Alistair Dutton.

6. Media & Komunikasi

7. Advocacy

8. Personil

NASSA

  • 15 relawan telah dilatih pada tanggal 19 November dan akan diterjunkan untuk membantu kegiatan di DSACs untuk 3-5 minggu ke depan. Mereka adalah para pekerja sosial, pekerja di bidang development, staff DSAC, para suster dan pastur. Mereka semua mempunyai pengalaman tanggap darurat.
  • Seorang relawan dari Kongregasi Don Bosco akan bekerja penuh untuk membantu Direktur melakukan sebagai pembekalan bagi para relawan yang akan dikirim untuk membantu keuskupan-keuskupan terdampak.
  • Tiga staff tambahan dipekerjakan untuk membantu operasi tanggap darurat.
  • Josephine Ignacio, NASSA Sr. Program Officer tiba di Cebu pada tanggal 20 November untuk bekerja bersama tim ERST dan menata kantor NASSA di Cebu. Beberapa staff NASSA diharapkan tiba pada minggu ini atau minggu depan.

CAFOD

  • Belum dilaporkan

Caritas Austria

  • Belum dilaporkan

Caritas Czech Republic

  • Belum dilaporkan

Caritas Germany

  • Tim yang saat ini bekerja di lapangan adalah: Albert Grosse Hokamp (berada di Cebu dan sekitarnya); Dieter Rachbauer (sedang menuju ke wilayah Tacloban, Samar) dan Daniel Apolinarsky (sedang ada di wilayah Cebu, dan akan kembali dalam waktu dekat)
  • Berencana untuk menambah dua orang staff internasional, yaitu Friedrich Kircher (emergency expert) dan Uli Gebhard (logistician), pada akhir minggu ini untuk membantu menata operasi tanggap darurat dan membantu mitra lokal.

Caritas Switzerland

  • Belum dilaporkan

Catholic Relief Services

  • Saat ini sudah ada staff internasional sementara dari CRS (TDY staff[5]) yang berada di lapangan (termasuk 2 orang staff dari CAFOD). Staff nasional akan dikirim untuk membantu tim lapangan di Ormoc dan Palo

Cordaid

  • Cordaid Country Representative yang bari, yaitu Paul Roberts akan tiba di Filipina pada tanggal 23 November. Ia akan tinggal di sana selama kurang lebih 2 bulan.
  • Harma Rademaker (Cordaid HQ) tiba di Filipina pada tanggal 20 November untuk meninjau program reguler Cordaid di Mindanao dan membantu strategi pemulihan setelah Gempa di Bohol dan Topan Haiyan.

9. Rencana Kegiatan untuk Periode Pelaporan Selanjutnya

NASSA

  • Melanjutkan untuk membeli barang-barang NFIs dan mengirimkan dana-dana ke keuskupan untuk membeli bantuan makanan.

CAFOD

  • Belum dilaporkan

Caritas Austria

  • Belum dilaporkan

Caritas Czech Republic

  • Belum dilaporkan

Caritas Germany

  • Menunggu kedatangan 28,000 terpal.
  • Sedang melakukan kontak dengan Keuskupan Borangan dan akan melakukan pertemuan dengan mereka dalam waktu dekat ini.

Caritas Switzerland

  • Melakukan monitoring untuk distribusi makanan, tenda darurat, bahan non pangan, dan paket kesehatan untuk 9,000 keluarga (sekitar 45,000 orang) di Madridejos dan Santa Fe.
  • Melanjutkan pembelian, pengepakan, pengangkutan dan distribusi barang-barang ke Santa Fe dan Madridejos, di Pulau Bantayan.
  • Melanjutkan proses distribusi barang-barang bantuan di wilayah Leyte dan Samar. Melanjutkan pembelian, pengangkutan dan distribusi barang-barang bantuan. Membangun tenda-tenda percontohan.

Catholic Relief Services

  • Persediaan WASH yang sudah tiba di Bandara Cebu akan dikirim ke Palo pada tanggal 21 November 2013
  • Melanjutkan untuk mendata para penerima manfaat dan mendistribusikan material.

Cordaid

  • Pesawat dari Militer Belanda yang mengangkut barang bantuan seperti terpal, persediaan medis dan lampu tenaga surya akan tiba di Cebu pada tanggal 23 November. Sebagian besar barang yang dibawa adalah persediaan medis untuk Medicins sans Frontieres. Sementara 1,100 terpal, beberapa persediaan medis dan lampu tenaga surya adalah untuk Cordaid.
  • Kami melakukan kajian untuk mengintegrasikan livelihood, NFI, WASH dan progam shelter di Palawan dan bekerjasama dengan keuskupan. Country Rep yang baru akan melakukan tinjauan lapangan pada minggu depan.

9.         Tim ERST dan Keterlibatan CI

  • Tim ERST dibentuk pada tanggal 15 November. Saat ini anggotanya adalah:

Peran dalam ERST                         Nama                           Lembaga             Jangka waktu sampai

ERST Team Leader                  Mark Mitchell               Caritas New Zealand      19 Dec

Programme Coordinator            Christine Avildsen         CRS                             26 Nov

Organisational Assessment        Neal Deles                  CRS                             15 Feb 2014

Donor/Conf. Liaison Officer       Cat Crowley                 CAFOD                         23 Dec

(shadowed by                        Janet Crossly               CAFOD)

Communications Officer            Ryan Worms                Caritas Canada              30 Nov

CI/NASSA sedang mencari orang yang berpengalaman sebagai manajer program tanggap darurat, idealnya orang tersebut dari wilayah Asia Tenggara maupun Selatan, untuk bergabung sebagai Programme Coordinator segera.

  • Keterlibatan CI

Tanggal 12 November, Albert de Haan, CI ERT Team Leader, pergi ke Manilla untuk berkomunikasi dengan Pastur Edwin dan tim NASSA. Tanggal 18 November, Albert pergi ke Cebu untuk membantu NASSA dan tim ERST, serta untuk menata mekanisme koordinasi untuk program-program dari Konfederasi Caritas. Albert akan menetap di Cebu sampai tanggal 27 November.

Tanggal 2 Desember, Alistair Dutton akan tiba di Cebu untuk memonitor situasi dan bekerjasama dengan NASSA dan ERST untuk mengorganisir/membantu memimpin rapat dengan para mitra pada tanggal 4 Desember dan tinjauan lapangan pada tanggal 5 dan 6 Desember.


[2] Catatan dari penerjemah: The New People’s Army (NPA) (Filipino: Bagong Hukbong Bayan) is the armed wing of the Communist Party of the Philippines (CPP). It was formed on March 29, 1969. The Maoist NPA conducts its armed guerrilla struggle based on the strategical line of protracted ‘people’s war‘. Source: en.wikipedia.org

[3] Catatan penerjemah EA: Emergency Appeal dari Konfederasi Caritas.

[4] Catatan penerjemah: DSAC (Diocesan Social Action Center).

[5] Catatan penerjemah: TDY (Temporary Duty)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta