Caritas: Melayani orang miskin dan menjadi saksi Kristus yang sejati – Caritas Indonesia – KARINA

Caritas: Melayani orang miskin dan menjadi saksi Kristus yang sejati

15/05/2015


Paus Fransiskus pada hari Selasa, 12 Mei 2015, berkata bahwa siapa saja yang menjalankan misi ‘Caritas’ adalah saksi Kristus yang sejati  (via Radio Vatikan). 

Pada kotbahnya saat Misa pembukaan Sidang Umum ‘Caritas Internationalis’ XX, Paus menyampaikan bahwa organisasi kemanusiaan dan pembangunan milik Gereja mewujudkan kekuatan kasih Kristiani dan keinginan Gereja untuk menghadirkan Yesus dalam diri setiap orang, terutama mereka yang miskin dan menderita. 

Misa yang diadakan di Basilika St. Petrus tersebut mengawali rangkaian kegiatan Sidang Umum ‘Caritas Internationalis’ yang dihadiri oleh anggota-anggota Konfederasi Caritas dari seluruh dunia. Agenda utama dari sidang ini adalah untuk menetapkan kerangka kerja strategis dan anggaran untuk empat tahun ke depan.

 

 

Berikut ini adalah kotbah dari Paus Fransiskus:

KOTBAH PADA MISA PEMBUKAAN SIDANG UMUM CARITAS INTERNATIONALIS XX TANGGAL 12 MEI 2015 

Bacaan dari Kisah Para Rasul (Kis. 16: 22.34) yang baru saja kita dengarkan mencoba menampilkan seorang karakter yang spesial. Ia adalah sipir penjara di Filipi, dimana Paulus dan Silas ditahan. Setelah Paulus dan Silas dipukuli dan dicambuk atas perintah para pejabat pemerintah, mereka dijebloskan ke dalam penjara dan seorang sipir diminta untuk menjaga mereka dengan ketat. Pada malam saat sipir penjara merasakan telah terjadi gempa dan melihat pintu penjara terbuka, ia menjadi ketakutan dan ingin bunuh diri. Namun Paulus berusaha untuk menenangkan sipir tersebut; sambil gemetar dan bertanya-tanya, sipir tersebut kemudian berlutut dan meminta ampun.

Kisah tersebut menceritakan kepada kita bahwa orang tersebut kemudian beranjak untuk mendapatkan iman kepercayaan dan penyelamatan: bersama dengan anggota keluarganya, ia mendengarkan Firman Allah; membasuh luka-luka Paulus dan Silas; dibaptis bersama seluruh anggota keluarganya; dan kemudian menerima Paulus dan Silas di rumahnya, menyiapkan meja dan makanan bagi mereka.

Bacaan Injil tersebut mengajak kita untuk membasuh kaki dan luka mereka yang menderita dan menyiapkan meja bagi mereka. Tindakan yang sederhana, dimana penerimaan Firman dan sakramen Pembaptisan diikuti dengan penyambutan sebagai saudara, seolah-olah merupakan satu tindakan sekaligus: untuk menyambut Tuhan dan menyambut sesama; untuk menyambut sesama dalam kasih Tuhan; untuk menyambut Tuhan dan menyatakannya dalam wujud pelayanan kepada sesama. Firman, Sakramen, dan pelayanan tersebut saling terkait dan saling mengisi satu sama lain, seperti yang terlihat dalam kesaksian di masa awal Gereja.

Melalui tindakan tersebut kita bisa melihat karya keseluruhan dari Caritas. Caritas sekarang menjadi Konfederasi yang besar, yang dikenal secara luas di seluruh dunia atas karya dan pencapaiannya. Caritas merupakan perwujudan Gereja di banyak tempat di dunia dan masih terus berusaha untuk memperluas diri ke berbagai paroki dan kelompok masyarakat lainnya, untuk memperbarui karya-karya Gereja sebelumnya. Pada dasarnya, sumber dari segala pelayanan yang anda lakukan ada pada tindakan sederhana untuk menerima Tuhan dan sesama. Itulah sumber utamanya; jika anda menghilangkan sumber itu maka Caritas akan mati. Penerimaan tersebut secara pribadi akan anda alami terlebih dahulu, baru kemudian anda pergi ke seluruh dunia untuk melayani sesama dalam nama Kristus, baik mereka yang pernah anda temui maupun pribadi-pribadi yang akan terus anda jumpai dan dekati sebagai saudara. Terima kasih atas apa yang sudah anda lakukan, anda sebenarnya menghindarkan Caritas dari resiko dianggap sebagai organisasi kemanusiaan semata.

Tidak ada ‘Caritas’ yang besar atau kecil, semua sama. Mari kita memohon kepada Tuhan agar kita mampu  memahami dimensi ‘Caritas’ yang sebenarnya; juga agar kita tidak jatuh pada keyakinan yang menyesatkan bahwa sentralisasi yang terorganisir dengan baik merupakan cara yang terbaik; agar kita mampu memahami bahwa ‘Caritas’ selalu ada di mana pun, di setiap Gereja; agar kita sadar bahwa inti dari ‘Caritas’ bukan hanya bantuan, pelayanan, dan pengalaman.

Siapapun yang menjalankan misi Caritas tidak semata-mata hanya menjadi pekerja amal, namun merupakan saksi Kristus yang sejati. Ia adalah orang yang mencari Kristus dan membuka pintu bagi Kristus; orang-orang yang mengasihi dengan semangat Kristus, semangat untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Segala yang kita perbuat dan rencanakan tidak akan ada artinya jika tidak dijalankan dengan kasih dalam diri kita. Bukan kasih kita, namun kasih-Nya. Yaitu: kasih kita yang dimurnikan dan diperkuat dengan kasih-Nya.

Dengan demikian, kita dapat melayani dan menyiapkan meja untuk siapa saja. Gambaran yang indah lainnya dari Firman Tuhan tersebut adalah: mempersiapkan meja. Saat ini pun, Tuhan mempersiapkan meja untuk Ekaristi. Caritas mempersiapkan banyak meja bagi mereka yang kelaparan. Dalam beberapa bulan terakhir ini anda melakukan kampanye ‘One human family, food for all‘. Masih banyak orang yang kelaparan. Bumi ini memiliki cukup makanan untuk semua orang, namun nampaknya kerelaan untuk berbagi dengan sesama masih kurang. Kita seharusnya mempersiapkan meja untuk semua orang dan memastikan akan ada meja untuk semua orang. Kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan agar semua orang bisa makan, namun kita juga harus ingat bahwa di hari penghakiman nanti Allah akan mengungkap apakah kita sudah cukup berusaha untuk menyediakan makanan bagi-semua orang (Matius 25:35) dan apakah kita sudah melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan lingkungan agar dapat menyediakan makanan.

Dan sambil memikirkan tentang meja perjamuan Ekaristi, kita tidak boleh melupakan sesama kita yang Kristiani yang secara keji tidak mendapatkan makanan baik untuk tubuh maupun jiwa mereka: yang tersingkir dari rumah dan gereja mereka – yang dihancurkan. Saya terus mengingatkan untuk tidak melupakan mereka dan hal tersebut merupakan suatu bentuk ketidakadilan yang tidak bisa ditoleransi.

Bersama dengan berbagai organisasi amal Gereja lainnya, Caritas mewujudkan kekuatan kasih Kristiani dan keinginan Gereja untuk menghadirkan Yesus dalam diri semua orang, terutama mereka yang miskin dan menderita. Inilah yang akan menuntun kita. Dengan demikian saya berharap bahwa anda sekalian akan berkarya berdasarkan sudut pandang tersebut. Kita serahkan mereka dalam perlindungan Santa Perawan Maria, yang membukakan pintu bagi Tuhan dan sesama kita sebagai pedoman dasar hidup-Nya. Dan besok kita akan merayakan peringatan Santa Perawan Maria dari Fatima, sebagai perwujudan akan kemenangan kita atas kejahatan. Dengan dukungan yang besar itulah kita tidak akan merasa takut untuk melanjutkan misi kita. Amin.

*Teks resmi dipublikasikan melalui website resmi Paus Fransiskus

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta