Sibuk merajut, berhenti makan sirih – Caritas Indonesia – KARINA

Sibuk merajut, berhenti makan sirih

20/11/2014

Tujuh bulan sudah Mama Desta (60 thn) tinggal di pengungsian Posko Genting, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Beliau hidup sementara di sana bersama dengan 184 KK lain yang mengungsi di tempat itu pasca erupsi Gunung Sinabung di akhir tahun 2013 lalu. Mereka semua berasal dari Desa Selandi yang hingga saat ini masih belum dinyatakan aman oleh pemerintah. Para pengungsi ini pada pagi hingga sore hari melakukan aktivitas di ladang dan bersekolah, sementara pada malam hari sebagian besar waktunya dihabiskan di posko pengungsian tersebut. Posko Genting ini memiliki 1 bangunan kayu besar, 2 tenda besar dan sederet bangunan WC. Hanya sedikit ruang dan fasilitas yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk bermain dan belajar. 

Para pengungsi di Posko Genting ini merupakan satu dari dua kelompok yang didampingi oleh Caritas PSE Keuskupan Agung Medan (KAM) dalam program tanggap darurat dan pemulihan pasca erupsi beberapa waktu yang lalu. Selain Selandi, masih ada para pengungsi dari Desa Batukarang yang mendapatkan bantuan yang sama dari Caritas PSE KAM. Fokus pelayanan yang dilakukan oleh Caritas PSE KAM adalah distribusi bantuan logistik, pendidikan, kesehatan dan pemulihan mata pencaharian.

Pada saat kunjungan tim Caritas PSE KAM dan KARINA di Posko Genting tanggal 24 September lalu, Mama Desta mengakui bahwa apa yang diberikan oleh Caritas sungguh bermanfaat. Cangkul, bibit tomat dan cabai serta pupuknya, cukup menjadi modal baginya untuk kembali beraktivitas di ladang. Aktivitas ini cukup banyak memberi arti bagi Mama Desta dan para pengungsi lainnya untuk berkegiatan secara produktif selama tinggal di tempat itu. Para ibu dan anak perempuan juga diajak untuk mengikuti praktek memasak dan menjahit sebagai media pelatihan dalam mencari alternatif pendapatan.

‘Senang (dengan kegiatan merajut). Kalau bikin ini nggak stress aku, di situ saja pikiranku nggak ke yang lain-lain. Aturannya aku makan sirih, nggak makan sirih lagi aku,’ kata Mama Desta sambil menunjukkan sepotong cardigan yang sedang dirajut. Pelatihan merajut ini sungguh membantu para ibu dan perempuan muda untuk mengusir kejenuhan selama di tempat pengungsian. Kegiatan positif ini cukup membuat mereka dapat mengisi waktu luangnya, sehingga tidak merasa tertekan melihat kondisi lingkungan yang belum berjalan normal.

Untuk saat ini Mama Desta dan teman-temannya baru bisa menanam bibit tomat saja. Tumbuhan itu sudah berumur dua bulan dan akan berbuah pada bulan keempat nanti (November). Sementara untuk bibit cabai belum bisa ditanam karena keterbatasan lahan yang ada. Selain mendapatkan bibit dan alat pertanian, Mama Desta dan setiap kepala keluarga yang tinggal di Posko Genting juga mendapatkan sepasang anak ayam. ‘Aku dapat dua, mati dua-dua(nya). Hari ini satu (yang mati), besoknya satu (lagi yang mati). Sepasang anak ayam ini dimaksudkan untuk memberi pemasukan tambahan bagi setiap kepala keluarga. Telur atau anak ayam yang ditetaskan dapat dijual kemudian. Namun sayangnya, sebagian besar anak ayam yang sudah dibagikan kepada para penyintas itu mati karena tidak tahan dengan hawa dingin. ▄

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta