Uskup: Mgr. Yohanes Harun Yuwono

Vikaris Jendral: RP. Yohannes Samiran, SCJ

Sejarah Singkat

Pada tahun 1926, Pater H.J.D van Oort, SCJ tiba di Tanjungkarang dan membeli sebidang tanah untuk membangun gereja di Lampung. Saat ini, gereja dan paroki tersebut adalah Paroki Katedral Kristus Raja.

Pada tahun 1929, Pastor van Oort membangun sebuah sekolah di Teluk Betung, di sebuah tempat pelabuhan dan ibu kota kekuasaan orang Belanda. Ketika Suster-suster Hati Kudus datang di Teluk Betung, Pastor van Oort menyerahkan sekolah tersebut kepada mereka pada Oktober 1931. Ia  memandang ke masa yang akan datang, menghabiskan waktu dan memusatkan perhatian pada wilayah transmigrasi, serta tertarik untuk melayani di tengah-tengah pendatang baru dari Jawa.

Pada tahun 1932, Pater A. Hermelink, SCJ yang dipilih sebagai misionaris untuk membantu misi di Lampung, mulai membangun gereja paroki dan pastoran di Pringsewu. Sejak 24 Mei 1932 dia tinggal di paroki baru itu. Sebulan kemudian Pastor Neilen, SCJ tiba dan bekerja di paroki itu. Kemudian pada 4 Juni 1932, empat Suster Fransiskan dari St. George Martir dari Thuine tiba di Pringsewu untuk membantu pelayanan misi di sana. Mereka membuka sekolah pada 11 Juli 1932. Ini merupakan karya pertama mereka di bidang pendidikan. Sebuah karya yang mendapat tanggapan baik di antara para penduduk di Teluk Betung.

Pada tanggal 1 Februari 1937, stasi misi kedua yang dibuka di luar Tanjungkarang adalah Metro. Tempat ini pertamakali disebut ‘Metropolis’ dan diharapkan menjadi sebuah pusat kota bagi para transmigran pada tahun 1934.
Misi pertama ditangani oleh Pater M. Neilen, SCJ; dia adalah imam pertama yang tinggal di Metro. Setahun setelah itu Suster-suster Fransiskan membuka sebuah rumah sakit dengan nama ‘St. Elisabeth’.

Gisting merupakan stasi misi yang ketiga. Di sana ada 80-an orang Katolik sejak 1928 tetapi tidak berkembang disebabkan karena beberapa kesulitan dari orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan. Lalu, stasi berikutnya adalah Pasuruan (Kalianda). Pastor Kuypers, SCJ pertamakali melayaninya dilaju dari Tanjungkarang; sejak 1938, Pastor F. Hofstad, SCJ menetap di sana bersama Br. Gerlachus Timmermans, SCJ.
Selama Perang Dunia Kedua, Gereja Lampung dalam keadaan kacau. Pada tanggal 20 Februari 1942, Jepang menguasai Lampung. Kemudian pada bulan April pada tahun yang sama semua imam dan suster ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.

Setelah perang, sejak Nopember 1946 umat Katolik Lampung mendapat pelayanan pastoral dari imam-imam pribumi Indonesia. Satu dari mereka adalah Pastor J. Wahyosudibyo, OFM. Walaupun dia tinggal hanya satu bulan, dia melakukan banyak hal untuk perkembangan misi Katolik di Lampung.

Pembentukan keuskupan
Pastor A. Hermelink, SCJ diangkat menjadi Uskup pada tanggal 19 Juli 1961, Uskup pertama di Keuskupan Tanjungkarang dan tinggal di Pringsewu. Dari sanalah ia memimpin aktivitas pastoral di seluruh keuskupan Tanjungkarang.
Lalu pada tanggal 11 Februari 1976, seorang imam pribumi dari Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ), berasal dari Metro, yakni Dr. A. Henrisoesanta, SCJ ditahbiskan menjadi Uskup Auxilier bagi Mgr. A. Hermelink, SCJ. Jabatan Uskup Auxilier ini berlangsung selama tiga tahun dan kemudian Bapa Suci mengangkatnya menjadi Uskup Diosesan pada 21 Desember 1978. Ia mulai berkantor pada tanggal 13 Mei 1979 dan sejak itu kemudian Kuria dan Rumah Uskup dipindahkan dan berlokasi di Tanjungkarang hingga saat ini.

Mundurnya Mgr. Henri dan datangnya Mgr. Harun
Pada tanggal 6 Juli 2012, Paus Benediktus XVI menerima pengunduran diri Mgr. Henrisoesanta yang mengundurkan diri setelah menjabat sebagai Uskup Tanjungkarang selama 36 tahun sehingga keuskupan memasuki masa sede vacante (kekosongan tahta) dan tugas keuskupan dijalani oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, S.C.J. selaku Admistrator Apostolik.
Pada tanggal 19 Juli 2013, Vatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus memberi uskup baru bagi Keuskupan Tanjungkarang yaitu Rm. Yohanes Harun Yuwono dan ditahbiskan menjadi Uskup Tanjungkarang pada Kamis, 10 Oktober 2013.

Informasi

Keuskupan Tanjungkarang

Jl. Way Lubuk 4, Pahoman, Bandar Lampung 35001

Ikuti Kami

January 2023
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031