Refleksi Tahun Pertama Capable – Caritas Indonesia – KARINA

Refleksi Tahun Pertama Capable

12/10/2017
d0d42916ec453dce-photo-1

Setelah sembilan bulan berjalan, Program Capable yang dilaksanakan oleh KARINA dan CRS Indonesia, melaksanakan refleksi perjalanan progam. Selama ini telah dilaksanakan enam kali pelatihan tentang Standar Sphere dan satu kali pelatihan tentang gender. Dari seluruh proses pelatihan Standar Sphere telah tercatat sebanyak 154 peserta dari empat keuskupan, 48 perempuan dan 106 laki-laki, mengikuti kegiatan ini. Keempat Keuskupan yang terlibat di dalam proses ini adalah Keuskupan Denpasar, Keuskupan Malang, Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Palangkaraya. Pertemuan refleksi ini dilaksanakan di Kantor KARINA pada tanggal 10 Oktober 2017 dan dihadiri oleh Ibu Yenni Suryani, Helmi Hamid, Delfi Anugrah, dan Maria Josephine Wijiastuti dari CRS Indonesia, dan Romo Antonius Banu, Pr, Y. Baskoro, Eva Sitorus, F. Sundoko, Naomi, dan Aryo Saptoaji dari KARINA.

Sebelum acara dimulai, Ibu Yenni Suryani (kiri depan) berbincang dengan Romo Antonius Banu (kanan depan) (Foto: Helmi Hamid).
Sebelum acara dimulai, Ibu Yenni Suryani (kiri depan) berbincang dengan Romo Antonius Banu (kanan depan) (Foto: Helmi Hamid).

Tujuan dari diadakannya Program Capable ini adalah untuk meningkatkan kapasitas keuskupan dalam hal tanggap darurat dan mengembangkan sistem respon yang baik yang dapat digunakan pada situasi darurat di masa mendatang. Selain mengadakan pelatihan Standar Sphere, pada program ini juga ada pelatihan tentang Gender. Pelatihan pertama sudah dilaksanakan di Denpasar pada bulan September lalu dan dihadiri oleh 28 peserta dari empat keuskupan yang sudah disebutkan di atas. Program ini merupakan kelanjutan dari dua program serupa yang pernah dikerjakan oleh CRS Indonesia bersama KARINA sejak tahun 2011. Harapannya program ini akan terus berlanjut agar semakin banyak tenaga relawan di paroki maupun di keuskupan mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam bidang kerja tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan lainnya.

Pak Helmi Hamid, dari CRS Indonesia, menjelaskan cara menggunakan kartu skor (score card) kepada para peserta (Foto: KARINA).

Beberapa rekomendasi kegiatan muncul dari pertemuan tersebut. Antara lain adalah mengelola data relawan yang telah dilatih oleh CRS Indonesia dan KARINA, pendokumentasian kegiatan yang lebih baik yaitu dalam bentuk tulisan, foto, ataupun film, pengadaan feedback mechanism untuk masyarakat dampingan yang menerima program-program dari CRS Indonesia dan KARINA, melakukan replikasi pelatihan di keuskupan-keuskupan lain, dll. Kegiatan refleksi ini ditutup dengan melakukan penilaian antara kedua lembaga yang menggunakan media kartu penilaian (score card). Penilaian ini tidak hanya untuk melihat bagaimana relasi antara kedua lembaga, namun juga untuk menilai bagaimana program-program dijalankan, hasil dari implementasi program dan rekomendasi-rekomendasi atas keberhasilan, kegagalan dan tantangan selama melaksanakan program tsb. ‚óŹ

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta