Blitar: Kekeringan Melanda – Caritas Indonesia – KARINA

Blitar: Kekeringan Melanda

11/11/2014

Kabupaten Blitar, khususnya di wilayah Kecamatan Wates merupakan wilayah dengan curah hujan yang rendah pertahunnya dengan kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan batu kapur. Maka secara khusus di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Wates, setiap tahunnya mengalami musim kering lebih awal dan mendapat curahan hujan lebih lambat daripada daerah-daerah yang ada di sekitarnya. Kondisi geografis daerah ini juga berada di daerah lereng perbukitan yang melintang dari arah barat ke timur menuju laut selatan Jawa.

Gejala kekeringan di wilayah Kabupaten Blitar secara serius telah dirasakan sejak bulan Agustus 2014. Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan, bahwa di wilayah Blitar bagian Selatan setidaknya ada enam kecamatan yang dilanda kekeringan. (http://daerah.sindonews.com/read/896032/23/kekeringan-landa-enam-kecamatan-di-blitar).

Di awal bulan September 2014, warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk masak, mandi, cuci atau keperluan lainnya, warga mengusahakan mencari di beberapa sumber desa yang terdekat. Sumur di rumah-rumah wargapun sudah mengering dan membuat warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air untuk memasak. Sehingga, warga harus mencari air keluar dari wilayah Kabupaten Blitar, tepatnya di daerah Donomulya, Kabupaten Malang selatan.

Dari paparan perangkat desa dan para ketua RW (RW 01, 02, dan 03) Desa Tugurejo, serta dalam pertemuan dengan Bapak Rustin selaku Camat Kecamatan Wates (03 November 2014), diketahui bahwa mereka sudah mengajukan surat permohonan bantuan air bersih ke kabupaten. Namun respon dari pemerintah kabupaten dan BPBD Kabupaten kurang begitu menggembirakan. Bantuan yang diberikan masih sangat kurang dari kebutuhan sesungguhnya dari warga terdampak.

Kekeringan paling parah dirasakan oleh warga RW 01, 02 dan 03 di Desa Tugurejo. Di RW 01 terdapat 3 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 122 KK. RW 02 terdapat 5 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 277 KK. Sedangkan RW 03 terdapat 5 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 280 KK. Total KK dari ketiga RW tersebut adalah 679 KK (kurang lebih 3.395 jiwa). Sekitar 95% warga tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersihnya. Sedangkan hanya 5% warga saja yang mampu membeli air bersih dari mobil-mobil tangki non-pemerintah.

Kebutuhan mendesak yang harus diperhatikan adalah, bahwa setiap Kepala Keluarga membutuhkan air bersih sekitar 100 liter per hari. Dengan asumsi setiap KK terdiri dari 5 jiwa dengan kebutuhan air masing-masing 20 liter. Untuk menjawab permasalahan ini, pada tiap RW akan dibuat tempat penampungan air, dengan membangun embung (mini chekdam) darurat dari terpal dengan kapasitas sekitar 4.500-5.000 liter. Di RW 01 rencananya akan dibangun penampungan air di 3 tempat, dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 122 KK. Sedangkan di RW 02 akan dibangun 5 tempat penampungan air, begitu pula di RW 03. Untuk saat ini, kebutuhan air dipenuhi dari truk tangki pengangkut air. Pemerintah sendiri melalui BNPB belum melakukan pengiriman air secara rutin.


Tim Plesir ( Pelangi Pesisir ) sebagai mitra kerja dari Karina Keuskupan Surabaya pada tanggal 4 November 2014 mulai melakukan kajian ke wilayah Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Merekapun telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan Desa Tugurejo dan Kecamatan Wates, serta BPBD ataupun PNBD Jatim yang merupakan penanggungjawab atas respon bencana kekeringan di daerah dampingan mereka. Pada tanggal 6 November 2014, Karina Keuskupan Surabaya memberikan dukungan dana untuk respon tanggap bencana berupa dana Rp. 13.000.000 (tiga belas juta rupiah).

Adapun tenggang waktu respon atas bencana ini akan dialokasikan selama 2 minggu; mulai tanggal 08 – 22 November 2014. Sementara ini, pemenuhan kebutuhan air bersih warga akan disediakan oleh Karina Keuskupan Surabaya dan BPBD Kabupaten Blitar atau PNBD Jatim secara bergiliran. Tim Plesir melakukan distribusi air pada 3 hari sekali di masing-masing RW terdampak. Untuk pengawalan distribusi air ke lokasi terdampak dilakukan oleh relawan Plesir bekerjasama dengan instansi pemerintahan desa setempat.

Untuk informasi lebih lanjut, maupun dukungan untuk penanganan masalah kekeringan ini bisa menghubungi langsung RD. Sabas Kusnugroho, dengan nomer telpon 081217822772.  

*Sumber: Laporan Situasi KARINA Keuskupan Surabaya, yang ditulis oleh Agustinus Budi Pranoto. Editor: tim NAC KARINA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta