Dari Sukoharjo untuk Indonesia – Caritas Indonesia – KARINA

Dari Sukoharjo untuk Indonesia

03/10/2016
Pramono Murdoko, the writer of “Dari Sukoharjo untuk Indonesia: Praktik Baik Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat” (Photo: KARINA)

Pada tanggal 8 September 2016 lalu, KARINAKAS menggelar sebuah hajatan di halaman Gedung Bela Rasa, Jalan Panuluh, Pringwulung, Yogyakarta. Hajatan ini dikemas dalam bentuk diskusi dan bedah buku, serta pameran produk-produk hasil karya dari kelompok difabel yang selama ini mendapatkan pendampingan melalui Program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dan dari komunitas yang mendapatkan pendampingan melalui Program Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Kegiatan setengah hari ini dihadiri oleh tamu undangan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan dari universitas di Yogyakarta, perwakilan dari Paroki Pringwulung, organisasi kelompok difabel, direksi dan seluruh staf KARINAKAS.

Pameran hasil kerajinan para difabel di halaman Gedung Bela Rasa (Foto: KARINA).
Pameran hasil kerajinan para difabel di halaman Gedung Bela Rasa (Foto: KARINA).

 

Acara utama dari hajatan ini adalah diskusi dan bedah buku “Dari Sukoharjo untuk Indonesia: sebuah praktik baik program RBM” yang baru saja diterbitkan oleh KARINAKAS. Bedah buku ini dipandu oleh Ibu Nurul Sa’adah (Direktur SAPDA) dan dibedah oleh Bapak Setia Adi Purwanta (Direktur Dria Manunggal dan Ketua Komite Disabilitas Propinsi DIY), Bapak Sunarman (Direktur PPRBM Solo dan praktisi RBM) dan Bapak Pramono Murdoko (penulis buku & Program Manager KARINAKAS Peduli). Selain diskusi dan bedah buku, acara diisi oleh hiburan nyanyian dan musik dari kelompok musik yang beranggotakan para difabel.

Direktur KARINAKAS, Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr, pada sambutannya memohon kepada para hadirin untuk memberikan masukan terhadap buku yang baru saja diterbitkan ini. Layaknya sebuah dokumentasi hidup, semakin banyak kritik dan saran akan membuat buku ini semakin baik. Hal ini ditujukan pada kegiatan peduli inklusi dari program RBM yang dirintis, dijalankan dan dikembangkan oleh KARINAKAS dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini. Sehingga nantinya yang akan mendapat keuntungan adalah teman-teman difabel, yaitu mereka akan mendapat perlakuan yang lebih layak dan bermartabat.

Sentra menyanyi untuk para tamu. Ia adalah salah satu anak yang bergabung di Sanggar Anak Desa Nguter, Sukoharjo (Foto: KARINA).
Sentra menyanyi dihadapan para tamu. Ia adalah salah satu anak yang bergabung di Sanggar Anak Desa Nguter, Sukoharjo (Foto: KARINA).

 

Sementara itu, Bapak Sarmedi (Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo) menyampaikan bahwa buku ini ditulis dan dibungkus dengan semangat untuk memperbaiki kehidupan para difabel. Isi buku ini mengambil praktik baik dan pengalaman pelaksanaan kegiatan RBM di Desa Nguter dan Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Banyak sekali temuan-temuan di lapangan yang ditulis di dalam buku ini yang patut diperjuangkan. Kehadiran KARINAKAS di Sukoharjo khususnya, telah memberikan warna baru dalam hal penanganan kelompok difabel dan isu-isu yang terkait dengannya. Beliau berharap bahwa pengalaman baik di Sukoharjo dapat dilakukan juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentu saja berdasarkan konteksnya masing-masing.

Lebih jauh lagi, Pak Sunarman dan Pak Setia sepakat bahwa buku ini disusun dengan sangat baik. Mulai dari pemahaman tentang konteks dan strategi RBM, langkah-langkah pelaksanaan program RBM, hambatan dan tantangannya, hingga ke solusi dan rekomendasi atas pengembangan program RBM kedepan dipaparkan dengan sangat jelas. Praktik-praktik baik yang diberikan buku ini sangat kontekstual dengan berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat kita. Sehingga tidak berlebihan pula, apabila Pak Pramono menyatakan bahwa “strategi RBM ini tidak hanya untuk menjawab isu-isu yang dihadapi kelompok difabel, namun juga dapat digunakan untuk menjawab isu-isu yang lain”.

Suasana diskusi dan bedah buku "Dari Sukoharjo untuk Indonesia" (Foto: KARINA).
Suasana diskusi dan bedah buku “Dari Sukoharjo untuk Indonesia” (Foto: KARINA).

 

Melihat dari judulnya, buku ini berupaya untuk mengangkat konteks lokal pelaksanaan Program RBM di Sukoharjo ke konteks yang lebih luas di Indonesia. Pak Setia menambahkan bahwa buku ini mengangkat isu kemanusiaan yang Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasilais. Roh ke-Indonesia-an buku ini terlihat dari bagaimana penulis memotret lokalitas Sukoharjo melalui berbagai contoh kegiatan RBM yang dilakukan di tingkat masyarakat. Bahkan, KARINAKAS berani melepaskan konteks patronisasi RBM dari kerangka WHO demi menonjolkan upaya masyarakat dalam mengembalikan hak-hak para difabel.

Buku yang menjadi bahan diskusi (Foto: KARINA).
Buku yang menjadi bahan diskusi (Foto: KARINA).

 

Buku ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kesaksian atas kisah baik pelaksanaan kegiatan RBM di Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo dipilih pada waktu itu karena mereka sudah lebih siap daripada daerah lain dalam menangani isu-isu difabel. Perda difabel sudah ada di kabupaten ini sejak tahun 2009. Semoga buku ini bisa menjadi referensi untuk pengembangan program RBM dan menjadi perangkat kerja kegiatan advokasi. Sehingga nantinya buku ini juga bisa dikembangkan sebagai buku manual untuk program pemerintah, jurnal akademik dan bahan bacaan untuk umum. ▪ YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta