2026/06/26 - 02:40:59pm

Sentrum Caritas Diresmikan di Batam: Wujud Nyata Gereja Hadir bagi Pekerja Migran dan Korban TPPO

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Langit Batam pagi itu menyaksikan momen yang telah lama dinantikan oleh Caritas Indonesia (KARINA KWI) dan Keuskupan Pangkalpinang. Setelah rampung dibangun pada Mei 2026, Gedung Sentrum Caritas resmi diresmikan pada Jumat, 29 Mei 2026 — menandai hadirnya Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran (BLK-PIM) milik Shelter Santa Theresia Batam bagi masyarakat luas. Peresmian ini menjadi penegasan komitmen Gereja Katolik untuk hadir secara konkret di tengah persoalan migrasi tidak aman dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin marak terjadi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, 28–29 Mei 2026, di Shelter St. Theresia Batam. Acara peresmian diawali dengan sambutan Mgr. Antonius Bunjamin, OSC, selaku Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki “mata yang terbuka, hati yang peka, dan tangan yang siap membantu” dalam menyikapi persoalan migrasi. Senada dengan itu, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, menegaskan bahwa martabat manusia harus ditegakkan, kemanusiaan harus dijaga, dan persaudaraan harus terus dibangun.

Dukungan turut datang dari pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Batam, Ibu Li Claudia Chandra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sentrum Caritas sebagai langkah konkret Gereja dalam melayani kelompok rentan, khususnya pekerja migran dan korban TPPO. Kehadiran Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, bersama Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Anom Wibowo, juga menjadi simbol dukungan penuh jajaran kepolisian terhadap upaya pencegahan perdagangan orang dan penguatan perlindungan pekerja migran di wilayah Kepulauan Riau.

Momen peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, dihadiri lebih dari 150 orang dari unsur pemerintah, tujuh uskup, perwakilan Caritas Internasional dan Indonesia, KKPPMP, tarekat/kongregasi, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi se-regio Sumatera, serta berbagai LSM/NGO pegiat isu migran dan anti-TPPO.

Belajar dari Pengalaman, Merancang Perlindungan

Rangkaian acara berlanjut dengan lokakarya yang dimoderatori oleh Ibu Dinna Prapto Raharja, Ph.D., menghadirkan dua pembicara yang berkecimpung langsung dalam isu perlindungan pekerja migran. Dr.iur. Antonius PS. Wibowo, SH., MH., Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), memaparkan bahwa pemulihan korban TPPO membutuhkan pendampingan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa korban kerap melewati fase “bulan madu” ketika bantuan dan empati mengalir, namun setelah perhatian publik mereda, banyak korban justru menghadapi kesepian dan kesulitan berintegrasi kembali ke masyarakat tanpa pendampingan yang konsisten.

Sementara itu, Kombes Pol. Imam Riyadi, S.I.K., MH., Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau, menegaskan komitmen pemerintah memberantas jaringan TPPO yang kini banyak beroperasi melalui jalur tidak resmi. Ia membuka diri menerima laporan masyarakat atas dugaan penyelewengan, bahkan membagikan kontaknya langsung kepada para peserta sebagai bentuk keterbukaan dan komitmen penegakan hukum.

Dari total 51 peserta lokakarya, mereka dibagi ke dalam empat kelompok diskusi (Focus Group Discussion) yang terdiri dari jaringan Caritas Internationalis Member Organisations (CIMOs), Tarekat/Kongregasi, Caritas-PSE-KKPPMP-KGPP, serta NGO dan pemerintah. Diskusi ini menggali berbagai sudut pandang: mulai dari kebutuhan negara tujuan migran, kisah sukses dan tantangan pengelolaan BLK di lingkungan Gereja, hingga rekomendasi kolaborasi lintas sektor.

Menanam Karakter, Bukan Sekadar Keterampilan

Salah satu hal yang menonjol dari hasil diskusi adalah penegasan bahwa Sentrum Caritas bukan sekadar tempat pelatihan kerja biasa. Kelompok Tarekat/Kongregasi menggarisbawahi pentingnya pembentukan karakter dan jiwa kewirausahaan, agar lulusan BLK-PIM tidak hanya siap menjadi pekerja migran yang aman, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Pendampingan integral inilah yang diharapkan membedakan Sentrum Caritas dari balai latihan kerja pada umumnya.

 

Pemotongan pita sebagai simbol peresmian Gedung Sentrum Caritas, dilakukan oleh Mgr. Antonius Bunjamin, OSC bersama Wakil Wali Kota Batam, Ibu Li Claudia Chandra. Dok. KKP-PMP Batam 

 

Kelompok Caritas-PSE-KKPPMP-KGPP menambahkan bahwa BLK-PIM juga menjadi jalan pulih bagi purna migran yang sering merasa malu untuk kembali ke kampung halaman karena belum memiliki bekal hidup yang memadai. Sementara kelompok NGO dan pemerintah merekomendasikan penguatan legalitas lembaga, pelatihan literasi keuangan dan digital, kemampuan bahasa Inggris, serta perhatian khusus terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban TPPO.

Menjadi Cetak Biru bagi Indonesia

Peresmian dan lokakarya Sentrum Caritas ini merupakan wujud syukur Caritas Indonesia, Keuskupan Pangkalpinang, dan Gereja Katolik di Indonesia atas kepedulian terhadap kelompok rentan. Kolaborasi multistakeholder antara Caritas, keuskupan, NGO, dan pemerintah diharapkan memperkuat pendampingan dan advokasi bagi pekerja migran, mengingat Batam selama ini dikenal sebagai salah satu jalur masuk dan keluar utama para migran Indonesia.

 

Mgr. Antonius Bunjamin, OSC bersama Wakil Wali Kota Batam, Ibu Li Claudia Chandra, dalam momen kehangatan usai prosesi peresmian Gedung Sentrum Caritas. Dok. KKP-PMP Batam

 

Dalam jangka panjang, keberadaan Pusat Informasi Migran ini diharapkan dapat memutus rantai sindikat penempatan ilegal yang kerap memanfaatkan ketidaktahuan calon migran. Dengan dukungan data yang terintegrasi antara pemerintah lokal dan jejaring Caritas Internationalis, pengawasan terhadap alur keberangkatan pekerja migran akan menjadi lebih transparan. Sinergi ini diharapkan menjadi cetak biru bagi wilayah lain di Indonesia dalam membangun sistem perlindungan berbasis komunitas yang inklusif, humanis, dan berkeadilan bagi para pahlawan devisa negara.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua