Gereja Katolik kembali menunjukkan wajah bela rasa dalam menghadapi bencana. Melalui gerakan solidaritas umat, Caritas Indonesia bersama paroki-paroki di Keuskupan Agung Jakarta bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi para penyintas banjir di Sumatra.
Kardus yang ada di hadapan Dewi terlihat sudah penuh. Namun, ada beberapa mainan yang masih ingin ia masukkan. Setelah menggeser beberapa barang, mainan itu pun bisa masuk ke dalam kardus yang rencanakan akan dikirim ke Paroki Maria Kusuma Karmel, Meruya, Keuskupan Agung Jakarta.
Dalam benak Dewi, ia berharap mainan itu nanti akan sampai ke Sibolga, untuk dibagikan kepada anak-anak penyintas banjir bandang akhir tahun lalu. Dewi sudah memahami, banjir itu merusak nyaris segalanya. Saat membayangkan situasi itu, ia mengingat anak-anak yang juga menjadi korban. Dewi membayangkan, mereka kehilangan mainan mereka, baju, bahkan mungkin sebagian tak punya rumah lagi sebagai tempat tinggal.
Dengan mainan yang ia kirimkan, Dewi berharap, anak-anak dapat menemukan kembali keceriaannya. Dengan mainan itu, ia berharap, anak-anak dapat kembali meraih masa depannya.
Dewi adalah satu dari ribuan umat Katolik dan masyarakat yang tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara penyintas bencana banjir di Sumatra yang terjadi November 2025. Bantuan berupa barang, termasuk pelbagai mainan dari umat KAJ dikumpulkan di Kantor Caritas Indonesia, Gereja Maria Kusuma Karmel Meruya, dan sebagian di sebuah gudang di Bantar Gebang, Bekasi Jawa Barat.
Belarasa Kasih
Sampai akhir Januari 2026, bantuan yang dikumpulkan umat di sekitar KAJ sudah lebih dari 60 ton. Bantuan itu berupa barang kebutuhan pokok, pakaian, sepatu, jenset, obat-obatan, dan barang-barang lain. Bantuan ini dikirimkan ke wilayah terdampak banjir, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Caritas Indonesia menginisiasi pengumpulan bantuan ini, berkoordinasi dengan Paroki Meruya. Bantuan datang dari umat di seluruh penjuru Jakarta.
Packing bantuan yang terkumpul di Paroki Maria Kusuma Karmel, Meruya, Jakarta Barat. Dok. Caritas Indonesia
Staf Emergency Response Caritas Indonesia, Adi Ruspriyanto menyampaikan pengumpulan bantuan ini menjadi tanda perhatian dan kepedulian umat Katolik untuk para penyintas bencana. Pengiriman bantuan ini dilakukan dari pelbagai cara, melalui transportasi darat dan udara, termasuk dengan pesawat Herkules milik Tentara Nasional Indonesia.
“Ada antusias umat yang ingin menyumbang dalam bentuk barang, maka kami berusaha sebaik mungkin untuk menampung dan menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Adi.
Pada saat bersamaan, relawan Core Response Team (CRT) dari Jaringan Caritas Indonesia telah berada di Sibolga sejak bulan November 2025 untuk membantu para penyintas bencana. CRT terdiri dari relawan kebencanaan dari pelbagai keuskupan, yang selama ini sudah terlatih dan menjadi bagian dari jaringan Caritas Indonesia.
Dalam tindakan kepedulian ini, menjadi Gambaran bagaimana umat bergerak untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Caritas Indonesia bersama Konferensi Waligereja Indonesia menggalang dana dari seluruh keuskupan di Indonesia. Sampai saat ini, sudah terkumpul sumbangan lebih dari 16 miliar untuk bencana banjir di Sumatra.
Pemberdayaan Paroki
Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi Paroki Meruya, Gani Budhiarko merasa bangga dan senang, Paroki Meruya dipercaya untuk menjadi tempat pengumpulan barang bantuan dari umat. Dengan cara ini, maka umat menjadi dapat terlibat langsung dalam respon kebencanaan untuk saudara-saudara terdampak banjir di Sumatra.
Penyerahan bantuan dari jaringan Caritas Indonesia untuk Sekolah Darurat di Pos Pengungsian Kebun Pisang, Tapanuli Tengah. Dok. Caritas Indonesia
Pastor Kepala Paroki Meruya, Romo Agustinus Ari Pawarto, O.Carm mengatakan rasa Syukur atas antusias umat yang begitu besar untuk menyumbang. Meski mendapati umat paroki menjadi cukup sibuk, namun ia bersyukur, Paroki Meruya mendapat kesempatan untuk membantu penyintas banjir di Sumatra.
“Dengan kerelaan, umat tergerak untuk menyumbang. Tindakan ini adalah perwujudan bela rasa dan ungkapan iman yang nyata,” ujarnya.
Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk mengatakan, gerakan umat dalam membantu respon banjir di Sumatra terjadi serentak di keuskupan-keuskupan di Indonesia. Setiap keuskupan menggalang dana yang kemudian disalurkan melalui Caritas Indonesia.
Romo Fredy berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Solidaritas ini menjadi kekuatan untuk terus menghadirkan harapan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak yang paling rentan.
“Caritas Indonesia, menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh Sahabat Caritas atas doa, solidaritas, dan dukungan yang terus mengalir. Dukungan Anda menjadi kekuatan bagi sesama kita yang sangat membutuhkan dan menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi situasi sulit ini.”