2026/06/30 - 10:02:30am

Air Bersih dan Sanitasi Layak: Gereja Hadir Mewujudkan Sumba yang Lebih Sehat

Berita, Kabar Karina, Kilas Berita by Caritas Indonesia

Di balik perbukitan kering Sumba, air bersih masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan, bukan sekadar dinikmati. Tanpa air yang layak, sanitasi yang sehat pun menjadi sulit dijangkau, dan dari sanalah berbagai penyakit terus berulang dari tahun ke tahun.

Data Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2025 menggambarkan kondisi yang memprihatinkan. Sumba Barat Daya mencatat jumlah kasus malaria tertinggi se-NTT, yakni 2.075 kasus, disertai 887 kasus pneumonia, 3.243 kasus diare, dan 6.090 kasus stunting pada anak-anak. Sumba Tengah yang bertetangga mencatat 1.274 kasus diare, 224 kasus pneumonia, 165 kasus tuberkulosis paru, serta 944 kasus stunting. Di balik angka-angka ini, ada wajah anak-anak yang pertumbuhannya terhambat, dan keluarga yang bergelut dengan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah lewat akses air bersih dan sanitasi yang layak.

Menjawab kondisi tersebut, Caritas Indonesia (KARINA-KWI) bersama PSE Caritas Keuskupan Weetebula menghadirkan Program SHINE (Sumba Health and Integrated Nutrition Empowerment). Melalui Program SHINE, intervensi di bidang Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dijalankan dalam tiga langkah utama: pembangunan dan rehabilitasi sumur bor untuk akses air bersih, pembangunan jamban sehat keluarga, serta edukasi praktik hidup bersih dan sehat. Ketiganya berjalan beriringan, sebab air bersih saja tidak cukup bila tidak disertai sanitasi yang layak dan perubahan perilaku di tingkat keluarga.

 

Dari Sumur Bor, Ribuan Keluarga Terbantu

Sejak digulirkan tahun 2024, Program SHINE menargetkan pembangunan 31 titik sumur bor, dengan 21 titik di Sumba Barat Daya dan 10 titik di Sumba Tengah. Hingga saat ini, 19 titik sumur telah berhasil dibangun, seluruhnya berada di Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, tersebar di sejumlah dusun seperti Magholinyo, Jamanenge, Kadimbil, Karara, Wonno Pareda, Kalembulaguta, Prabehe, Langgulelu, Katunggu Tana, Wikit, Pitugaba, Bahuga A, Bombo, Weenga, Ilhaloko, Waikahoba, dan Kamauta, hingga wilayah Paroki Wanokaza.

 

Pembuatan sumur bor di Kec. Kodi Utara. Dok Caritas PSE Weetebula

 

Dari titik-titik sumur bor yang sudah terbangun ini, manfaatnya kini dirasakan oleh 1.730 kepala keluarga atau setara 11.588 jiwa. Setiap sumur bor bukan sekadar lubang dengan pompa air, melainkan hasil kerja bersama antara Gereja, pemerintah desa, dan masyarakat lokal yang bergerak bersama demi satu tujuan: memastikan air bersih sampai ke rumah-rumah warga. Para imam dan suster turut menjadi garda terdepan dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat, agar mereka tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.

 

Jamban Sehat untuk Keluarga

Berdampingan dengan pembangunan sumur bor, Program SHINE juga menargetkan pembangunan 84 jamban sehat keluarga yang tersebar di 21 titik sumur bor di Kecamatan Kodi Utara. Pembangunan jamban dimulai sejak bulan April, dan hingga akhir Juni, delapan unit telah selesai dibangun, enam belas unit lainnya sedang dalam proses, sementara enam puluh unit sisanya masih dalam tahap persiapan. Tahapan yang berjalan perlahan ini mencerminkan satu hal penting: pembangunan jamban bukan proyek yang datang dari luar, melainkan upaya bersama yang membutuhkan komitmen kuat dari setiap keluarga untuk turut berpartisipasi.

 

Program SHINE Caritas Indonesia Bangun Jamban Sehat untuk Cegah Stunting dan Penyakit di Sumba. Dok Caritas PSE Weetebula

 

Keluarga penerima manfaat dipilih dengan penuh pertimbangan, diprioritaskan bagi rumah tangga yang belum memiliki jamban sama sekali, atau yang memiliki jamban namun dalam kondisi tidak layak. Lebih dari itu, mereka juga dipilih berdasarkan kesediaan untuk ikut ambil bagian secara aktif, baik dalam proses pembangunan, memberikan kontribusi sesuai kemampuan, maupun menjaga dan memanfaatkan jamban tersebut secara berkelanjutan setelah selesai dibangun.

 

Harapan yang Tumbuh Bersama Komunitas

Pendekatan partisipatif ini menjadi kekuatan utama Program SHINE. Dengan melibatkan keluarga dan komunitas secara langsung, baik dalam pembangunan sumur bor maupun jamban sehat, fasilitas yang berdiri bukan sekadar bangunan, melainkan hasil dari kerja sama dan rasa memiliki bersama. Diharapkan, kepemilikan dan pemanfaatan fasilitas air bersih dan sanitasi ini dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian masyarakat, sekaligus menjadi benteng untuk mencegah malaria, diare, pneumonia, tuberkulosis, dan stunting yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut.

Langkah demi langkah, dari satu sumur bor ke satu jamban sehat, dari satu dusun ke dusun lainnya, Program SHINE membawa secercah harapan baru bagi 1.730 keluarga di Sumba. Harapan bagi anak-anak untuk bertumbuh tanpa dibayangi stunting, harapan bagi keluarga untuk lebih jauh dari ancaman penyakit berbasis lingkungan, dan harapan bagi Gereja untuk terus hadir, menyapa, dan berjalan bersama masyarakat Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah menuju kehidupan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.

 

Salam Belarasa

Donasi ke Caritas Indonesia

Amal Kasih untuk anak-anak di Kodi Utara

Lihat Detail
Lihat Semua