Biogas: Ubah Perilaku Demi Hutan Lestari – Caritas Indonesia – KARINA

Biogas: Ubah Perilaku Demi Hutan Lestari

22/09/2015
DSC 0341-2

DSC 0341-2Wajahnya tampak sumringah saat Tim KARINAKAS mengunjunginya untuk mengetahui perkembangan biogas. Awalnya, membuat biogas dianggap sesuatu yang sulit dan mahal. Butuh waktu yang lama untuk membuatnya yakin bahwa kotoran sapi bisa diolah menjadi energi yang bisa digunakan untuk memasak. Sekedar cerita saja tidak cukup untuk meyakinkannya.

Pak Suyatno beberapa kali membatalkan rencananya untuk membuat biogas. ‘Sudahlah, saya tidak jadi membuat biogas. Saya sudah melihat bagaimana biogas dibuat dan tidak berhasil. Saya sudah yakin bahwa tempat saya pasti juga tidak jadi. Tanah yang sudah digali itu saya gunakan untuk menampung air hujan saja’, katanya kepada Hardono, Program Oficer KARINAKAS. Menurut Suyatno, pada tahun 2012 ada program pembuatan biogas dari pemerintah namun biayanya sangat mahal. Warga langsung dibuatkan dan terima jadi. Akan tetapi karena biayanya sekitar 30 juta rupiah tidak ada warga yang tertarik untuk membuatnya lagi.

Tapi, Pak Hardono tidak patah arang. Dia tetap rutin mengunjungi dan memantau konstruksi yang dibuat di rumah pak Suyatno. Pak Suyatno pun tetap melanjutkan pembangunan konstruksinya. Saat proses pembuatan instalasi biogas ini Suyatno selalu melibatkan anak dan istrinya. Setelah konstruksi jadi, dirangkailah pralon-pralon untuk dihubungkan ke kompor. ‘Saya sedang pergi saat biogas di tempat saya menyala. Nah karena itu menyala pertama kali langsung dimatikan, supaya ketika saya pulang gasnya masih ada dan saya bisa melihatnya.’ Kisahnya dengan penuh semangat. Sekarang Suyatno yakin bahwa siapa saja bisa membuat biogas.

Proses Pembangunan Outlet atau Lubang Buang Biogas 2
Dalam sebuah pertemuan pernah ada yang bertanya, ‘Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat biogas?’ Suyatno menjawab, ‘Cukup dengan 3 juta, tanpa biaya tenaga, sudah bisa jadi biogas.’ Waktu itu tidak ada yang percaya. Namun sekarang ini ada yang meminta Suyatno untuk membuatkan biogas dan bersedia membayar. Akan tetapi dia tidak mau dibayar. Suyatno mau membantu mendampingi untuk membuat biogas jika orang yang meminta tolong terlibat dalam pembuatannya, agar pengetahuan tentang biogas bisa ditularkan. ‘Saya mendapatkan pengetahuan ini dengan cuma-cuma jadi saya juga akan membagikannya dengan cuma-cuma kepada siapa saja yang mau’, katanya.

Tumpukan kayu di samping rumah yang sedianya akan digunakan untuk kayu bakar menyadarkan Suyatno akan tindakannya yang membuat kayu di hutan semakin berkurang. Saat ini Suyatno berharap dia dan keluarganya bisa mengurangi penggunaan kayu bakar melalui penggunaan biogas.

*Penulis: Sr. Huberta, FSGM – KARINAKAS

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta