2026/05/26 - 04:53:47pm

Perayaan 75 Tahun Caritas Internationalis di Labuan Bajo Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan Global

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Labuan Bajo — Perayaan 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia di Labuan Bajo tidak hanya menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang karya kemanusiaan Gereja Katolik di dunia, tetapi juga diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat jejaring kolaborasi kemanusiaan di tingkat global. Pemerintah, Gereja, dan berbagai lembaga kemanusiaan dinilai perlu semakin bersatu untuk menjawab berbagai persoalan kemiskinan, ketidakadilan sosial, bencana, dan krisis kemanusiaan yang terus dihadapi masyarakat dunia.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, dalam sambutannya menjelang penutupan Perayaan Ekaristi Kudus di Gereja Paroki Katedral Roh Kudus pada Senin sore, 18 Mei 2026.

Di hadapan para pemimpin Gereja, delegasi internasional Caritas, perwakilan pemerintah, serta umat yang memenuhi katedral, Wakil Bupati Yulianus menegaskan bahwa perayaan internasional tersebut harus melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama lintas negara dalam pelayanan kemanusiaan.

“Perayaan ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat jaringan kolaborasi kemanusiaan di tingkat global dan memberikan inspirasi bagi upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, tidak hanya di Manggarai Barat, tetapi juga di Indonesia bahkan di seluruh dunia,” ujar dr. Yulianus Weng.

Menurutnya, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Persoalan kemiskinan, kerentanan sosial, bencana alam, perubahan iklim, dan ketimpangan ekonomi membutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga keagamaan, komunitas lokal, dan jejaring internasional.

Karena itu, ia menilai kehadiran Caritas Internationalis dan berbagai delegasi kemanusiaan dunia di Labuan Bajo menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, dr. Yulianus Weng juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendukung penuh misi kemanusiaan Caritas yang selama ini hadir mendampingi masyarakat miskin, kelompok rentan, korban bencana, dan berbagai kelompok yang hidup dalam keterpinggiran.

Ia menyebut karya-karya kemanusiaan yang dijalankan Caritas memiliki nilai yang sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban. Baginya, pelayanan kemanusiaan bukan hanya soal bantuan sosial, tetapi juga tentang membangun martabat manusia dan memperkuat ketahanan komunitas.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendukung penuh misi kemanusiaan Caritas dalam melayani masyarakat miskin, kelompok rentan, masyarakat terdampak bencana, serta kelompok-kelompok yang selama ini hidup dalam keterpinggiran,” katanya.

Momentum internasional ini juga dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Manggarai Barat. Sebagai daerah yang selama ini dikenal dunia karena keindahan alam dan pariwisatanya, Labuan Bajo kini juga menjadi ruang penting bagi perjumpaan dan dialog kemanusiaan tingkat global.

dr. Yulianus Weng menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Labuan Bajo sebagai tuan rumah perayaan bersejarah tersebut.

Menurutnya, kepercayaan itu menjadi sebuah kehormatan besar sekaligus catatan penting dalam sejarah Manggarai Barat sebagai wilayah yang dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan pertemuan kemanusiaan internasional.

“Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi Manggarai Barat, karena akan menambah catatan sejarah bahwa kawasan ini dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan kemanusiaan tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Pemerintah Daerah dalam rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mendukung berbagai inisiatif kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang membangun solidaritas sosial, memperhatikan kelompok rentan, dan memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.

Suasana penuh persaudaraan terasa sepanjang perayaan di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Kehadiran para pemimpin Gereja, delegasi internasional, relawan Caritas, dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa semangat pelayanan kemanusiaan mampu menyatukan banyak pihak melampaui batas negara, budaya, dan bahasa.

Perayaan 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia di Labuan Bajo akhirnya tidak hanya menjadi perayaan sejarah organisasi, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen global dalam membangun dunia yang lebih manusiawi, adil, dan penuh solidaritas.

Dari Flores, pesan kemanusiaan itu kembali ditegaskan kepada dunia: bahwa persoalan kemanusiaan hanya dapat dihadapi melalui persatuan, kerja sama, dan keberanian untuk berjalan bersama dalam semangat kasih dan persaudaraan universal.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua