Sintang: Membangun Kembali Rumah Bentang – Caritas Indonesia – KARINA

Sintang: Membangun Kembali Rumah Bentang

19/11/2015

Pada tanggal 13 September 2014 malam, rumah Bentang Sungai Uluk Palin Putusibau habis terbakar. Kebakaran tersebut berlangsung hingga dini hari. Jumlah warga terdampak saat itu sebanyak 80 keluarga. Sesaat setelah tim Caritas Sintang tiba di lokasi, mereka menemukan bantuan bahan pangan dan pakaian pantas pakai sudah banyak dan menumpuk. Oleh karena itu, Tim Caritas kemudian melakukan kajian kebutuhan dan membuat data pilah agar dapat diketahui kebutuhan mendesak para penyintas Uluk Palin. Selain kajian kebutuhan, kajian pasar pun dilakukan, karena tidak semua kebutuhan didapatkan di pasar setempat dan hanya bisa didapatkan di Sintang. Ketika barang-barang tersebut didistribusikan para penyintas sangat bersyukur karena benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sambil membagikan barang-barang bantuan tersebut, tim Caritas Sintang mengajak berbicara para penyintas. Dari pembicaraan tersebut ditemukan bahwa para penyintas ingin memulihkan diri sendiri secara ekonomi. Mata pencaharian mereka rata-rata adalah penoreh karet dan petani. Sehingga mereka, salah satunya, membutuhkan alat-alat toreh karet. Selain itu kebutuhan mereka adalah membangun kembali rumah tinggal yang sesuai dengan budaya mereka.

Dalam melakukan pendampingan Caritas Sintang bekerjasama dengan para pemangku kepentingan setempat. Dari kerjasama tersebut didapatkan kesepakatan bahwa pihak pemerintah menurunkan bantuan berupa seng untuk atap, sedangkan pihak Caritas Sintang memberikan bantuan stimulan berupa alat-alat pembangunan dan alat untuk pemulihan ekonomi yang dananya didapatkan dari dana APP yang disalurkan melalui KARINA (Caritas Indonesia). Selebihnya, bahan bangunan berupa kayu dan tenaga pengerjaan pembangunan rumah dikerjakan secara gotong royong oleh warga.

Pada 9 Desember 2014 sudah ada 32 rumah selesai dibangun dan dapat ditempati, sedangkan 48 rumah masih dalam proses pengerjaan. Pada bulan September 2015, total 80 rumah sudah selesai dibangun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tiap keluarga. Bapak Moses Salo (Temenggung Adat Desa Sungai Uluk Palin) sebagai perwakilan warga terdampak bencana kebakaran Rumah Betang di Sungai Uluk Palin, dalam evaluasi akhir menyampaikan bahwa pemulihan dapat berjalan baik ini dikarenakan Caritas Sintang tidak sekedar memberikan bantuan akan tetapi selalu mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat. Caritas Sintang selalu bertanya dan berdiskusi dengan masyarakat sehingga dampingannya berdaya guna dan tidak membuat warga menjadi tergantung pada bantuan. Hasil yang didapat adalah hasil karya pendampingan partisipatif yang melibatkan warga dan juga para pemangku kepentingan yang terkait.

‘Pelatihan-pelatihan yang difasilitasi oleh program ERICA terasa berdaya guna bagi kami ketika kami harus merespon bencana kebakaran di Sungai Uluk Palin September 2014,’ kata Pastor Ewaldus, Pr dalam Pembukaan Pelatihan Replikasi Sphere (Pelatihan Dasar Sphere-ERICA) yang diselenggarakan oleh Caritas Sintang, bekerjasama dengan CRS dan KARINA, di Bukit Kelam Sintang, 27-29 Juli 2015. Respon yang dilakukan oleh Tim Caritas Sintang dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana kebakaran yang terjadi di Sungai Uluk Palin pada tanggal 13 September 2014 merupakan salah satu bentuk respon yang menggunakan alur standar SPHERE. Lebih lanjut lagi, pada tanggal 10 September 2015, Keuskupan Sintang melalui program ERICA telah mengesahkan SOP Tanggap Darurat.

 

Penulis: Th. Kushardini – KARINA; Editor: NAC – KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta