Yen Mbantu Ojo Setengah-tengah – Caritas Indonesia – KARINA

Yen Mbantu Ojo Setengah-tengah

22/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaSekilas ia tampak pendiam. Awal perjumpaan dengan saya, ia hanya menjawab pendek-pendek. Namun kali lain, ia menjawab begitu runtut bahkan sempat saling melempar canda. Ia, Petrus Budi Widyatmoko atau biasa disapa Mas Budi.Mas Budi sudah hampir lima tahun ini aktif dalam karya kemanusiaan di Gereja Katolik Paroki St. Maria de Fatima, Sragen. Di awal keaktifannya, ia berkecimpung dalam Forum Komunitas Pelajar Katolik (FKPK) dan Pendalaman Iman Remaja (PIR).

Biasanya dalam satu tahun Mas Budi dan rekan-rekan mengorganisir kegiatan outbond (kegiatan alam terbuka yang biasanya untuk membentuk/memperkuat tim). Semenjak bencana banjir melanda Kabupaten Sragen di tahun 2007, ia pun mulai terlibat dalam karya kemanusiaan bersama Karina Keuskupan Agung Semarang – Posko Sragen.

‘Awale yo gak ngerti meh ngopo? Nulungi opo? Nggo alat opo? Akhire yo ming kontak-kontakan hubungi teman-teman memantau keadaan (Awalnya ya tidak tahu harus berbuat apa? Menolong bagaimana? Memakai alat apa? Akhirnya hanya menghubungi teman-teman memantau keadaan),’ tutur Mas Budi.

Meski tak mengerti benar harus berbuat apa, dia tetap bersemangat membantu sesama yang ditimpa musibah. Rumahnya yang kebanjiran sempat ia tinggalkan, untuk mengepak bantuan hingga mendistribusikannya.

Semenjak saat itu, Mas Budi menjadi salah satu relawan Karina yang aktif. Di lingkup Keuskupan Agung Semarang, ia berperan aktif mendampingi masyarakat Desa Pandak (Sragen) dalam membangun kesiapsiagaan tingkat desa. Salah satunya, ia mendampingi pembuatan perahu yang sebagian dananya berasal dari bantuan Karina KAS. Tidak hanya di lingkup Keuskupan Agung Semarang, beberapa kali Mas Budi berpartisipasi dalam pelatihan di jaringan Karitas di Indonesia. Bisa dikatakan ia cukup total mendedikasikan waktunya untuk kegiatan Karina.

Ia makin bersemangat setelah dibekali beragam ketrampilan yang didapatnya dari pelatihan maupun forum bersama, seperti Water Rescue, Pengurangan Resiko Bencana, Emergency Response dan Java Flood.

Pesan Sang Ayah
‘Saya petani,’ jawabnya singkat. Saban hari, Mas Budi tak melupakan pekerjaan utamanya pergi ke sawah. Dari situlah ia menggantungkan hidup, karena ia menyadari bahwa berkarya bersama Karina merupakan kerja sosial tanpa memikirkan pamrih. ‘Dulu ketika ada proyek ya ada uang transport, tapi saya dan teman-teman relawan tidak mengandalkan hidup di Karina. Ini adalah bentuk kasih untuk sesama,’ kata Mas Budi mantap.

Semangat kasih itu ditanamkan benar oleh almarhum ayahnya, FX Ngadiyo. ‘Ayah saya dulu berpesan, yen mbantu ojo setengah-setengah, kudu tekan tuntas. Yen ora mending rasah! (kalau membantu jangan setengah-setengah, harus tuntas. Kalau tidak bisa, lebih baik tidak usah)’ kenang Mas Budi. Semangat kasih Sang Ayah kini dilanjutkan Mas Budi. Memenuhi panggilan kemanusiaan secara total, tanpa pamrih.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta