Sampai Tak Bisa Tidur Semalaman – Caritas Indonesia – KARINA

Sampai Tak Bisa Tidur Semalaman

22/10/2012

Hidup di Indonesia berarti hidup di wilayah rentan bencana. Ancaman bencana ada di berbagai pelosok negeri, baik yang berasal dari alam maupun buatan manusia. Risiko kehilangan nyawa dan perikehidupan menjadi amat besar. Untuk mengurangi risiko besar itu, kita perlu bersiap siaga dalam menghadapi ancaman bencana. Siap siaga berarti siap dengan pengetahuan, keterampilan, tenaga, peralatan dan cara kerja untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin muncul. Siap siaga perlu dilakukan dari tingkat individu, keluarga, komunitas hingga institusi.

Upaya melakukan kesiapsiagaan telah dilakukan Karina KWI dan Caritas-Caritas Keuskupan di berbagai tingkat. Diantaranya adalah persebaran informasi bencana secara rutin, pertemuan rutin forum jaringan tanggap darurat, penyiapan komunitas siaga bencana di beberapa Caritas Keuskupan.

Untuk lebih mendorong upaya kesiapsiagaan, Karina KWI mengadakan Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Oleh Komunitas. Pelatihan ini memfokuskan pada kesiapsiagaan dan tanggap darurat di tingkat komunitas, yang dikelola oleh komunitas sendiri.

Mengapa komunitas? Komunitas merupakan pihak yang paling berisiko terkena ancaman bencana. Bila bencana terjadi, komunitas tidak dapat bergantung sepenuhnya kepada institusi pemberi bantuan kemanusiaan. Komunitas perlu memiliki kemampuan mengelola kesiapsiagaan dan tanggap daruratnya sendiri.

Pelatihan Dasar ini diikuti 25 peserta dari 9 Keuskupan seperti Maumere, Medan, Makasar, Manado, Semarang, Bandung, Surabaya, Sibolga dan Palembang. Kegiatan diadakan di Wisma Puskat/Balai Budaya Sinduharjo, Yogyakarta.

Yang menarik, selama pelatihan para peserta bergantian memfasilitasi pelatihan. Selepas selesai mendapatkan materi, peserta yang mendapatkan giliran fasilitasi keesokan hari, berembuk guna mempersiapkan materi esok hari.

‘Wah tak bisa tidur semalaman saya. Kalau memimpin Sekolah Minggu sih sering, tapi kalau fasilitasi pelatihan, ini pengalaman pertama saya. Tapi saya coba. Ya harus bisa,’ tutur Martina Ela atau akrab dipanggil Kak Tina, peserta dari Caritas Makasar.

Belajar dari Komunitas
Dua hari diantaranya, peserta mendapatkan kesempatan studi lapangan ke komunitas dampingan Karina KAS di Sragen. Selama studi lapangan peserta berbagi pengalaman dengan Relawan Posko Wilayah & Paroki St. Maria de Fatima, Sragen.

Di hari pertama, peserta disambut oleh keluarga besar Paroki St. Maria de Fatima. Diawali dengan bernyanyi dan berjoget bersama sembari melepas penat setelah melakukan perjalanan tiga jam lamanya. Dalam kesempatan ini hadir Romo Paroki, Dewan Paroki, Ketua Posko, Tim Relawan, Karina KAS, Karina KWI dan umat.

Para peserta pelatihan mendapatkan penjelasan singkat mengenai penanganan bencana banjir yang sudah dua kali melanda Sragen dan bagaimana Karina Posko Sragen melakukan upaya penanganan dengan bekerja bersama berbagai pihak.

Sebuah upaya pencegahan pun sudah digalang umat. Umat Paroki Sragen menyisihkan uang untuk kolekte yang secara khusus diperuntukkan sebagai dana siap siaga. Sehingga sewaktu-waktu ada bencana, dana ini dapat dipergunakan. Uang kolekte ini dikumpulkan di Lingkungan atau Stasi masing-masing.

Mereka juga mendatangi Desa Pandak, Kec Sidoharjo untuk memahami benar kondisi lapangan. Para peserta berkesempatan bertemu dan berdialog dengan Perangkat Desa, Relawan Posko Tenggak dan masyarakat. Ibu Kepala Desa menjelaskan bahwa Desa Pandak mendapatkan bantuan berupa biaya pembuatan perahu dari Karina. Bantuan tersebut tidak besar, namun membuahkan hasil yang besar. Dari stimulus satu perahu, kini berkembang menjadi empat perahu; hasil swadaya masyarakat dan bantuan dari pemerintah kabupaten setempat.

Selain bantuan perahu, masyarakat Desa Pandak juga mendapatkan beberapa bantuan lain dari Karina. ‘Saya dulu menerima kompor, wajan dan alat pertanian. Pokoke komplit. Bantuan Karina tidak membedakan agama, semua kami terima dengan senang hati,’ tutur Bu Umi.

Dari kesempatan belajar bersama komunitas itu, peserta bisa mendapatkan pengalaman dan informasi yang berguna dalam kerja-kerja mereka di keuskupan masing-masing.

‘Kami sempat dua kali melakukan penanganan bencana; banjir dan gempa. Setelah assesmen (pendataan) kami lalu melakukan distribusi. Setelah ikut pelatihan ini, dapat pengalaman dari teman lain yang ternyata menangani bencana tidak hanya distribusi bantuan saja,’ jelas Lucky Rorong dari Caritas Manado.

Harapan kedepan, Pelatihan Dasar semacam ini akan diberikan kepada seluruh Keuskupan agar memiliki kesamaan informasi dan pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan, serta dapat mengembangkan dalam komunitas di wilayah masing-masing.

‘Kami masih berproses. Dari pengalaman yang kami dapat selama pelatihan ini, bisa jadi bekal di wilayah kerja kami. Kami pun akan berbagi lagi dan berproses lagi di daerah,’ kata Jeanet Mandagi.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta