Rencana Kontijensi: Kesiapsiagaan itu Penting – Caritas Indonesia – KARINA

Rencana Kontijensi: Kesiapsiagaan itu Penting

01/06/2016

Bencana alam dapat terjadi di mana dan kapan saja, dengan disertai tanda-tanda sebelumnya atau tidak sama sekali. Maka dari itu, sekecil apapun kesiapsiagaan yang kita lakukan dapat memperbesar peluang untuk selamat dari bencana alam1.

Salah satu bentuk kesiapsiagaan yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali ancaman, membuat rencana pencegahan dan mengurangi resikonya. Kejadian bencana akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa bencana dapat menimpa siapa saja dan maka dari itu semua orang perlu bersiapsiaga2.

Bagi Yayasan KARINA, salah satu upaya untuk mengurangi resiko bencana yang mungkin terjadi adalah dengan membuat rencana kontijensi. Rencana ini dibuat untuk melihat sejauh mana lembaga memiliki kesiapan dan kapasitas apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam dan bagaimana lembaga akan merespon kejadian tersebut.

Para peserta workshop melakukan diskusi pleno tentang hasil analisis kerentanan dan kapasitas lembaga (Foto: Martin Dody K).
Para peserta workshop melakukan diskusi pleno tentang hasil analisis kerentanan dan kapasitas lembaga (Foto: Martin Dody K).

 

Rencana kontijensi KARINA tersebut disusun dalam sebuah kegiatan workshop yang diikuti oleh direktur, para staf, dan pengurus yayasan di Wisma Doa St. Maria Guadalupe, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 2-4 Mei 2016, dan difasilitasi oleh Bapak Antonius Agus Haryanta, Ketua API-PRB DKI Jakarta.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memahami fungsi rencana kontijensi bencana sesuai dengan mandat utama Yayasan KARINA dan lingkup kegiatannya. Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kapasitas lembaga yang dapat digunakan secara maksimal dalam situasi tanggap darurat, baik di dalam maupun di luar wilayah DKI Jakarta. Selain itu, dari pertemuan ini para peserta diharapkan mampu menyusun rencana kontijensi serta mengintegrasikannya ke dalam program-program yang ada saat ini maupun penyusunan rencana program ke depan.

Kegiatan workshop dibuka dengan simulasi sederhana tentang situasi kebencanaan dan responnya. Kemudian Romo Adrianus Suyadi, SJ, Direktur Eksekutif KARINA, menyampaikan kembali mandat utama KARINA dan kaitannya dengan rencana kontijensi kebencanaan yang akan dibuat. Pak Anton melanjutkan proses dengan penjelasan tentang rencana kontijensi di tingkat pemerintah beserta mekanismenya. Pada hari pertama hingga terakhir, para peserta melakukan kerja kelompok untuk mengidentifikasi kapasitas dan kerentanan lembaga. Kemudian Pak Anton membimbing para peserta untuk mengidentifikasi gugus-gugus tugas yang bisa dimasuki oleh KARINA berdasarkan analisis kapasitas dan kerentanan yang sudah dilakukan.

Romo Adrianus Suyadi, SJ dan Bapak Antonius Agus Haryanta memberi materi pembuka pada hari pertama workshop (Foto: Y. Baskoro).
Romo Adrianus Suyadi, SJ dan Bapak Antonius Agus Haryanta memberi materi pembuka pada hari pertama workshop (Foto: Y. Baskoro).

 

Pada hari terakhir para peserta pertemuan menyiapkan dokumen rencana kontijensi berdasarkan input yang sudah diberikan dalam kerja kelompok. Dokumen-dokumen ini kemudian akan diolah oleh tim kecil yang bertugas memformulasikan draft rencana kontijensi KARINA untuk bencana alam. Setelah mendapat masukan dan perbaikan dari para peserta pertemuan, draft tersebut kemudian akan disahkan menjadi rencana kontijensi Yayasan KARINA. Harapannya, dokumen tersebut dapat menjadi guideline atas kegiatan respon bencana yang sesuai dengan SOP Tanggap Darurat yang sudah dibuat oleh KARINA dan Caritas-caritas Keuskupan di Indonesia.

Dokumen rencana kontijensi yang disusun oleh KARINA ini adalah sebuah upaya untuk menjadikan setiap orang yang bekerja di lembaga ini menjadi lebih siap dalam menghadapi bencana. Dokumen ini akan terus dikembangkan berdasarkan konsep ancaman, kapasitas dan kebutuhan yang dimiliki oleh KARINA. Lebih jauh lagi, para staf juga dituntun untuk memahami proses pembuatan rencana kontijensi ini dan membagikan pengalamannya kepada jaringan Caritas Keuskupan yang ada di Indonesia. Sehingga, teman-teman di tingkat keuskupan juga mempunyai kapasitas dan pengetahuan untuk merencanakan kegiatan kesiapsiagaan sesuai dengan konteks mereka. â–ª YB

 

Referensi:

  1. Contingency Planning for Natural Disaster, UNICEF, 2000, hlm. 1.
  2. Lee Witt, James, The Importance of Emergency Contingency Plans, 7 Agustus 2013, dari http://www.emergencymgmt.com/disaster/Emergency-Contingency-Plans-Opinion.html

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta