Strategi Advokasi Berbasis Hati Nurani – Caritas Indonesia – KARINA

Strategi Advokasi Berbasis Hati Nurani

17/05/2016

Gerakan advokasi Forum Caritas Keuskupan Regio Nusra telah dimulai di Kota Ende. Sebuah wisma tua yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah pengasingan Presiden I Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menjadi tempat pertemuan anggota forum regio yang membangun gerakan advokasi dalam semangat kebersamaan. Di kota ini pula, tahun 1934-1938, Soekarno diasingkan oleh pemerintahan Hindia Belanda sebelum Indonesia merdeka. Selama masa pengasingannya, ia terus berpikir dan merenung untuk memerdekakan bangsanya dari para penjajah. Di bawah rindangnya pohon sukun, yang kini dikenal sebagai Taman Renungan Soekarno, sejarah menyaksikan bagaimana kontemplasi Soekarno melahirkan sila-sila Pancasila yang menjadi dasar kehidupan bangsa Indonesia hingga saat ini.

Selama tiga hari, sejak 17-19 Februari, perwakilan dari Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Larantuka mencoba membuka wawasan dan membagikan pengalaman tentang berbagai kegiatan advokasi. Gerakan advokasi yang lebih sering dimengerti sebagai gerakan turun ke jalan untuk berdemonstrasi, diartikan kembali secara harafiah sebagai sebuah panggilan hati nurani untuk menegakkan nilai-nilai keadilan. Gerakan advokasi yang sejati memerlukan keberanian untuk menyuarakan hak masyarakat dalam menuntut keadilan. Maka dari itu, perjuangan ini membutuhkan kesetiaan dan kesabaran untuk mencapai hasil yang dinginkan.

Dari kiri ke kanan: Nara sumber Pelatihan Advokasi Dr. Dominikus Nong, Pr, Romo Siprianus Sadipun, Pr & Pater Markus Nulu, SVD. (Foto: Martin Dody K./KARINA)
Dari kiri ke kanan: Nara sumber Pelatihan Advokasi Dr. Dominikus Nong, Pr, Romo Siprianus Sadipun, Pr & Pater Markus Nulu, SVD. (Foto: Martin Dody K./KARINA)

 

Di Wisma Dwi Putra, Ende, 23 peserta dari 5 Caritas Keuskupan mencoba untuk menyamakan pemahaman tentang advokasi. Kegiatan pertemuan ini dikemas dalam bentuk pelatihan yang diikuti oleh 4 orang peserta perempuan dan 19 laki-laki. Nara sumber untuk kegiatan pelatihan ini adalah Romo Siprianus Sadipun, Pr, Romo Dr. Dominikus Nong, Pr dan Pater Markus Nulu, SVD. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memahami konsep advokasi dan bentuk-bentuk kegiatannya. Selain berdiskusi dan berbagi pe-ngalaman, para peserta juga diajak untuk berlatih menemukan isu advokasi, menganalisa pelaku dan menentukan strategi advokasinya.

Kehadiran keluarga Caritas di Indonesia untuk berjuang bersama dengan masyarakat kecil/minoritas/tersingkir merupakan perwujudan identitas panggilan dan kesetiaan Gereja dalam melayani orang kecil. Perjuangan untuk menuntut nilai-nilai keadilan bagi masyarakat ini tentunya membutuhkan gerak jaringan yang tangguh dan terorganisir dengan baik. Maka dari itu diperlukan keterlibatan semua pihak untuk membantu masyarakat yang mengalami ketidakadilan untuk menyuarakan haknya.

Para peserta sedang berdiskusi untuk menemukan isu advokasi di keuskupan masing-masing. (Foto: Martin Dody K./KARINA)
Para peserta sedang berdiskusi untuk menemukan isu advokasi di keuskupan masing-masing. (Foto: Martin Dody K./KARINA)

 

Proses advokasi yang tidak instan ini, menunjukkan semangat belarasa keluarga Caritas untuk selalu membela yang kecil dan lemah, serta tidak mau terjebak dalam rutinitas program yang dapat mendorong pada arah kemapanan, kenyamanan dan keamanan.

Akhir kata, semoga semangat perjuangan Ir. Soekarno mampu diperbaharui dengan gerakan advokasi yang cantik dan taktis untuk perubahan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dalam kebersamaan Forum Caritas

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta