Warga Teluk Jambe yang Terlupakan – Caritas Indonesia – KARINA

Warga Teluk Jambe yang Terlupakan

06/04/2017
Staf KARINA dan staf MDMC bersama para penyintas @photo KARINA
Staf KARINA dan staf MDMC bersama para penyintas @photo KARINA

Dengan raut muka muram, seorang bapak yang tidak mau disebut namanya, berkisah tentang perjalanannya untuk menggapai sebuah keadilan. Namun keadilan itu hingga kini belum juga datang. Mungkin sudah bosan dia menceriterakan kisah getir hidupnya itu kepada siapapun yang datang. Namun ia tetap ingin berbagi, sekedar untuk mengeluarkan kesesakan hati.

Sementara di sekitar dia duduk, terdengar riuh suara anak-anak yang sedang belajar di dalam masjid. Wajah-wajah tanpa dosa yang mungkin tidak menyadari nasib apa yang sedang menimpa mereka dan orangtuanya. Yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka harus berpindah-pindah tempat tinggal dari tempat yang satu ke tempat lain. Mereka juga tidak paham mengapa harus meninggalkan keceriaan di bangku sekolah mereka, yang biasa dinikmati oleh anak-anak sebayanya. Senyum dan keceriaan mereka setiap menyambut orang yang datang seolah menyiratkan sebuah asa yang entah kapan akan tergapai.

Foto Teluk Jambe-2jpg
Kegiatan anak-anak di Masjid. @photo KARINA

Sebanyak 217 warga dari Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terdampar di Jakarta sejak 14 Maret 2017. Sekarang sebagian dari mereka ditampung di tempat penampungan sementara di Masjid Al Istiqomah, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pos penampuangan Al-Maun dikelola Muhamadiyah. Dari antara mereka ada 35 anak-anak usia sekolah, 13 anak bawah lima tahun dan 71 orang lanjut usia. Berdasarkan informasi dari koordinator Pos Al-Maun, penyintas anak-anak usia sekolah sudah tidak bersekolah semenjak bulan Oktober 2016. Ini lantaran keluarga mereka terus berpindah-pindah tempat penampungan.

Mereka datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka ke Istana Presiden dan gedung DPR terkait dengan tempat tinggal dan lahan pertanian mereka yang telah digusur oleh sebuah pengembang. Hingga kini, mereka masih menjadi pengungsi di Jakarta yang tidak pasti masa depan mereka, karena tidak bisa pulang kembali ke desa asalnya. Mereka telah kehilangan rumah, lahan tempat tinggal dan lahan pertanian mereka yang sudah ditempati sekitar 50 tahun yang lalu.

Mereka evakuasi dari PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 63 ke Masjid Al Istiqosah, Tanah Abang, Jakarta Pusat @photo KARINA
Mereka evakuasi dari PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62 ke Masjid Al Istiqosah, Tanah Abang, Jakarta Pusat. @photo KARINA

Di masa-masa awal pengungsian mereka, bantuan dari berbagai lembaga kemanusiaan maupun pribadi masih terus berdatangan. Mereka menyalurkan selimut, pakaian layak pakai, dan dukungan tenaga medis. Juga bantuan untuk kegiatan pendampingan belajar informal anak-anak. Aktivitas warga penyitas masih fokus pada penyampaian aspirasi kepada pengambil keputusan untuk mencari kepastian lahan mereka.

KARINA mempersiapkan paket alat kebersihan. @photo KARINA
KARINA mempersiapkan paket alat kebersihan. @photo KARINA

Berdasarkan informasi terakhir per 4 April, 2017, masih ada 100 orang yang tinggal di tempat penampungan di Masjid Al Istiqomah tersebut, dan 33 diantaranya adalah anak-anak. Mereka adalah kelompok yang sungguh-sungguh tidak bisa kembali ke tempat asal atau tidak mempunyai saudara tempat menumpang tinggal sementara. Sekarang ini mereka masih tidur beralaskan karpet di Masjid. Saat ini sudah ada keluhan ISPA dan pegal-pegal terutama orang lanjut usia.

Pihak Muhammadiyah sedang mempersiapkan tempat hunian baru yang lebih layak. Tempat hunian baru sedang dalam proses pembangunan dan akan diprioritaskan untuk menampung para penyintas yang benar-benar tidak mempunyai apa-apa dan tidak ada kemungkinan lagi untuk kembali ke tempat asal mereka.

Paket perlengkapan kebersihan dan toilet dari KARINA @photo KARINA
Paket perlengkapan kebersihan dan toilet dari KARINA @photo KARINA

Berkoordinasi dengan pihak Muhammadiyah, sebagai pengelola posko penampungan, KARINA menyalurkan bantuan darurat kemanusiaan seperti 1 unit portable toilet, 129 paket perlengkapan kebersihan pribadi, dan kebutuhan logistik pangan. Dalam respon tanggap darurat kemanusiaan ini, KARINA juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta.

Bentuk bantuan kemanusiaan ini tentulah hanya setetes air di tengah padang gurun, saat mereka masih kehausan untuk mendapatkan keadilan. Semoga masih ada asa bagi mereka untuk  menggapai harapan masa depan. ***

Reporter:  Aryo & Th.  Kushardini, Editor: Adrianus Suyadi

Photo@KARINA, Copyrights@KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta