Warga Selalu Was-was, Tiap Tahun Terjadi Longsor – Caritas Indonesia – KARINA

Warga Selalu Was-was, Tiap Tahun Terjadi Longsor

22/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaHujan deras mengguyur Samigaluh selama kurang lebih tiga jam mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Nglambur, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh. Suara sirine dan suara kentongan terdengar keras menandakan bencana mengancam warga. Akibat kejadian tersebut tiga warga mengalami luka patah tulang tertimpa reruntuhan bangunan.  Sedangkan belasan warga lainnya mengalami  luka ringan.

Warga yang mengetahui adanya tanah longsor segera berlarian menyelamatkan diri menuju tenda-tenda pengungsian dengan membawa sejumlah harta benda yang dapat diselamatkan.

Beberapa petugas rescue yang ada  di tenda pengungsian dan dapur-dapur umum segera memberikan pertolongan. Tiga orang warga yang tertimpa reruntuhan bangunan segera dievakusi menggunakan mobil PMI untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung dalam kejadian tersebut tak terdapat korban jiwa, seluruh warga berhasil dievakuasi menuju tenda pengungsi.

Itulah skenario  simulasi tanggap bencana yang diprakarsai  Kelompok Siaga Bencana (KSB) Ngudi Rahayu Desa Sidoharjo dibantu sejumlah petugas dari PMI Kulonprogo dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Tagana serta LSM Karina  dari Jogja di lapangan Dusun Nglambur, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo kemarin (15/2).

Simulasi  itu  juga dihadiri Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo  Sarana,  Camat Samigaluh Ariadi,  dan  Kades Sidoharjo Budi Hutomo Putro. Similasi diikuti warga dari empat pedukuhan di Desa Sidoharjo meliputi Dusun Nyemani, Ngalmbur, Wonogiri dan Madigondo.

Budi Hutomo mengatakan simulasi sengaja dilaksanakan karena kondisi geografis Kecamatan Samigaluh berupa perbukitan menjadikan wilayah  itu  rawan terjadi  tanah longsor.

Bahkan hampir setiap tahun tercatat ada kasus bencana tanah longsor  di wilayah tersebut. Kejadian itu  mengakibatkan warga selalu was-was terutama saat memasuki musim penghujan.

‘Mengantisipasi ancaman longsor, masyarakat berinisiatif membentuk kelompok siaga bencana pada 2011 lalu ,’ujarnya.

Sejak dibentuk  Agustus  2011, KSB Ngudi Rahayu telah aktif melakukan berbagai sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat. Sosialisasi meliputi penanganan risiko bencana, simulasi bencana tanah longsor, serta memberikan pelatihan pertolongan pertama.

‘Kita sudah menyosialisasikan tanda suara melalui kentongan jika terjadi bencana,’ terangnya.
Ketua KSB Ngudi Rahayu, Mulyanto mengatakan  pembentukan kelompok siaga bencana  murni inisiatif warga sebagai langkah antisipasi bencana tanah longsor khususnya saat musim penghujan.

Dengan adanya KSB  diharapkan masyarakat bisa siap siaga dalam segala kondisi baik sebelum maupun sesudah terjadi bencana. Selain itu, agar masyarakat lebih terkoordinasi mengurangi risiko bencana.  Saat ini jumlah anggota KSB Ngudi Rahayu mencapai 25 orang didukung sarana dan prasarana tanggap darurat seperti dua unit HT (handytalky), satu unit diesel, dua buah tenda pengungsi, enam buah kompor dan satu set bidai.

Camat Samigaluh Ariadi menilai keberadaan KSB sangat diperlukan untuk pelatihan warga dalam evakuasi bencana. Dirinya juga meminta kepada kepala desa setempat untuk membuat pemetaan wilayah  guna mempermudah identifikasi daerah yang rawan bencana.

‘Kami berharap adanya kesadaran semua pihak. Karena bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga swasta maupun masyarakat,’ kata Ariadi.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta