2026/04/30 - 04:01:28pm

Bupati Tapanuli Tengah Apresiasi Peran Caritas Indonesia dalam Pemulihan Pascabencana

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

 

PANDAN, TAPANULI TENGAH – Semangat kolaborasi kemanusiaan terus diperkuat dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera Utara. Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, SH, MH, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja nyata Caritas Indonesia (Yayasan KARINA-KWI) dalam membantu masyarakat Tapteng yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Masinton dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, pada Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan Gereja Katolik tersebut.

 

Dukungan Komprehensif Sejak Masa Tanggap Darurat

Dalam sambutannya, Bupati Masinton menegaskan betapa krusialnya kehadiran Caritas Indonesia di tengah situasi krisis. "Sejak awal perlu saya sampaikan, besarnya perhatian dan kepedulian Caritas Indonesia sangat membantu kami, baik masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Dukungan ini telah dirasakan sejak masa tanggap darurat hingga kini memasuki fase transisi menuju pemulihan," ungkapnya.

Beliau merinci bahwa intervensi yang dilakukan Caritas Indonesia mencakup sektor-sektor vital yang dibutuhkan warga, di antaranya:

  • Layanan Kesehatan: Pemeriksaan dan pengobatan bagi penyintas.
  • Akses Air Bersih dan Sanitasi: Pembangunan sarana vital untuk mencegah penyakit.
  • Dukungan Psikososial: Pendampingan untuk memulihkan trauma warga, terutama anak-anak dan lansia.
  • Pemenuhan Kebutuhan Dasar: Distribusi logistik bagi masyarakat di pengungsian.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan kemanusiaan ini bukan sekadar materi, melainkan wujud nyata persaudaraan yang sangat bermanfaat bagi pemulihan martabat masyarakat kami," tambah Masinton.

 

Komitmen Keberlanjutan dan Akuntabilitas

Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, dalam kesempatan yang sama menyatakan komitmen Caritas untuk tidak meninggalkan Tapteng pasca-tanggap darurat berakhir. Melalui kerja sama erat dengan Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, program kemanusiaan ini direncanakan terus berjalan hingga Januari tahun depan.

“Kami menjalankan prinsip akuntabilitas. Apa yang kami salurkan merupakan amanah dari umat dan para mitra, baik dari dalam maupun luar negeri. Melalui Real Time Evaluation, kami memastikan pelayanan ini menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta dikerjakan dengan prinsip keadilan bagi para penerima manfaat,” jelas Romo Fredy.

 

Menjunjung Kemanusiaan Tanpa Sekat

Senada dengan hal tersebut, Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso, menekankan bahwa gerakan ini didasari oleh bela rasa yang inklusif. "Hati kami tergerak karena kita disatukan dalam kemanusiaan. Tanpa memandang perbedaan agama maupun suku, siapa pun yang terdampak bencana adalah saudara yang patut dibantu," tuturnya.

Kehadiran delegasi Caritas Indonesia ini juga didampingi oleh Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung, yang memaparkan progres capaian program Emergency Appeal (EA) 2023-2025. Hingga saat ini, ratusan paket pangan, perlengkapan hunian (shelter kit), serta pembangunan hunian tetap (Huntap) dan renovasi rumah (retrofitting) terus dikebut pengerjaannya.

Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, beserta jajaran Staf Ahli, Asisten, dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Melalui sinergi ini, diharapkan Tapanuli Tengah dapat segera bangkit dan memiliki ketangguhan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan.

 

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua