Caritas PSE Keuskupan Sibolga: Mengenali Peluang Dukungan dari Stakeholder Eksternal – Caritas Indonesia – KARINA

Caritas PSE Keuskupan Sibolga: Mengenali Peluang Dukungan dari Stakeholder Eksternal

30/03/2015

Salah satu karakteristik komunitas yang resilien (tangguh) adalah mampu menemukenali kapasitas lokal dan akses ke sumber-sumber daya yang ada di luar komunitasnya. Dalam kegiatan pendampingan Caritas PSE Keuskupan Sibolga setelah tahap memfasilitasi pembentukkan kelompok swadaya masyarakat (KSM), anggota KSM dampingan didorong untuk mengembangkan rencana kerja tahunan partisipatif.  Melalui proses perencanaan aksi partisipatif, anggota KSM diharapkan memiliki pemahaman bersama tentang apa yang ingin dikerjakan oleh kelompok dalam rentang waktu setahun ke depan, mengapa mereka melakukannya,  dan  kejelasan siapa melakukan apa dalam hal ini apa peran dan tanggungjawab setiap anggota KSM dalam pelaksanaan rencana kerja. 

Saat perencanaan kerja, selain mengindentifikasi kapasitas lokal, anggota KSM difasilitasi untuk menemukenali kesenjangan kapasitas (capacity gap). Pada bagian ini, anggota KSM mengidentifikasi sumber daya apa yang tidak dimiliki dan kemudian mencoba menemukenali pemangku kepentingan (stakeholder) potensial untuk membantu mereka dalam proses realisasi rencana kerja KSM. Proses menemukenali tersebut tidak hanya berhenti pada saat rapat rencana aksi namun kemudian berlanjut dengan mengundang para stakeholder yang sudah diidentifikasi untuk datang pada rapat stakeholder. Dalam rapat stakeholder tersebut, KSM mempresentasikan rencana kerja KSM dan mendiskusikan peluang dukungan dari stakeholder eksternal dalam pelaksanaan rencana kerja KSM.

Baru-baru ini (19 Maret 2015) rapat stakeholder telah berhasil diselenggarakan oleh 5 KSM di Amandraya dampingan Program BCR (Building Community Resilient). Sebagai informasi, program BCR adalah program pengembangan livelihood (Community Managed Livelihood Promotion) dengan mengintegrasikan isu kesehatan, pengurangan risiko bencana, kesetaraan gender dan pengembangan kelompok atau organisasi masyarakat dalam kegiatan pendampingan. Kelima KSM tersebut antara lain: KSM Harapan Dusun 2 Desa Hilmbulawa, KSM Kenang-Kenangan Dusun 3 Desa Hilimbulawa, KSM Faomasi Dusun 1 Desa Sinar Ino’o, KSM Fahasaradodo Dusun 2 Desa  Sinar  Ino’o  dan  KSM  St.  Mathias,  Paroki Amandraya.

Kegiatan ini diadakan di Balai Desa Hilimbulawa. Sebelumnya kelima KSM ini telah mendapatkan legalitas baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan. Pertemuan ini selain dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus KSM juga dihadiri oleh masing masing Kepala Desa dan Sekretaris Desa, Kepala Puskesmas Kecamatan Amandraya dan staf, Camat Amandraya yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum, Pastor Paroki St. Mathias, fasilitator pendampingan dan Manajemen Yayasan Caritas PSE Keuskupan Sibolga.

Faoziduhu Laia, salah seorang pengurus KSM Kenang-Kenangan, mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan terlaksananya pertemuan stakeholder tersebut. Menurutnya selama ini anggota masyarakat sangat sedikit mendapatkan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya dalam kegiatan pembangunan di masyarakat. Dia berharap ada tindak lanjut dari pertemuan stakeholder tersebut.

Kepala Desa Hilimbulawa, Kasihan Bu’ulolo, juga menyampaikan apresiasinya dengan terlaksananya pertemuan stakeholder. Ada kebanggaan yang dirasakan karena  desanya menjadi salah satu dari ratusan desa yang ada di Pulau Nias yang dipilih oleh Yayasan Caritas PSE untuk didampingi. Menurutnya kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan  kapasitas  anggota masyarakat  terutama  di  bidang pengembangan  budidaya karet unggul.

Dalam sepatah katanya, Pastor Paroki St. Matias Amandraya yang diwakili oleh Pastor Ferdinand Waruwu,  OFM.Cap,  memotivasi  anggota  KSM  untuk  pro-aktif  dalam  menjalankan  rencana kegiatan KSM. Cara cara bertani yang serampangan harus ditinggalkan dan cara cara bertani yang terencana dan terkelola dengan baik harus dilakukan. Pastor Ferdinand berharap umat di Paroki St. Matias Amandraya menjadi kuat dan terampil bertani terutama dalam komoditi karet unggul.

Pastor Mikael To, Pr. – Direktur Yayasan Caritas PSE Keuskupan Sibolga,   memaparkan   bahwa   sesuai   dengan   hasil asesmen sebelum program dimulai bahwa mayoritas mata pencaharian di desa sasaran adalah berkebun karet. Berkebun karet yang  dimaksud  disini  adalah  menyadap pohon karet lokal yang tumbuh secara alamiah di lahan atau di hutan. Berdasarkan hasil asesmen, pohon karet lokal yang tersebar luas di   lahan   masyarakat   tidak   sebanding   dengan getah yang dihasilkan dari bibit karet unggul. Caritas PSE Keuskupan Sibolga melihat bahwa promosi budidaya karet unggul lebih relevan dibandingkan mempromosikan budidaya sawit yang notabene adalah  komoditas  yang  tidak  familiar di  masyarakat. Selain sektor  budidaya  karet  okulasi,  sektor  lain  seperti  budidaya tanaman muda, ketahanan pangan, peningkatan kesehatan masyarakat melalui   kegiatan Posyandu,   pengurangan   risiko bencana, kesetaraan gender dan pengembangan kapasitas kelompok juga menjadi sektor yang diperhatikan Caritas PSE agar diintegrasikan dalam tiap rencana kerja KSM atau organisasi masyarakat.

Pada  kesempatan  itu,  Kepala  Puskesmas  Amandraya,  Fasman Zebua, turut memberi umpan balik tentang hasil presentasi rencana kerja KSM. Dia menyambut baik rencana kerja KSM terutama yang menyangkut  pelaksanaan kegiatan posyandu. Menurutnya, tindakan pro aktif masyarkat dalam merencanakan kegiatan posyandu tidak hanya memudahkan staf kesehatan dari Puskesmas dalam menjalankan program peningkatan kesehatan di masyarakat tetapi juga membantu dalam membangun rasa kepemilikan di masyarakat tentang kegiatan Posyandu tersebut. Urusan peningkatan kesehatan masyarakat tidak semata tanggung jawab petugas kesehatan dari Puskesmas tetapi tanggungjawab bersama dengan masyarakat. Sebagai langkah kongkrit dari kemitraan ini, dia menyarankan agar dalam rencana kerja KSM, sebelum kegiatan Posyandu dilaksanakan sebaiknya diadakan penyegaran kader Posyandu terlebih dahulu. Karena berdasarkan pengalaman ketika tim kesehatan dari Puskesmas datang ke masyarakat, kader Posyandu kurang aktif.

Mengakhiri umpan balik dari stakeholder, Otaliu Bago, Kepala Seksi Pelayanan Umum, memberi dukungan moril agar masyarakat tetap semangat menyambut kegiatan positif dalam pembangunan desa. Dia memotivasi anggota KSM yang hadir pada pertemuan tersebut untuk memahami bahwa program yang dihadirkan oleh Caritas bukan program bantuan semata tetapi program pember- dayaan dan menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan mendukung kegiatan kegiatan KSM yang direncanakan setiap tahun- nya.

‘Pada dasarnya banyak program pemerintah baik dari kabupaten maupun dari pusat di sektor pertanian. Tentu kami sebagai aparat pemerintah bertanggungjawab untuk memberi informasi kepada masyarakat atau anggota KSM agar dapat mengakses dukungan tersebut. Kami mengapresiasi upaya perberdayaan yang dilakukan oleh Caritas dan kami siap bermitra dengan KSM dan  Caritas  PSE  Keuskupan  Sibolga dalam  mensukseskan  pemberdayaan  masyarakat  desa,’ ungkap  Bapak  Otaliu  sebelum mengakhiri arahan dan bimbingannya kepada 47 orang anggota KSM peserta rapat.

Pertemuan stakeholder antara anggota KSM dengan stekaholder eksternal berlangsung lancar dari pukul 10.30 Wib hingga pukul 14.30  Wib.  Pertemuan  ini  selain  menjadi  bentuk  legitimasi  terhadap  keberadaan  KSM  di  komunitas, sekaligus ini menjadi pengalaman berharga bagi  masyarakat dalam melakukan dialog pembangunan yang terkesan selama ini menjadi domain orang orang tertentu di masyarakat. ‘Pelibatan masyarakat basis dalam forum forum seperti ini tidak hanya memberi peluang kepada masyarakat untuk berbicara tentang kebutuhan mereka tetapi juga memberi peluang kepada mereka untuk didengar,’ ungkap Aktivitas Sarumaha, staf Caritas PSE yang ikut hadir pada pertemuan itu.

KSM bersama dengan Caritas PSE menargetkan beberapa kegiatan dalam rencana kerja KSM untuk diintegrasikan dalam rapat MUSREMBANGDES tahun 2016. Mengutip perkataan Direktur Caritas PSE KS, pertemuan stakeholder hari ini tidak akan berhasil terlaksana tanpa penerimaan yang baik dari masyarakat dan juga pemerintah. Semoga keberhasilan pertemuan stakeholder tersebut menjadi awal yang manis dalam proses ke depan. Masih panjang jalan yang harus ditempuh menuju masyarakat yang tangguh dan berdaya. Seperti pepatah lama mengatakan perjalanan 1000 mil diawali dengan satu langkah   kecil. Kiranya  langkah  awal  ini  sungguh  membawa  perubahan dan manfaat besar bagi masyarakat dampingan pada waktunya nanti 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta