Sinabung: Dampak dan Aksi – Caritas Indonesia – KARINA

Sinabung: Dampak dan Aksi

29/10/2014
dampak abu

dampak abu

Sejak meletus kembali pada tanggal 7 Oktober lalu, Pada hari ini (15/10) tercatat G. Sinabung mengalami 6 kali erupsi disertai guguran awan panas. Informasi dari website Kabupaten Karo, guguran awan panas dari puncak terjadi dengan jarak luncur rata-rata 1800 meter ke arah selatan dan tenggara. Tinggi kolom abu vulkanik awan panas berada di kisaran 500 – 750 meter, arah angin barat daya-timur. Data pengungsi yang tercatat di Media Center Kab. Karo adalah sejumlah 1.019 KK (3287 jiwa) yang tersebar di 16 titik pengungsian. Pasca erupsi, warga Desa Berastepu dan Gurukinayan yang tinggal di sekitar lereng gunung (radius < 5km) telah dievakuasi pemerintah. Pemerintah juga kembali menutup jalur masuk ke Desa Gurukinayan dan Berastepu dengan membuat portal penutup jalan disertai spanduk peringatan tanda bahaya. Batas zona bahaya dijaga oleh TNI/ Tim SAR.

Dampak yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Sinabung ini sangatlah beragam, akan tetapi Tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan menggarisbawahi tiga hal yang . Yang pertama adalah bahwa akibat letusan tersebut, produksi pertanian dan perkebunan di beberapa wilayah seperti Desa Sigarang-garang, Kuta Rayat, Kuta Gugung, Kebayaken, Selandi Lama, Payung, Berastagi dan Tiga Nderket lumpuh akibat lahan-lahanya tertutup abu vulkanik. Berbagai tanaman baik yang masih muda maupun siap panen rusak. Ketebalan abu yang menutupi lahan-lahan tersebut hingga ± 5 cm. Hanya tanaman kopi yang sekitar 60% dari keseluruhan masih bisa diselamatkan. Selain sektor pertanian dan perkebunan, Terjadi kekurangan stok air bersih di Desa Selandi Lama. Air yang selama ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 100 KK menjadi berkurang secara signifikan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena terganggunya saluran pengairan karena material vulkanik yang menghambat jalannya air. Maka dari itu, warga harus menampung air secara bergiliran selama 24 jam.

Abu vulkanik tersebut juga berdampak pada tempat tinggal masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang terkena dampak erupsi. Abu tersebut menumpuk di atap rumah-rumah warga. Hal tersebut membutuhkan penanganan karena selain sudah ada atap rumah yang ambruk karena tidak kuat menahan beban, jika tidak segera dibersihkan abu tersebut akan menyebabkan karat pada atap-atap tersebut karena mayoritas atap terbuat dari seng. Dan tumpukan abu tersebut tentu mempengaruhi kesehatan warga masyarakat.

asesmen lapangan
Melihat dampak-dampak utama tersebut, Tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan kemudian mengadakan koordinasi dengan JPIC Kapusin, Paroki Berastagi, Paroki Tiga Nderket, dan perwakilan dari desa terdampak seperti Desa Payung, Selandi Lama, Kuta Rayat, Batu Karang dan daerah sekitar Berastagi. Pertemuan koordinasi tersebut kemudian diikuti dengan asesmen lapangan untuk memverifikasi informasi mengenai dampak erupsi dan kebutuhan yang mendesak.

Pada tanggal 14 Oktober 2014 malam, Tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan mendistribusikan 288 zak bantuan beras @10 kg untuk 288 KK warga Desa Kuta Gugung untuk menjawab kebutuhan pangan yang mendesak. Masih di hari yang sama, Caritas PSE Keuskupan Agung Medan juga mendapat bantuan dari Indofood dan Indosiar ‘Kita Peduli’. Indofood memberikan 200 dus mie instant dan 193 duz bubur bayi untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak erupsi. Sedangkan Indosiar ‘Kita Peduli’ memberikan bantuan berupa beras 14,5 ton @30kg, 3 ton minyak goreng dan 6000 butir telur. Bantuan tersebut kemudian dibuat menjadi 1,200 paket sembako yang terdiri dari 1kg minyak goreng, 10 butir telor, 4 bungkus mie instan, 10 Kg beras. Paket-paket sembako ini akan diberikan kepada para penyintas per kepala keluarga (KK). 704 paket sembako dibagikan di Desa Payung, sementara 120 paket sembako dibagikan di Desa Selandi Lama.

aksi kemanusiaan
Selain mendistribusikan bantuan pangan, kemarin tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bekerjasama dengan RS Harapan, dan Puskesmas Payung. Hari ini, kegiatan pelayanan kesehatan gratis akan dilanjutkan di Desa Payung dan Selandi Lama. Sedangkan distribusi paket sembako akan dilanjutkan hari ini, khususnya untuk masyarakat di wilayah simpang Guru Kinayan yang tinggal di gubuk-gubuk, sejumlah 350 KK. Bersamaan dengan pengobatan gratis di Desa Payung, tim Caritas PSE Keuskupan Agung Medan juga melakukan pembagian bubur bayi untuk bayi usia 6 bulan–2 tahun. Jumlah bayi yang menerima bantuan bubur bayi adalah 52 bayi dengan jatah 1 kotak bubur/bayi.

Pemerintah daerah sendiri sudah menurunkan puluhan armada pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan jalan-jalan umum dari abu vulkanik di beberapa tempat seperti Berastagi, Payung, Selandi Baru dan Selandi Lama. Penyiraman hanya dilakukan untuk jalan raya dan fasilitas umum, sedangkan penyiraman atap rumah warga diusahakan sendiri. Keberadaan armada pemadam kebakaran ini dikoordinir oleh satuan TNI Angkatan Darat.

 

 

 

 

 

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta