Rekoleksi KARINA: Menghidupi Semangat Pelayanan – Caritas Indonesia – KARINA

Rekoleksi KARINA: Menghidupi Semangat Pelayanan

17/05/2016

Pada tanggal 29 Maret – 1 April kemarin, Yayasan KARINA mengadakan rekoleksi untuk staf dan pengurus yayasan. Rekoleksi dilakukan di wisma dan taman bermain Matahari, di Cilember, Cisarua, Bogor. Kegiatan rekoleksi ini dibimbing oleh Pastor Yosef Yuwono, OFM.Cap, yang memberikan materi rekoleksi sekaligus bimbingan dalam diskusi dan refleksi. Tujuan dari rekoleksi ini adalah untuk mendapatkan penyegaran dan peneguhan atas karya pelayanan KARINA dilakukan oleh para staf dan pengurus, melalui pengenalan relasi dengan diri sendiri, dengan orang lain (tim KARINA) dan dengan Tuhan. Hal ini diperlukan supaya seluruh personil yang ada di KARINA tidak terjebak oleh rutinitas dan aktivisme pekerjaan sehari-hari, serta mengesampingkan nilai-nilai spiritual yang melandasinya.

Pastor Yosep menjelaskan bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai tiga elemen kecerdasan, yaitu rasional (IQ: pikiran, how I think), emosional (EQ: perasaan, how I feel) dan spiritual (SQ: tindakan, how I behave). Dengan menggunakan pikiran, kita dapat memisahkan mana yang benar dan yang salah. Dengan menggunakan perasaan, kita dapat mengungkapkan kebahagiaan dan kesedihan kita. Kedua elemen kecerdasan itu menjadi dasar untuk kita menentukan tindakan kita. Tingkat kecerdasan emosi dan spiritual manusia masih bisa dikembangkan sesuai dengan pengalaman hidup yang dialami. Kedua elemen ini saling mendukung satu dengan yang lain untuk berkembang sesuai dengan kemampuan manusia dalam memaknai hidup.

Suasana rekoleksi di ruangan terbuka. (Foto: Y. Baskoro)
Suasana rekoleksi di ruangan terbuka. (Foto: Y. Baskoro)

 

Selain itu, sempat disinggung juga pada awal pertemuan rekoleksi tentang ‘wellbeing at work’ yang disampaikan oleh Romo Adrianus Suyadi, SJ, Direktur Eksekutif Yayasan KARINA. Pada bagian ini para peserta diajak untuk melihat kembali apa peran kita semua di KARINA. Apakah kita di KARINA hanya mencari pekerjaan, ataukah untuk mencari karir, ataukah karena sebuah panggilan? Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini kemudian dikaitkan dengan Ensiklik Deus Caritas Est dan bacaan-bacaan dari Injil yang terkait dengan pokok bahasan ini. Dari situ kita bisa memahami bahwa ‘wellbeing at work’ itu bisa diwujudkan apabila kita bisa menemukan kebahagiaan dan makna hidup dalam pekerjaan kita. Seperti pepatah Jawa mengatakan, ‘urip kuwi kudu urup’, yaitu hidup itu hendaknya bermanfaat dan bermakna bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Pada hari terakhir rekoleksi, para peserta diberi kesempatan untuk menikmati pesona alam taman wisata yang masih hijau dan asri. Para staf menyusuri sungai yang masih bersih dan menghirup udara pagi yang masih segar. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan semua kepenatan yang dirasakan selama menjalani pekerjaan kepada gemericik air di sungai, gesekan dedaunan dan bisingnya suara burung yang bersahut-sahutan di sana. Sebagian yang lain, melepaskan kepenatannya di arena bermain yang tersedia di taman wisata tersebut. Walaupun hanya tiga hari, kegiatan rekoleksi ini cukup menjadi sumber semangat baru bagi seluruh personil KARINA untuk melanjutkan karya-karya pelayanannya. Ibarat sebuah handphone, kami semua baru saja dicharge secara penuh dan siap bekerja kembali. Carpe diem! YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta