Presiden Caritas Internasionalis, Kardinal Tarsicio Isao Kikuchi, SVD didampingi oleh Mgr. Paulo Daesuke Narui, SVD, uskup Niigata Jepang, sekaligus Presiden Caritas Jepang dan Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende, mengunjungi kebun HARVEST (Holistic, Agriculture, Resilience, Vision Empowerment, Sustainability, Transformasi) dampingan Caritas Indonesia, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKP-PMP) dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Ende pada hari Sabtu, 18 Juli 2026.
Kedatangan satu Kardinal dan dua uskup ini, disambut dengan tarian adat dan iringan musik tradisional dari anggota kelompok dampingan "Sama Rasa" Nduaria. Hadir juga pada kesempatan ini delapan anggota kelompok dampingan yakni dua kelompok dampingan dari paroki Roworeke, dua kelompok dampingan dari Kuasi Paroki Peibenga dan dua kelompok dampingan dari Kuasi Paroki Anarada.

Kardinal Tarsicio Isao Kikuchi, SVD saat berdialog bersama anggota kelompok dampingan. Dok. Komsos Keuskupan Agung Ende
Kunjungan Presiden Caritas Nasionalis ini, selain untuk melihat dari dekat implementasi program Karitas Indonesia berupa pengembangan pertanian organik berkelanjutan juga untuk berdialog langsung dengan masyarakat penerima manfaat. Dalam dialog bersama anggota kelompok dampingan, Kardinal Kikuchi, SVD mengatakan bahwa Caritas adalah lembaga terbesar kedua di dunia yang memiliki cabang hampir di semua negara. Lebih lanjut beliau berkata, "Caritas adalah Kita. Ketika kita hidup dalam kebersamaan dan belarasa, saling menolong dan membantu, hidup dalam cinta kasih dan menjaga keutuhan alam ciptaan, kita sesungguhnya telah menjadi CARITAS. Tanpa kalian Caritas tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu kalian semua adalah Caritas. Kamu yang menjadi kekuatan, kamu yang memberi warna kepada Caritas, karena itu terima kasih untuk komitmen kamu, kerja kamu yang memberi warna kepada Caritas". Beliau mengajak semua anggota kelompok untuk tetap semangat melanjutkan karya besar ini. Sementara Mgr. Daesuke, SVD pada kesempatan ini mengatakan bahwa ia sangat senang berada di tempat yang luar biasa ini. Lebih lanjut beliau berkata, "Program ini bukan sekedar sebuah program sosial tetapi ini adalah hasil kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk melaksanakan apa yang Tuhan berikan kepada kita dan kepada Tuhan kita harus bertanggungjawabkannya. Ini adalah pemberian dari Tuhan dan tugas kita adalah menjaga, memelihara dan memanfaatkannya untuk kebaikan bersama".
Bapak Servas, sebagai perwakilan dari semua anggota kelompok menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Kardinal Kikuchi, SVD, Presiden Caritas Internasionalis, Mgr. Daesuke, SVD, Presiden Caritas Jepang dan Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende, yang telah rela mengunjungi kelompok HARVEST di Nduaria. Lebih lanjut beliau mengatakan, "Terima kasih juga kepada Caritas Intenasionalis dan Caritas Indonesia yang telah memberi perhatian kepada masyarakat kecil teristimewah keluarga migran, para purna migran melalui program pertanian organik berkelanjutan. Melalui kelompok ini mereka belajar bagaimana mengolah tanah dengan menggunakan pupuk organik, membuat pupuk organik dengan bahan-bahan lokal, mereka belajar bagaimana mengelolah keuangan keluarga dan bagaimana mereka bisa membentuk UBSP (Usaha Bersama Simpan Pinjam) dari hasil penjualan sayur-sayur dari kebun kelompok mereka. Mereka belajar untuk membangun solidaritas antara mereka dan mereka merasa telah menjadi satu keluarga melalui kelompok HARVEST ini. Kiranya kelompok HARVEST ini tetap berlanjut sehingga semakin banyak orang menyadari akan pentingnya penggunaan pupuk organik sehingga alam dan lingkungan tetap terjaga untuk anak cucu mereka". Ujarnya.
Sebelum meninggalkan Nduaria, Bapak Kardinal Kikuchi, SVD, Mgr. Daesuke, SVD dan Mgr. Budi, SVD, berkempatan melakukan panen perdana sayur pakcoi dan daun bawang pada kebun anggota kelompok dampingan yang ada di Nduaria.

Kardinal Tarsicio Isao Kikuchi, SVD, Mgr. Paulo Daesuke Narui, SVD, uskup Niigata Jepang, dan Presiden Caritas Jepang dan Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende berfoto bersama dengan anggota kelompok dampingan. Dok. Komsos Keuskupan Agung Ende
Bagi semua anggota kelompok dampingan, kunjungan satu kardinal dan dua uskup ke kebun HARVEST di Nduaria ini merupakan rahmat dan berkat bagi mereka sekaligus menjadi pemicuh bagi mereka untuk terus mengembangkan pertanian organik berkelanjutan di wilayah mereka masing-masing. Dihadapan Kardinal dan para Bapa Uskup mereka berjanji untuk tetap semangat mengolah lahan-lahan pertanian mereka dengan menggunakan pupuk organik demi masa depan mereka yang lebih baik. Setelah sesi foto bersama, Bapak Kardinal Kikuchi, SVD, Mgr. Daesuke, SVD dan Mgr. Budi, SVD berpamitan dengan anggota kelompok dan kembali ke Ende. Sayonara Bapak Kardinal dan Para Bapa Uskup, sampai jumpa lagi.
Salam Belarasa