Secercah Harapan Menghapus Hutang – Caritas Indonesia – KARINA

Secercah Harapan Menghapus Hutang

22/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas Indonesia‘Kami sebagai pengurus lingkungan akan terlibat dalam program ini karena kami bertanggung jawab untuk memastikan bahwa program ini berjalan.’ Cahaya masih berpedar dari satu sudut ruangan Pastoran Paroki Santa Maria Immaculata, Tarakan, Kalimantan Timur. Jarum jam menuju angka 10 tetapi keriuhan belum berhenti. Sebelas orang duduk melingkar, memandangi pantulan proyektor di dinding. Diskusi mereka mengusir hawa lengang sejak sekretariat paroki dan PSE tutup sore tadi.

‘Saya tidak setuju kalau dikatakan bahwa masyarakat tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Buktinya selama 30 tahun tinggal di situ, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ndak ada masalah,’ ungkap Dominikus, Ketua Lingkungan St Dominikus . Sanggahannya muncul setelah melihat analisa kapasitas, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT) masyarakat lingkungan St Dominikus, Kampung Bugis Dalam, Tarakan. ‘Menurut saya, kalau masyarakat punya kebiasaan berhutang, tandanya mereka tidak bisa atau mampu mengelola keuangan keluarga,’ jelas Stefania dari Karina. Akhirnya kedua pendapat ini diakomodasi dalam analisa SWOT dimana kebiasaan berhutang menjadi salah satu kekuatan masyarakat (sebagai bentuk copping mechanism) namun menjadi kelemahan karena kebiasaan ini memasung masyarakat untuk berkembang.

Karina - Caritas IndonesiaSituasi tersebut adalah salah satu dinamika selama proses penyusunan proposal pelayanan Caritas Tanjung Selor (Karintasel) yang berlangsung pada 5-10 September 2011. Karintasel berhasil memetakan tiga fokus karya setelah melaksanakan penjajakan kebutuhan (need assessment).  Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah pendampingan bagi masyarakat miskin perkotaan. ‘Melalui pendampingan ini diharapkan masyarakat miskin di perkotaan memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga mampu bersaing dengan tuntutan hidup saat ini,’ tutur P. Stephanus Sumardi, Pr  Direktur Caritas Tanjung Selor. ‘Jika kemampuan mereka tidak dikembangkan maka mereka akan menjadi orang-orang yang tersingkir,’ sambungnya. Penyusunan proposal ini adalah komitmen Caritas Tanjung Selor untuk mewujudkan pelayanan berkualitas dan mampu menjawab tantangan jaman.

‘Penulisan proposal adalah bagian dari perencanaan sebuah proyek atau yang dikenal dengan siklus manajemen proyek atau PCM,’ jelas Ismawanti Arief, dari unit Diocesan Accompaniment Karina. ‘Ketika sebuah program direncanakan dengan baik maka implementasi atau pelaksanaannya di lapangan akan berjalan sesuai yang kita harapkan.’ Pelatihan proposal pelayanan Caritas Tanjung Selor ini dimulai dengan menggali lebih dalam temuan selama proses assessment dimana salah satu rekomendasinya adalah pengembangan kelompok perempuan di Lingkungan St Dominikus,Kampung Bugis Dalam. ‘Kami memiliki kelompok Doa Koronka. Anggota yang sekarang aktif ada 33 orang,’ papar Suri, salah seorang anggota kelompok ini. Menurut ibu yang memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Basis Dolores ini, kelompok Doa Koronka juga memiliki kegiatan sosial-karitatif seperti mengunjungi orang sakit atau jompo . Mereka memiliki arisan mingguan sebagai salah satu upaya menyiasati kondisi ekonomi masyarakat. ‘Seringkali dalam pertemuan setelah doa kami membahas permasalahan keluarga dan bagimana cara kami mengatasi hal tersebut,’ tuturnya.

Kelompok perempuan yang tergabung dalam Wanita Katolik (WK) juga memiliki inisiatif untuk memberdayakan kaum perempuan Lingkungan St Dominikus sekaligus sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. ‘Kami memiliki usaha membuat RW, namun konsumennya terbatas warga Katolik saja,’ ungkap Suri .

‘Masyarakat kami sebagian besar tidak memiliki penghasilan tetap karena pekerjaan mereka adalah buruh,’ ungkap Martinus, Ketua RT 27 Kampung Bugis Dalam. Kondisi ini menurutnya membuat perempuan (kaum ibu) mengambil peran sebagai pencari nafkah tambahan disamping menyandarkan diri pada pendapatan suami mereka. ‘Kalau perempuan atau ibu-ibu lebih banyak bekerja sebagai buruh cuci atau menjaga toko,’ papar Martinus lagi. Dari pekerjaan ini uang sejumlah Rp 200.000-250.000 bisa diperoleh setiap bulannya. ‘Padahal pengeluaran rata-rata masyarakat setiap bulannya sekitar 1 juta rupiah di luar transport anak-anak ke sekolah,’ sambung warga yang bekerja sebagai sopir angkutan kota ini. Tidak heran jika masyarakat yang sudah menempati wilayah Kampung Bugis Dalam sejak 30 tahun lalu ini tidak bisa keluar dari jeratan hutang.

‘Memang bagi sebagian masyarakat Dominikus, berhutang menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka dibutuhkan proses jangka panjang untuk menghilangkan kebiasaan berhutang ini sambil Caritas Tanjung Selor menawarkan alternatif lain. Setidaknya sebagai awal, kita bertujuan mengurangi kebiasaan berhutang itu,’ jelas Heribertus Rusmiyanto, relawan Caritas Tanjung Selor. Akhirnya diskusi dan pergulatan ide, gagasan serta pemikiran selama 5 hari di Paroki Santa Maria Immaculata, Tarakan menghasilkan rancangan proposal pelayanan Caritas Tanjung Selor. Peningkatan keterampilan masyarakat, terutama kaum perempuan menjadi aktivitas kunci demi terciptanya peluang bagi masyarakat Lingkungan St Dominikus untuk hidup yang lebih baik.

‘Saya merasa senang dengan proses ini dimana kami sebagai Caritas Keuskupan merasa ditemani dan didampingi oleh karina. Proses ini adalah pembelajaran bagi kami untuk merencanakan pelayanan yang lebih baik lagi,’ ungkap Rm Stephanus Sumardi.

‘Mungkin bagi proses ini terkesan berbelit-belit. Namun memang harus seperti ini supaya apa yang kita rencanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kami sebagai pengurus lingkungan akan terlibat dalam program ini karena kami bertanggung jawab untuk memastikan bahwa program ini berjalan,’ sambut Dominikus.

Penulis adalah staf DA Karina

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta