NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR – Upaya pemulihan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berlanjut. Caritas Indonesia (Yayasan KARINA) memulai pembangunan Rumah Belarasa melalui peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Pembangunan Rumah Belarasa ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan hunian bagi keluarga penyintas gempa bumi di wilayah Keuskupan Agung Ende. Rumah ini juga menjadi rumah contoh hunian tetap (Huntap) yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam proses pemulihan tempat tinggal masyarakat pascabencana.

Ketua Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Keuskupan Agung Ende, Romo Perno, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Belarasa merupakan wujud solidaritas dan kepedulian berbagai pihak terhadap keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Ia menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi tahap awal dari proses pembangunan yang masih membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak hingga rumah selesai dibangun dan dapat ditempati oleh penerima manfaat.
“Atas nama Tim Penanggulangan Bencana Keuskupan Agung Ende, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada jaringan Caritas nasional dan semua pihak yang telah membantu kami melalui solidaritas dan bela rasa bersama,” ungkap Romo Perno.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dewan Kuria Keuskupan Agung Ende, para pastor di wilayah Kevikepan Mbay, Tim Penanggulangan Bencana Keuskupan Agung Ende, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, DPRD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, hingga masyarakat penerima manfaat.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana. Melalui kerja sama antara Gereja, pemerintah, jaringan Caritas, dan masyarakat, upaya pemulihan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi Caritas Indonesia, pembangunan Rumah Belarasa bukan sekadar upaya menghadirkan kembali tempat tinggal, tetapi juga bagian dari komitmen untuk menemani keluarga penyintas dalam membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih aman dan bermartabat.

Melalui semangat One Caritas, One Response, Caritas Indonesia terus mengajak berbagai pihak untuk berjalan bersama dalam menghadirkan solidaritas dan harapan bagi masyarakat yang sedang menjalani proses pemulihan pascabencana.