2026/03/24 - 11:28:20am

Sinergi Kemanusiaan PSE KAPal dan Caritas Indonesia: Perkuat Sistem Tanggap Darurat Berbasis Paroki

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

PALEMBANG – Di tengah meningkatnya risiko bencana alam di wilayah Sumatra, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Palembang (KAPal) memperkuat kolaborasi strategis dengan Caritas Indonesia. Kerja sama ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas relawan dalam kegiatan “Sosialisasi Program Paroki Tangguh dan SOP Tanggap Darurat” yang digelar di Wismalat Podomoro, Palembang 13–15 Maret 2026.

Sinergi ini bertujuan mengintegrasikan semangat pelayanan lokal paroki dengan standar kemanusiaan internasional yang dikelola oleh Caritas. Selama tiga hari, para peserta dibekali dengan berbagai materi krusial, antara lain: Desain Program Paroki Tangguh Caritas Indonesia; Kebijakan dan Mekanisme Tanggap Darurat Jaringan Caritas Indonesia; dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Caritas KAPal. Kegiatan ini dipandu oleh narasumber dan fasilitator ahli dari Caritas Indonesia serta tim Caritas PSE KAPal.

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan setiap paroki di wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu memiliki kesiapan yang selaras dengan mekanisme nasional. Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto, menekankan bahwa kerja sama ini adalah upaya Gereja untuk bergerak dalam satu kesatuan koordinasi yang kuat, bukan sendiri-sendiri.

"Gereja memiliki sumber daya manusia yang besar di tingkat paroki, namun niat baik tersebut harus didukung oleh manajemen kebencanaan yang mumpuni. Di sinilah peran penting Caritas Indonesia dalam menyediakan kerangka kerja yang terukur," ujar Romo Kristianto.

Sebagai lembaga kemanusiaan resmi, Caritas Indonesia membawa mandat untuk menerapkan standar akuntabilitas tinggi. Rudy Raka, Koordinator Divisi Emergency Response (ER) Caritas Indonesia, menjelaskan bahwa sinergi ini memungkinkan paroki-paroki di bawah naungan PSE KAPal masuk ke dalam jaringan respon yang terstruktur. 

Koordinator ER Caritas Indonesia, Rudy Raka dalam kegiatan Sosialisasi Program Paroki Tangguh dan SOP Tanggap Darurat.

 

Melalui SOP yang disosialisasikan, setiap kejadian bencana akan dianalisis dalam waktu 24 hingga 72 jam untuk menentukan skala respon. Skala Hijau (Level Lokal); Skala Kuning dan Oranye (Level Nasional dan Regional); dan Skala Merah (Level Internasional).

Wakil Ketua Pembina Yayasan KARINA, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, menegaskan bahwa inti dari kerja sama ini adalah pemberdayaan manusia. Relawan PSE KAPal kini dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak yang mampu melakukan pemetaan risiko dan manajemen bantuan secara profesional.

"Melalui kolaborasi dengan Caritas Indonesia, para relawan kita dibekali kompetensi teknis agar mereka menjadi 'tulang punggung kemanusiaan'. Mereka diharapkan mampu mengelola solidaritas berbasis komunitas sehingga bantuan tepat sasaran, cepat, dan transparan," ungkap Mgr. Aloysius.

Kerja sama antara PSE KAPal dan Caritas Indonesia juga mencakup aspek mitigasi dan pemulihan pasca-bencana. Dengan adanya SOP yang seragam, diharapkan seluruh unit pelayanan di bawah Keuskupan Agung Palembang dapat menjadi tanda harapan yang nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang paling tersisih dan terdampak bencana di wilayah Sumatra.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua