Semangat, Setelah Dilanda Banjir – Caritas Indonesia – KARINA

Semangat, Setelah Dilanda Banjir

08/02/2018
IMGP0416-1

Bagi masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Barat, karet adalah bagian yang tidak terpisahkan dari mereka. Begitu pula dengan warga Jangkang di Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu. Karet adalah sumber penghidupan utama mereka serta sebagai penanda bahwa tanah tersebut ada pemiliknya. Maka, untuk meminimalisir intervensi korporasi atas kepemilikan tanah warga Jangkang, pada program Diocesan Accompaniment, Caritas Sintang membagikan bibit karet unggul kepada 24 KK di Jangkang. Setelah empat tahun, kini tiap KK memiliki 100 – 150 pohon karet yang tumbuh di tanah seluas 0,5 Ha. Dengan demikian sudah ada lahan produktif seluas 12 Ha yang dimiliki oleh komunitas Jangkang.

Saat ini yang masih menjadi keprihatinan Caritas Sintang adalah bagaimana masyarakat bisa membudidaya karet atau tanaman lainnya, jika tanah mereka diserobot oleh atau dijual kepada perusahaan sawit? Maka melalui proyek Strengthening Community Resiliency in Sintang”, yang dimulai pada tahun 2014, Caritas Sintang mengutamakan kegiatan pembudidayaan tanaman karet unggul. Kegiatan-kegiatan dalam proyek tersebut dirancang agar masyarakat mampu mandiri dalam budidaya karet unggul. Sebab, budidaya karet unggul adalah hal baru bagi masyarakat Jangkang.

Pelatihan okulasi mata entress ke batang bawah pada tanggal 28 November 2017 (Foto: Caritas Sintang).
Pelatihan okulasi mata entress ke batang bawah pada tanggal 28 November 2017 (Foto: Caritas Sintang).

Pada proyek ini, Caritas Sintang melakukan pendampingan dari awal sampai akhir supaya masyarakat mampu melakukan budidaya karet unggul secara mandiri. Pendampingan yang diberikan dimulai dari pelatihan pembuatan pupuk dan mol, pengadaan bibit mata entress, perawatan kebun mata entress, dan pemilihan benih batang bawah. Setelah batang bawah siap untuk diokulasi dengan mata entress, pada 26-28 November 2017 diadakan pelatihan okulasi untuk komunitas dampingan di Jangkang.

Walaupun pada saat diselenggarakannya pelatihan tersebut wilayah pemukiman Jangkang sedang terendam banjir, namun tidak menyurutkan semangat warga untuk mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 14 orang dan mempraktikkan okulasi dari 4 pohon mata entress yang ada. Satu pohon rata-rata menghasilakan 20 mata entress. Sehingga pada pelatihan tersebut dapat dihasilkan 80 pohon batang bawah yang telah diokulasi dengan mata entress karet unggul.

Dalam kunjungan monitoring KARINA bersama Caritas Sintang ke Jangkang pada 8 Desember 2017, okulasi  karet unggul tersebut sudah berusia 10 hari. Okulasi yang masih bewarna hijau memberikan tanda bahwa ia masih hidup. Akan tetapi kita perlu sedikit sabar karena okulasi baru dinyatakan berhasil kalau tetap hidup sampai usianya 3 atau 4 minggu. Indikator keberhasilan lainnya adalah bila mata okulasi tetap bewarna hijau. Jika mata okulasi kering atau membusuk yang ditandai dengan warna hitam maka prosesnya dinyatakan gagal. Oleh karena, budidaya karet unggul ini baru dapat dinikmati dalam waktu lama. Untuk mengisi waktu tersebut, Caritas Sintang juga memberikan pelatihan bertanam sayur organik untuk ibu-ibu di Jangkang. Selama proses pendampingan, dua orang ibu sudah berhasil memanen sayur dari kebunnya sendiri.

Kebun sayur milik ibu-ibu di Jangkang pada saat monitoring pada tanggal 8 Desember 2017 (Foto: Caritas Sintang).
Kebun sayur milik ibu-ibu di Jangkang pada saat monitoring pada tanggal 8 Desember 2017 (Foto: Caritas Sintang).

“Sekarang sudah tidak ada lagi orang perusahaan yang datang menginginkan tanah kami, karena tanah-tanah kami sekarang sudah banyak yang bangun! Kalau dahulu kan tanah kami banyak yang tidur. Namun setelah didampingi Caritas, tanah kami menjadi produktif,“ kata Pak Adat yang diikuti riuh tawa teman-temannya. Wajah-wajah lelah usai terdampak banjir berubahlah menjadi keceriaan ketika kami mengadakan evaluasi bersama warga. Warga merasakan pendampingan Caritas Sintang memberikan dampak yang positif, baik pada tingkat individu,keluarga, maupun komunitas. Selain ada peningkatan berbagai pengetahuan dan keterampilan, dengan berkebun sayur mereka juga dapat melakukan penghematan, khususnya untuk membeli sayur. Warga pun merasa kapasitas komunitas Jangkang dapat menjadi lebih kuat melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Caritas Sintang. ● Dini

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta