Usaha Masyarakat Mojoasem – Caritas Indonesia – KARINA

Usaha Masyarakat Mojoasem

22/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaDikabarkan langsung dari lokasi bencana banjir, sampai saat ini warga Desa Siser, Mojoasem dan Pesanggrahan yang berlokasi di Kabupaten Lamongan masih terendam sawah dan tambaknya. Oleh karena itu bahan – bahan pokok seperti beras, mie instan, makanan kering, obat-obatan (flu, demam, salep kulit dan pusing), air minum, serta air bersih atau teknologi penjernih air masih sangat dibutuhkan.

Desa – desa ini, sejak hujan mengguyur pada 25 Februari 2009, akhirnya terendam 3 hari kemudian dengan ketinggian air sekitar 20 cm – 1,2 m. Sekitar 1000 rumah terendam dan 422 hektar sawah serta 151 hektar kolam ikan pun ikut terendam.

Masyarakat bukannya tidak melakukan upaya untuk melindungi tempat tinggal mereka. Sebut saja Desa Mojoasem, desa yang secara geografis letaknya memang berada di aliran Bengawan Solo. Gerusan air yang lebih kuat berhasil juga menjebolkan pertahanan mereka, tanggul yang terbuat dari karung plastic (Gelangsing) dan diisi dengan tanah atau pasir untuk menahan air. Keputusan membuat tanggul merupakan wujud kebulatan tekad dari masyarakat untuk menyelamatkan desa . Bagaimana tidak ? Luapan Bengawan Solo tidak hanya akan membanjiri Desa Mojoasem, tetapi akan menenggelamkan desa ini.

Awalnya tergerak oleh debit air Bengawan Solo yang terus menerus naik, maka masyarakat mulai menyusun tanggul buatan. Apa daya, tubuh yang sudah begitu lelah memonitor tanggul selama 4 hari, akhirnya kalah terhadap luapan air yang sudah tak mampu terbendung. Tepat pukul 00.35 waktu setempat, tanggal 28 Februari 2009, tanggul pun jebol. Masyarakat menyaksikan air menenggelamkan rumah, sawah dan tambak mereka hanya dalam waktu 2 jam.

Kariyo sendiri turun merespon sejak hari pertama banjir terjadi. Desa Jethak, Kabupaten Bojonegoro menjadi focus survey pertama sekaligus tempat penerima 500 nasi bungkus yang didistribusikan oleh para relawan Kariyo. Tidak hanya dari Kariyo, masyarakat pun menerima bantuan dari Presiden RI berupa 5 kg beras, 2 kg gula, 1 kg minyak goreng dan 1 kotak mie instant. Sementara, Gubernur Jawa Timur memberi bantuan 100 ton bahan pangan dan obat-obatan kepada setiap wilayah yang terkena banjir.

Lain halnya dengan PT Sido Muncul. Presiden Direkturnya, Irwan Hidayat, tidak hanya memberikan barang bantuan melainkan turun langsung ke lapangan sembari menyerahkan bantuan kepada warga. Bersama dengan icon perusahaan jamu ini, Doni Kesuma, rombongan mengendarai perahu dengan mesin tempel, melintas sungai Bengawan Solo yang belum surut benar banjirnya.

Setelah menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa dan Koordinator Relawan, mereka berkeliling meninjau lokasi banjir, menyusuri pengungsian dan menyapa ramah setiap orang yang dijumpainya. Tampak Doni Kesuma, siang itu dielu-elukan warga, diajak foto, bersalaman dan bahkan ada yang memegangkan tangan Doni ke perutnya yang sedang hamil. Di tempat ini, diserahkan beberapa produk Sido Muncul sebagai bantuan, secara simbolis kepada warga desa.

Kariyo dengan poskonya masih akan meneruskan pendistribusian bantuan ke desa – desa mengingat luasnya wilayah yang sawah dan tambaknya terendam, dikhawatirkan akan mengancam ketahanan pangan warga setempat.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta