Rekoleksi dan Jalan Salib Ekologi – Caritas Indonesia – KARINA

Rekoleksi dan Jalan Salib Ekologi

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaBertepatan dengan hari libur nasional Nyepi, umat paroki Nangahure mengikuti rekoleksi bertempat di Gereja St. Maria Magdalena, Nangahure pada hari Jumat, 23 Maret 2012. Rekoleksi dengan tema lingkungan dimulai jam 9.00 pagi tersebut dibimbing oleh P. Dr. John Mansford Prior SVD, dari Candraditya Research Centre, Maumere dan berakhir jam 12.30.

Nangahure adalah sebuah paroki yang terletak di pesisir utara Flores, 8 kilometer ke arah barat dari kota Maumere. Ini adalah kantong wilayah yang sangat kering pada musim panas. Daerah ini juga merupakan sentra penghasil batu merah. Dan untuk membakar batu merah tentu saja warga memerlukan kayu bakar dalam jumlah yang tidak kecil. Untuk itu, banyak pohon ditebang.

Karina - Caritas IndonesiaPater Damian Sepo CP, Pastor Paroki Nangahure, dalam imbauan dan surat undangan rekoleksi yang ditujukan kepada para guru, pegawai, Dewan Pastoral Paroki, Santa Anna, dan OMK mengatakan bahwa hari libur Nyepi mesti diisi dengan kegiatan ‘nyepi’ bagi umat katolik yang sedang mempersiapkan diri merayakan pesta Paskah.

Pelaksanaan rekoleksi ini merupakan kerja sama paroki St. Maria Magdalena Nangahure dengan Caritas Keuskupan Maumere sebagai persiapan perayaan Paskah sekaligus sebagai arahan bagi pengurus Dewan Pastoral Paroki, guru-guru, dan pegawai dalam menindaklanjuti program pelestarian lingkungan berbasis komuinitas paroki dan komunitas sekolah.

Hadir pada kesempatan rekoleski itu, 195 warga paroki Nangahure dari pelbagai unsur DPP (Dewan Pastoral Paroki), Pengurus Stasi, Pengurus Lingkungan, Komunitas Basis Gerejawi,  Santa Anna, OMK, Guru, dan Pegawai) serta para relawan Program Paroki Hijau dan Sekolah Hijau. Ini adalah program kerja sama antara Caritas Maumere dan Caritas Jerman.

Karina - Caritas IndonesiaPastor John Prior dengan gayanya khas dan menantang memberi gambaran tentang lingkungan yang rusak, hubungan yang memberi hidup antara manusia dan lingkungan, tangapan-tanggapan pastoral yang sudah dibuat, dan apa yang terjadi dengan lingkungan di Keuskupan Maumere umumnya.

Para peserta mengungkapkan kegembiraan mereka atas kesempatan yang berharga ini. ‘Rekoleksinya ok banget. Kami semua senang karena dapat menyadarkan semua umat dalam menjaga kelestarian lingkungan,’ ujar Ibu B. D. Susilowati, Ketua Santa Anna Paroki Nangahure.

Pada kesempatan terpisah, bapak Alfons Bauk, kepala SDI (Sekolah Dasar Inpres) Belang mengatakan bahwa paroki harus mengadakan kegiatan rekoleksi seperti ini setiap tahun dan bila perlu sampai ke sekolah-sekolah agar anak-anak menyadari bahaya kerusakan lingkungan serta berminat untuk menjaga kelestariannya demi masa depan mereka.

Dalam sesi diskusi kelompok yang diadakan sesudah pengarahan, para peserta tampak bersemangat memberikan gagasan untuk menjawabi pertanyaan mengapa terjadi kerusakan lingkungan di paroki Nangahure.

Menurut peserta diskusi, kerusakan lingkungan terjadi karena desakan kebutuhan ekonomi. Selain itu pengetahuan dan kesadaran warga pada umumnya mengenai pelestarian lingkungan  sangat minim. Hal ini nyata dalam  perilaku warga. Banyak yang menebang pohon untuk mendapatkan kayu bakar tanpa memperhitukangkan kerusakan lingkungan. Tak sedikit yang membakar padang rerumputan hanya akar ternak mereka mendapatkan makanan ketikan ilalang dan rerumputan tumbuh lagi tanpa memikirkan tentang erosi tanah yang akan terjadi.

Pada akhir rekoleksi para peserta mengadakan Jalan Salib bertemakan lingkungan. Renungan dan doa-doa Jalan Salib disusun oleh Pastor Eman Embu SVD, Kanis Kasih, dan Don Suban dari Caritas Maumere. Bahan-bahan itu merupakan saduran dari The Stations of The Cross with John Paul II, yang dipublikasikan oleh Franciscan Action Network.  

Renungan Jalan Salib Tuhan Yesus didasarkan pada refleksi-refleksi mendiang Paus Yohanes Paulus II tentang lingkungan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Teks-teks Kitab Suci dipilih secara tematis untuk dibacakan dan direnungkan. Tekanan diberikan pada tanggun jawab manusia untuk melestarikan lingkungan, bukan untuk merusakkannya.

Lebih lanjut, gambar-gambar Jalan Salib tradisional dipadukan dengan gambar-gambar seputar lingkungan menggunakan LCD projecetor. Misalnya, gambar Yesus dijatuhi hukuman mati dipadukan dengan gambar hutan dan padang yang dibakar. Gambar Yesus jatuh pertama kalinya, dipadukan dengan gambar kota yang kotor dan disesaki oleh sampah. Sedangkan gambar bunga yang mekar dan alam yang indah dipadukan dengan gambar Yesus yang ditolong oleh Simon dari Kirene.

Paduan yang serasi antara gambar Jalan Salib Tuhan Yesus dan gambar-gambar mengenai lingkungan dan didukung oleh renungan dan doa-doa, benar-benar menghantar para peserta mendalami tema rekoleksi.

‘Jalan Salib seperti ini baru saya alami kali ini dalam hidup saya. Ini lebih menghantar umat menganggapi persoalan konkret yang sedang dihadapi. Tidak sentimental,’ ujar Bapak Pit Rugu, salah satu pengurus DPP Nangahure.

Beliau mengharapkan agar Jalan Salib untuk tahun-tahun berikutnya dapat pula disusun dengan tema-tema yang sesuai misalnya untuk kaum muda, orangtua, dan anak-anak.

Acara rekoleksi dan Jalan Salib ditutup dengan makan bersama pangan lokal. Ubi Palue, pisang dari Wailiti serta ikan asin hasil tangkapan nelayan Patisomba menjadi menu utama untuk dinikmati bersama.(*)

Penulis adalah Relawan Program Paroki Hijau, Paroki Nangahure, Caritas Keuskupan Maumere

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta