2026/05/26 - 12:09:53pm

Persaudaraan Global Berakar dari Komunitas

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Labuan Bajo — Semangat persaudaraan global dan kekayaan budaya lokal berpadu hangat dalam penyambutan delegasi Caritas Internationalis di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Presiden Caritas Internationalis, Cardinal Tarcisio Isao Kikuchi, bersama Wakil Presiden Philomena Antonio serta Sekretaris Jenderal Alistair Chad Dutton dan rombongan diterima secara adat Manggarai sebagai tamu kehormatan dalam rangkaian Perayaan Yubileum 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia.

Penyambutan adat tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat Flores kepada para tamu internasional yang datang membawa semangat pelayanan kemanusiaan dan solidaritas global. Di tengah keindahan Labuan Bajo yang dikenal dunia, suasana penuh kekeluargaan dan nuansa budaya lokal menghadirkan pesan kuat bahwa pelayanan kasih selalu bertumbuh dari akar komunitas dan nilai-nilai persaudaraan.

Sejak tiba di Labuan Bajo, para delegasi internasional disambut dengan keramahan khas masyarakat Manggarai. Ritual adat yang sarat makna menjadi bagian penting dalam penyambutan tersebut. Melalui tradisi penerimaan tamu kehormatan, masyarakat lokal menunjukkan keterbukaan hati dan penghargaan mendalam kepada para pemimpin Caritas dunia yang hadir di Flores.

Momen ini sekaligus menjadi penanda penting dimulainya rangkaian kegiatan internasional yang mempertemukan jaringan Caritas dari berbagai negara. Perayaan yubileum ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang karya kemanusiaan Caritas di seluruh dunia, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan-tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini.

Selama 75 tahun, Caritas Internationalis telah hadir di tengah masyarakat miskin, rentan, terdampak bencana, korban konflik, migran, dan berbagai kelompok yang terpinggirkan di berbagai belahan dunia. Dengan jaringan yang tersebar di lebih dari 160 negara, Caritas terus menjadi wujud nyata pelayanan Gereja Katolik dalam menghadirkan kasih, keadilan sosial, dan harapan bagi mereka yang mengalami penderitaan.

Sementara itu, Caritas Indonesia yang pada tahun ini memasuki usia ke-20 terus memperkuat karya kemanusiaan berbasis komunitas di Indonesia. Selama dua dekade terakhir, Caritas Indonesia aktif mendampingi masyarakat dalam respons kebencanaan, penguatan ekonomi komunitas, ketahanan pangan, pendidikan kemanusiaan, perlindungan kelompok rentan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di banyak wilayah Indonesia.

 

Rombongan Caritas Internasional diterima oleh Uskup Labuan Bajo

 

Perayaan di Labuan Bajo menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring pelayanan sosial Gereja Katolik di tengah dunia yang menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari kemiskinan, ketidakadilan sosial, konflik kemanusiaan, hingga krisis ekologis akibat perubahan iklim. Dalam konteks inilah Caritas dipanggil untuk terus memperkuat solidaritas lintas negara dan menghadirkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat kecil.

Kegiatan internasional ini akan dihadiri jajaran pimpinan tertinggi Caritas Internationalis. Selain Presiden Caritas Internationalis Cardinal Tarcisio Isao Kikuchi, hadir pula Wakil Presiden Philomena Antonio dan Sekretaris Jenderal Alistair Chad Dutton. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan perhatian besar jaringan Caritas dunia terhadap penguatan komunitas lokal dan pelayanan kemanusiaan berbasis masyarakat.

Selain pimpinan internasional, sebanyak 26 anggota Dewan Perwakilan (Representative Council/RepCo) Caritas Internationalis yang terdiri dari para kardinal, uskup, imam, dan awam dari berbagai negara juga turut hadir. Kehadiran mereka memperlihatkan luasnya jejaring global Caritas yang dibangun atas dasar semangat kolegialitas, persaudaraan, dan pelayanan bersama.

Delegasi lain yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Yayasan KARINA, Konferensi Waligereja Indonesia, para uskup Regio Nusa Tenggara, para direktur Caritas-PSE keuskupan se-Indonesia, serta berbagai mitra pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Pertemuan lintas negara dan lintas lembaga ini menjadi kesempatan penting untuk membangun dialog, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi pelayanan kemanusiaan di masa depan.

Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi perayaan juga membawa pesan mendalam. Flores dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan budaya, solidaritas sosial, dan kehidupan komunitas yang masih terjaga kuat. Nilai-nilai itulah yang sejalan dengan semangat pelayanan Caritas: hadir dekat dengan masyarakat, berjalan bersama komunitas, dan membangun harapan dari akar rumput.

 

Foto bersama: Rombongan Caritas Intersional dan Tim Keuskupan

 

Selama kegiatan berlangsung, para delegasi internasional dijadwalkan mengikuti berbagai pertemuan strategis, perayaan liturgi, dialog kemanusiaan, serta kunjungan lapangan ke komunitas dampingan. Dalam kunjungan tersebut, para peserta akan melihat secara langsung berbagai praktik pemberdayaan masyarakat yang dijalankan bersama jaringan Caritas di Indonesia.

Lebih dari sekadar perayaan organisasi, momentum yubileum ini menjadi pengingat bahwa karya kemanusiaan selalu lahir dari perjumpaan antarmanusia. Di tengah dunia yang semakin rentan terhadap ketimpangan dan krisis, Caritas ingin terus meneguhkan panggilannya untuk menghadirkan pelayanan yang mendengarkan suara komunitas, melindungi martabat manusia, dan menjaga rumah bersama.

Dari Labuan Bajo, pesan solidaritas global itu kembali digaungkan kepada dunia: bahwa harapan dapat tumbuh ketika komunitas, Gereja, dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat kasih dan persaudaraan universal.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua