2026/02/12 - 01:50:37pm

Menumbuhkan Harapan dari Tanah Timor: Monitoring Development Program Caritas Atambua

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Awal tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan langkah bagi Development Program yang dijalankan Caritas PSE Keuskupan Atambua bersama Caritas Indonesia. Selama lima hari, 26–30 Januari 2026, tim melakukan perjalanan ke berbagai desa dampingan—Ainiut, Loeram, Manunain A, Tapenpah, hingga sejumlah sekolah—untuk melihat secara langsung bagaimana benih perubahan yang telah ditanam mulai tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Monitoring ini bukan sekadar agenda administratif. Ia menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pembelajaran bersama antara pendamping, kelompok masyarakat, sekolah, serta tim Caritas. Di setiap lokasi, cerita-cerita kecil tentang ketekunan, tantangan, dan harapan bermunculan, memperlihatkan bahwa perubahan sosial lahir dari proses panjang yang dijalani bersama.

Di SMP Darma Bakti Santo Paulus Oelolok, kebun sekolah menjadi ruang belajar nyata bagi siswa. Hasil panen sayuran tak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi, tetapi juga dijual untuk mendukung kebutuhan sekolah. Namun perjalanan ini tidak selalu mulus. Libur panjang membuat kebun sempat terbengkalai, mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan program. Caritas bersama pihak sekolah kemudian menyusun langkah perbaikan, termasuk jadwal perawatan rutin dan optimalisasi lahan kosong agar tetap produktif.

 

Ruang belajar bersama di SMP Darma Bakti Santo Paulus Oelolok. (Dok. Caritas Indonesia)

 

Di Desa Ainiut, Kelompok Buta–Taenmetan menunjukkan semangat kewirausahaan melalui produksi minyak kelapa murni. Meski baru satu anggota yang konsisten memproduksi secara mandiri, upaya memperbaiki sistem pengairan kebun berhasil meningkatkan hasil panen. Sementara di Desa Loeram, Kelompok Nekaf Mese rutin bertemu setiap minggu untuk mengelola kebun, memproduksi pangan olahan, hingga mengembangkan kerajinan tenun. Kebersamaan mereka menjadi bukti bahwa pemberdayaan bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan kolektif yang membutuhkan konsistensi dan saling mendukung.

Cerita inspiratif juga datang dari Desa Manunain A, di mana sistem irigasi tetes yang diterapkan kelompok berhasil menjawab tantangan kekeringan. Praktik baik ini bahkan mulai menginspirasi masyarakat sekitar untuk mengadopsi teknik serupa. Di Desa Tapenpah, kualitas kebun kelompok meningkat signifikan dan mendorong perluasan kebun individu. Walau sempat muncul tantangan terkait transparansi kas dan partisipasi anggota, kelompok memilih berdialog terbuka dan menyusun mekanisme kerja yang lebih adil.

 

Kebun komunal dengan irigiasi tetes. (Dok. Caritas Indonesia)

 

Di lingkungan sekolah lainnya, seperti SMP Negeri St. Maria Bitauni dan SMP Negeri Sekon, kebun sekolah berkembang menjadi sarana pendidikan kontekstual. Siswa belajar tentang proses tanaman, kewirausahaan, hingga nilai kepedulian terhadap lingkungan yang sejalan dengan semangat Laudato Si’. Hasil panen bahkan membantu kebutuhan sekolah dan memotivasi siswa untuk berkebun bersama keluarga di rumah.

Monitoring ini juga menjadi ruang refleksi internal bagi Caritas PSE Atambua dan Caritas Indonesia untuk memperkuat sistem dokumentasi, indikator capaian program, serta merancang langkah ke depan—mulai dari registrasi produk pangan olahan, penulisan buku refleksi praktik baik, hingga produksi film dokumentasi perjalanan program. Semua upaya ini bertujuan memastikan bahwa setiap proses pemberdayaan tetap transparan, akuntabel, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

 

Pertemuan di kebun atau bersama dengan komunitas dampingan. (Dok. Caritas Indonesia)

 

Lebih dari sekadar laporan, perjalanan monitoring ini mengingatkan bahwa perubahan lahir dari relasi—antara tanah dan manusia, antara harapan dan kerja keras. Setiap kebun yang dirawat, setiap kelompok yang terus belajar, dan setiap siswa yang menanam benih menjadi tanda bahwa harapan sedang tumbuh di tanah Timor. Bersama Caritas Indonesia dan Caritas PSE Keuskupan Atambua, masyarakat terus melangkah membangun kemandirian, menjaga lingkungan, dan menumbuhkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua