Bangkit Setelah Gempa di Pijay – Caritas Indonesia – KARINA

Bangkit Setelah Gempa di Pijay

24/02/2017

Menyoe meurempoek rumoeh sementara lon senang, karna menyoe lam tenda lupi atee malam. Peu lom atee ujeun abeh basah mandum,” (Saya senang jika dapat rumah sederhana, karena saya merasa kedinginan pada malam hari saat tinggal di dalam tenda. Belum lagi bila turun hujan, basah semua) demikian ucap Ibu Khatijah Puteh, salah seorang penyintas dari bencana gempa di Pidie yang terjadi tahun lalu. Wanita berusia 60 tahun ini menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan yang telah diberikan, walaupun sifatnya hanya sementara.

Hari itu, 4 Februari 2017, tim KARINA mengunjungi tenda para pengungsi bencana gempa di Desa Tampui, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Desa Tampui merupakan lokasi terparah yang terdampak oleh gempa sebesar 6,4 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu 7 Desember 2016. Desa ini dihuni oleh 318 kepala keluarga yang harus menyaksikan sebagian besar bangunan rumah mereka roboh oleh gempa. Bahkan, rumah berkonstruksi betonpun ikut roboh oleh kekuatan gempa itu. Sampai dengan hari kunjungan itu, masih ada 7 kepala keluarga dari Desa Tampui  yang tinggal di tenda-tenda. Mereka masih menunggu proses verifikasi kerusakan bangunan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Ibu Khatijah (kiri) bersama staf KARINA pada saat melakukan kajian mendalam di Desa Tampui (Foto: dr Baskoro).
Ibu Khatijah (kiri) bersama staf KARINA pada saat melakukan kajian mendalam di Desa Tampui (Foto: dr. Baskoro).

Ibu Khatijah adalah salah satu warga Desa Tampui yang masih tinggal di tenda. Sedangkan sebagian besar warga desa tersebut sudah tinggal di tempat hunian sementara (huntara) yang diberikan oleh pemerintah. Ibu Kathijah menempati tenda dari terpal berukuran 3 x 4 meter bersama dua orang cucunya, yaitu Meleriazil (11 th) dan Rifki (5 th). Tenda tersebut diperolehnya dari keponakannya yang bekerja di PMI daerah. Selama di pengungsian, ia tidur dan menyimpan barang-barangnya di tenda itu. Sedangkan untuk keperluan memasak, ia melakukannya di dapur sederhana yang ia buat di dekat rumahnya yang telah roboh.

Sehari-harinya, Ibu Khatijah bekerja sebagai petani dan sesekali menjadi buruh tani. Ia memiliki 100 batang pohon coklat yang hasilnya cukup untuk keperluan hidupnya, bahkan untuk memulihkan diri setelah bencana. “Ibu adalah seorang yang mandiri. Dia tidak ingin merepotkan orang lain,” kata Bang Adi, salah seorang menantunya yang berhasil ditemui oleh Tim KARINA.

Ibu Kathijah saat ini berproses untuk mendapatkan bantuan hunian sementara kepada Vivat dan Pusaka yang tergabung dalam Joint Response ERCB (Emergency Response Capacity Building). Konsorsium ERCB terdiri dari beberapa lembaga dengan keahlian yang berbeda-beda. Pusaka berpengalaman dalam hal hunian dan perlindungan anak, Bina Swadaya berpengalaman dalam hal pemulihan mata pencaharian dan sanitasi, Perdhaki fokus dalam pelayanan kesehatan dan medis, dan Yayasan KARINA dan Caritas PSE Keuskupan Agung Medan fokus dalam hal hunian, logistik dan jaringan tanggap darurat yang luas.

Tim KARINA dan ERCB melakukan kajian mendalam bersama warga (Foto: dr. Baskoro).
Tim KARINA dan ERCB melakukan kajian mendalam bersama warga (Foto: dr. Baskoro).

Yayasan KARINA, Caritas PSE Keuskupan Agung Medan dan lembaga-lembaga yang tergabung dalam Joint Response ERCB, sudah melakukan respon sejak tanggal 8 Desember 2016 sampai dengan hari ini. Fokusnya adalah melakukan intervensi di tiga Kecamatan yaitu Bandar Baru, Trienggading dan Meureudu. Dari hasil kajian telah disepakati bahwa respon bersama diarahkan pada sektor hunian sementara, penyediaan fasilitas MCK dan promosi kebersihan, dan penyediaan bahan non pangan.

Selain kegiatan di atas, Yayasan KARINA juga mengirimkan dua orang staf perempuan ke Pidie Jaya pada tanggal 31 Januari – 5 Februari 2017, untuk melakukan kajian mendalam berbasis gender. Harapannya, bantuan yang diberikan akan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan konteks masyarakat di Aceh, khususnya bagi kelompok perempuan, anak-anak dan orang tua. Berbagai upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana perlu benar-benar mempertimbangkan isu gender di dalamnya. Sehinga akan terwujud partisipasi yang baik antara perempuan dan laki-laki dalam meminimalisir resiko bencana yang ada. ● Th. Kushardini/YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta