Untung Ada Sayur! – Caritas Indonesia – KARINA

Untung Ada Sayur!

07/02/2017
DSC_0288-1

Pada tanggal 14-18 Oktober 2016, Yayasan KARINA dan Caritas Keuskupan Sintang melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk Proyek “Strengthening Community Resiliency in Sintang” yang sudah berjalan pada tahun ke-2. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas komunitas dampingan dalam melestarikan hutan dan mempertahankan hak milik atas tanah melalui pengelolaan wisata alam (ekowisata) desa dan pemanfaatan lahan terlantar. Dari hasil kunjungan ke komunitas-komunitas dampingan, kami mendapatkan beberapa kisah dari para sosok yang selama ini setia mengikuti kegiatan pendampingan ini. Berikut kami tuliskan kisah-kisah mereka.

“Dulu saya harus pergi ke pasar bila ingin makan sayur. Sebab di sekitar saya hanya ada daun pakis yang tumbuh liar.” Demikian yang disampaikan oleh Ibu Yuliana saat menceritakan awal mulanya bergabung dengan kelompok dampingan Caritas Keuskupan Sintang. Setelah terlibat dalam kegiatan kelompok secara aktif, ia mendapatkan berbagai macam pelatihan tentang perkebunan dan sayuran organik. Dari situlah ia kemudian mencoba membuat kebun sayur sendiri. Lahan yang ia miliki, kemudian ditanami dengan jagung, kangkung, terung, kacang, cabai dan bayam.

“Sekarang saya tidak pernah beli sayur di pasar, cukup ambil dari kebun. Selebihnya saya jual untuk menambah penghasilan keluarga,” ucap wanita 58 tahun yang memiliki empat orang anak ini.

Sehari-harinya, Bu Yuliana bekerja sebagai tukang sadap karet, sementara suaminya bekerja sebagai tukang bangunan. Ia bergabung dalam Kelompok Pantai Darat, di Sungai Putih, pada bulan Juli 2015 setelah mendapat pengarahan dari Caritas Keuskupan Sintang. Saat ini ia menjabat sebagai ketua kelompoknya. Walaupun sudah memiliki kebun sendiri, ia tetap mengikuti kegiatan-kegiatan di kebun kelompok yang dilaksanakan dua kali seminggu. Baginya, keterlibatannya dalam kegiatan kelompok dapat menjadi sarana yang baik untuk saling bertukar ilmu.

Bu Yuliana menunjukkan hasil kebun pribadinya di Sungai Putih, (Foto: Credo, 7/12/2016).
Bu Yuliana menunjukkan hasil kebun pribadinya di Sungai Putih, (Foto: Credo, 7/12/2016).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan Caritas Sintang melalui Kelompok Pantai Darat sudah dirasakan manfaatnya oleh Bu Yuliana. Saat ini ia bisa menghemat pengeluaran keluarganya karena tidak perlu lagi membeli sayuran di pasar. Pendapatan paling banyak yang pernah ia catat adalah sebesar Rp 580,000 dari hasil menjual sayuran di kebunnya. Namun demikian, ia juga sering tidak mencatat berapa pemasukannya apabila ada orang yang datang langsung ke kebunnya untuk membeli sayuran dalam jumlah yang kecil.

Selain Bu Yuliana, ada juga Bu Agus yang bergabung dengan Kelompok Pantai Darat. Ia baru bergabung setelah suaminya memberi kabar tentang pengarahan dari Caritas Keuskupan Sintang yang mendampingi kegiatan Kelompok Pantai Darat. Di dalam kelompok ini, ia menjabat sebagai sekretaris. Sehari-hari, wanita berusia 47 tahun ini bekerja sebagai penjual sayuran di pasar.

“Walaupun di sini saya sebagai sekretaris, namun saya juga membantu memasarkan hasil kebun warga dan kelompok,” kata wanita yang sudah dikaruniai dua orang anak ini. “Jagung dari kebun kelompok rasanya manis. Maka banyak yang minat. Rencananya lahan jagung kelompok akan ditambah, karena para pembeli di pasar sering menanyakan,” ucapnya.

Romo A. Suyadi, SJ, Direktur Eksekutif Yayasan KARINA, ketika meninjau ternak milik Bu Agus, Bu Yuliani dan Bu Acin di Sungai Putih. Ternak-ternak tersebut adalah bantuan dari Caritas Keuskupan Sintang Foto: Credo, 7/12/2016.
Romo A. Suyadi, SJ, Direktur Eksekutif Yayasan KARINA, ketika meninjau ternak dari Caritas Keuskupan Sintang di kandang milik Bu Agus, Bu Yuliani dan Bu Acin di Sungai Putih (Foto: Credo, 7/12/2016).

Salah satu keuntungannya menjadi penjual sayur adalah tidak perlu khawatir untuk mendapatkan makanan ternak. “Caritas Sintang memberi kami bibit babi untuk diternak. Saat ini ternak babi saya sudah gemuk-gemuk. Sisa-sisa sayuran yang dijual tidak saya buang, tapi saya jadikan pakan ternak,” ujarnya kepada kami.

Ibu-ibu yang lain di Sungai Putih juga merasakan dampak yang baik dari kegiatan pendampingan Caritas Keuskupan Sintang. Saat ini mereka banyak mengisi waktu luang untuk merawat kebun sayur kelompok. Mereka juga semakin paham tentang berbagai jenis sayuran dan kandungan gizinya. Dampaknya, mereka dapat mengatur menu makan keluarga yang bergizi, khususnya asupan untuk anak-anak. Kondisi keuangan keluargapun dapat terkelola dengan baik karena mereka tidak perlu lagi membeli sayur-sayuran di pasar. Selain itu, lingkungan tempat tinggal mereka menjadi lebih tertata dan rapi. ● Th. Kushardini/YB

Baca juga: http://karina.or.id/menguatkan-komunitas-membangun-resiliensi-di-sintang-2/

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta