Tata Kelola Proyek & Perutusan sebagai Gembala – Caritas Indonesia – KARINA

Tata Kelola Proyek & Perutusan sebagai Gembala

23/05/2016
RD. Sipri Sadipun, Koordinator Caritas Regio Nusra & RD. Gerardus Duka (Vikjen KAK) membuka kegiatan Pelatihan PCM di Kupang (Foto: RD. Handry Lanus).

Pelatihan Project Cycle Management (PCM) merupakan kegiatan keenam dari tujuh kegiatan pelatihan yang dilakukan KARINA dan Caritas Regio Nusa Tenggara (Nusra) dalam rangka penguatan kapasitas fasilitator dan kelembagaan Caritas di tingkat regio Nusra. Pelatihan kali ini dilakukan di aula Mawar, Hotel Romyta, Kupang pada tanggal 11-13 Mei 2016. Hadir dalam pelatihan ini adalah perwakilan peserta dari Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Sintang dan staf KARINA.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Vikaris Jendral Keuskupan Agung Kupang (Vikjen KAK), RD. Gerardus Duka. Dalam sambutannya, Romo Dus demikian sapaan Vikjen KAK, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari delapan kesukupan di regio Nusra dan Sintang. Selain itu, beliau juga menyampaikan terimakasih mendalam atas kepercayaan Caritas Regio Nusra kepada Keuskupan Agung Kupang yang menjadi tuan rumah pelatihan PCM.

Menurut Romo Dus, Gereja di Nusa Tenggara sedang berkembang maju dalam gerakan-gerakan sosial kemanusiaan yang nampak melalui pelatihan-pelatihan yang telah dilakukan luas untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat luas. Pelatihan ini tentu bukan untuk menghasilkan ahli yang terampil secara teknis mekanis, tetapi ahli kemanusiaan yang memiliki kepekaan atau kepedulian sosial.

Sementara itu, RD. Sipri Sadipun, Koordinator Caritas Regio Nusra dalam arahan pembuka menyampaikan maksud dari pelatihan PCM sebagai sebuah kegiatan penting dalam penanganan siklus proyek yang akan dilaksanakan di keuskupan-keuskupan se-Regio Nusa Tenggara dan Sintang.

Para peserta melakukan kerja kelompok dalam membuat logframe per keuskupan (Foto: RD. Handry Lanus).
Para peserta melakukan kerja kelompok dalam membuat logframe per keuskupan (Foto: RD. Handry Lanus).

 

Fasilitator utama dari pelatihan ini adalah Romo Feri Deidhae dari Keuskupan Agung Ende. Beliau memberikan banyak penjelasan tentang PCM mulai dari pengertian sampai kegiatan analisis terhadap komunitas. Para peserta dibagi dalam empat kelompok dan melakukan latihan analisis untuk mengetahui semua orang yang terlibat dalam sebuah proyek, melihat sasaran dan persoalan atau masalah yang terjadi secara komprehensif.

Pada pelatihan PCM di Kupang ini ada nuansa yang berbeda karena dihadiri oleh utusan dari Keuskupan Sintang yang sesungguhnya bukan bagian dari Regio Nusa Tenggara. Kehadiran peserta dari Keuskupan Sintang ini atas undangan khusus Caritas Regio Nusra pada temu tahunan di Keuskupan Larantuka. Undangan ini terkait dengan “umbrella project” yang sedang berjalan di Caritas Regio Nusra plus Sintang berkat dukungan dari KARINA, Misereor dan Caritas Australia. Kegiatan yang diikuti oleh para peserta dari Regio Nusra Plus Sintang ini menjadi tanda persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang sedang mekar dalam karya-karya kerasulan sosial Gereja Indonesia.

***

Perayaan Ekaristi pagi yang selalu mengawali proses kegiatan pelatihan PCM Regio Nusra.
Perayaan Ekaristi pagi yang selalu mengawali proses kegiatan pelatihan PCM Regio Nusra.

 

Perayaan Ekaristi setiap pagi menjadi kekuatan spiritual bagi para peserta dalam sepanjang kegiatan pelatihan tersebut. Pada misa pagi ke-2, Romo Alan mengingatkan bahwa pelatihan PCM ini merupakan bekal bagi peserta dalam karya-karya pastoral sosial di tengah-tengah umat. Pelayanan sosial pastoral yang dilakukan mesti membawa umat kepada kesejahteraan hidup yang menciptakan persekutuan hidup Kristiani sejati sebagaimana yang diharapkan Yesus dalam doaNya bagi para murid.

Secara perlahan, dalam diskusi-diskusi interaktif, peserta terbantu untuk semakin memahami proses penanganan siklus dari sebuah proyek yang dilaksanakan. Pada akhirnya, peserta diarahkan untuk menyusun Logical Frame Work (logframe) sebagai sebuah tahapan penting dalam penyusunan sebuah proposal. Dari matriks logframe yang dipaparkan, tampak kegiatan yang akan dilakukan di semua keuskupan terfokus pada penguatan kapasitas komunitas meliputi: pengembangan pertanian organik, peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan, pelatihan CMDRR dan advokasi.

Untuk proses budgeting, Ibu Eva S. Sitorus, Finance and Support Manager KARINA, mengingatkan kepada para peserta agar menyusun anggaran secara realistis dan sesuai keperluan. Walau menyita banyak waktu dan perhatian, para peserta tetap bersemangat dan proaktif dalam mengikuti pelatihan ini. Sebagai fasilitator komunitas di setiap keuskupan, para peserta menerima manfaat yang positif. Yaitu agar mampu membangun sebuah tata kelola proyek yang baik dan benar bagi kesejahteraan dan kebaikan semua masyarakat. Sehingga, kegiatan yang dilakukan bersama komunitas dampingan mempunyai dampak yang terukur dan dapat dimanfaatkan hasilnya secara maksimal oleh masyarakat. 

***

“Gembalakanlah Domba-dombaku”

Pada perayaan ekaristi pagi di hari ketiga, Pastor Nyaming dari Caritas Keuskupan Sintang menggambarkan bahwa situasi pada hari terakhir pelatihan ini sejalan dengan perutusan para murid oleh Yesus di akhir kebersamaan mereka. Pada saat itu Yesus berkata kepada para muridNya, “Gembalakanlah domba-dombaKu”.

IMG_3133-1
Para peserta berfoto bersama pada hari terakhir Pelatihan PCM.

 

Pesan perutusan ini kembali ditegaskan Pastor Nyaming dalam renungan singkatnya, bahwasannya, setiap fasilitator adalah juga seorang gembala, pelayan yang mendapat tugas dan tanggungjawab untuk “(meng)Gembalakan(lah) domba-dombaKu”. Gembala domba yang baik adalah dia yang selalu yakin pada diri sendiri bahwa dia sungguh mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus menjadi kekuatan utama seorang gembala dalam tugas pelayanannya.

Dengan kasih kepada Yesus Sang Gembala Agung, seorang fasilitator akan sanggup melihat setiap kesulitan hidup domba-dombanya, terutama mereka yang lemah, miskin dan berkekurangan. â–ª

RD. Handry Lanus (PSE Keuskupan Agung Kupang).

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta