Semangat kepedulian dan persaudaraan melingkupi Gunung Geulis Country Club, Bogor, pada Kamis 16 Juli 2026. Lembaga kemanusiaan Caritas Indonesia (Yayasan KARINA) kembali sukses menggelar turnamen golf amal tahunannya yang ketiga, Charity Golf Caritas Indonesia 2026.
Diikuti oleh 109 pegolf (golfers) dari berbagai kalangan serta didukung oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI), ajang ini menjadi ruang berjumpa yang memadukan olahraga, rekreasi, dan aksi belarasa nyata bagi sesama yang membutuhkan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC. Dalam refleksinya, ia mengingatkan para peserta akan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kelimpahan yang dialami.
"Bisa berjalan dan sehat lagi adalah berkat Tuhan. Saudara-saudari yang hadir di turnamen golf ketiga ini pasti mendapat berkat lebih. Kini saatnya, berkat itu juga dibagikan dalam wujud kasih dengan mendukung karya kemanusiaan Gereja melalui caritas Indonesia,” ujarnya.
Pemukulan bola pertama dalam Charity Golf Caritas Indonesia 2026 di Gunung Guelis Golf Bogor. Dok. Caritas Indonesia
Saat Berbagi Berkat
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rina Bambang, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para peserta dan sponsor yang hadir memeriahkan acara.
"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada 109 pegolf yang telah hadir bermain sambil berderma pada hari ini. Selain mempererat silaturahmi dan merayakan kemenangan para juara, fokus utama dari penyelenggaraan ini adalah menghimpun dukungan bagi misi kemanusiaan dan pembangunan sarana pelayanan Caritas Indonesia," ungkap Ibu Rina dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Caritas Indonesia, Romo Y. Edi Mulyono, SJ, menegaskan komitmen keberlanjutan pelayanan Caritas Indonesia yang telah memasuki usia 20 tahun. Sejak era penanganan Tsunami Aceh hingga respons bencana terkini di Sibolga, Caritas Indonesia terus hadir membawa pengharapan tanpa memandang suku, agama, ras, maupun latar belakang politik.
"Apapun yang disumbangkan melalui acara ini merupakan berkat bagi saudara-saudara yang kita layani. Selain penanganan bencana, kami juga fokus menangani stunting bagi anak-anak di Sumba, yang memiliki angka stunting tergolong paling tinggi di Indonesia. Terima kasih atas partisipasi para golfer dan sponsor yang memperkuat belarasa kita," tutur Romo Edi.
Pusat Pelayanan Caritas
Fokus utama penghimpunan dana pada edisi ketiga ini dipaparkan langsung oleh Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk. Ia menjelaskan rencana pendirian Pusat Pelayanan Kemanusiaan Caritas yang berlokasi di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Gedung ini dirancang tidak hanya sebagai kantor operasional, melainkan sebagai hub pelayanan terpadu yang mencakup gudang logistik kebencanaan dan fasilitas lain yang mendukung. Pusat pelayanan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak pengelolaan bantuan berskala besar untuk mendukung respon kebencanaan bersekala besar di Indonesia.
Romo Fredy juga menyinggung respon kebencanaan yang dijalankan Caritas Indonesia pasca banjir di Sumatra. Saat ini, Caritas tengah membangun hunian bagi para penyintas bencana di Tapanulis Tengah, Tapanuli Selatan, dan Aceh Tamiang.
"Dukungan tidak harus selalu berbentuk finansial, kami juga sangat terbuka menerima kontribusi berupa material bangunan. Bantuan Bapak dan Ibu sekalian akan mempercepat terwujudnya pusat pelayanan ini demi masyarakat yang membutuhkan," pungkas Romo Fredy.
Salam Belarasa