Peziarahan Baru Petani Teluk Jambe, Karawang – Caritas Indonesia – KARINA

Peziarahan Baru Petani Teluk Jambe, Karawang

08/05/2017
Petani Teluk Jambe mengenang pahlawan mereka di Tugu Tani. Photo@KARINA
Petani Teluk Jambe mengenang pahlawan mereka di Tugu Tani. Photo@KARINA

Bagi petani menanam, merawat tanah, memanen bukan sekedar menyediakan kebutuhan pangan. Lebih dari itu ada relasi dengan yang Illahi, sesama, dan alam semesta. Maka, ketika terjadi perampasan lahan pertanian, bukan sekedar memutus mata pencaharian mereka tetapi lebih dari itu ada juga pemutusan kehidupan fisik maupun spiritual.

Hal ini tergambar jelas dalam perjuangan petani Teluk Jambe, Karawang selama 8 bulan untuk mendapatkan hak hidup mereka sebagai petani. Perjuangan yang tanpa lelah dalam mendapatkan kembali hak-hak mereka lewat penyampaian aspirasi untuk mengais keadilan. Aksi dilakukan di depan Gedung DPR-RI dan hasilnya ada kunjungan anggota DPR RI Komisi II ke Teluk Jambe dan keputusan moratorium untuk PT. Lestari Pertiwi. Namun, putusan moratorium tersebut tidak dihiraukan oleh perusahaan yang terus berkegiatan melakukan perataan  dan pemagaran lahan. Akhirnya para petani mulai tanggal 25 April hingga 1 Mei 2017 melakukan aksi “kubur diri” di depan Istana dan di pintu barat Monumen Nasional, dekat patung kuda. Lihat juga: http://karina.or.id/kita-tidak-diam-untuk-mereka/

Aksi Kubur Diri, 1 Mei di depan pintu Monas. Photo@KARINA
Aksi Kubur Diri, 1 Mei di depan pintu Monas. Photo@KARINA

Wakil Petani Dipanggil Presiden

Akhirnya, sebanyak 10 perwakilan petani dari Teluk Jambe, Karawang, dipanggil menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden pada tanggal 3 Mei 20017. Pertemuan dilakukan secara tertutup. Presiden berjanji akan mengambil solusi untuk petani selama tiga hari. Pada 5 Mei 2017, setelah pertemuan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, keputusannya adalah:

  1. Pemulangan petani Teluk Jambe ke Karawang, Sabtu 6 Mei 2017, kendaraan penjemputan berangkat dari Karawang pukul 08.00 WIB.
  2. Menteri Agraria dan Tata Ruang berjanji dalam waktu seminggu akan mencari lahan penganti, memberikan sertifikat dan penampungan sementara di rumah dinas Bupati Karawang selama proses berlangsung.
  3. Kemensos akan memberikan Rp. 900.000,- per orang per bulan selama proses penyelesaian masalah.
  4. Kemensos menyiapkan jatah hidup selama 30 hari.
  5. Akan ada pertemuan lagi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang dengan petani pada Kamis, 11 Mei 2017.

Keputusan tersebut merupakan awal dari buah perjuangan dalam mengembalikan hak-hak kehidupan petani Teluk Jambe. Selama memperjuangkan hak-hak mereka 200 lebih warga ditampung oleh PP. Muhammadiyah di Posko Al-Maun, bertempat di Masjid Al Isiqomah, Jl. K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pihak Muhammadiyah terus memberikan pendampingan advokasi dan hukum.

Para ibu pamit sambil meneteskan air mata. Photo@KARINA
Para ibu pamit sambil meneteskan air mata. Photo@KARINA

“Sampaikan pamit kami dan terimakasih kepada teman-teman KARINA ya Bu, dan maafkan kami telah merepotkan,” kata seorang ibu petani sambil mengusap air matanya kepada Theresia Kushardini (Dini), staf KARINA. Bapak Budiyono (salah satu perwakilan petani) yang tidak sempat bertemu KARINA, kirim pesan lewat ponsel kepada Dini, “Terimakasih atas bantuannya, kami tentu merindukan teman-teman (KARINA) di Jakarta. Harapan kami, setelah kami nanti ke kampung teman-teman bisa menengok kami ya Bu.”

Napak Tilas Patung Tani

Perjalanan dari Posko Al-Maun ke Tugu Tani. Photo@KARINA
Perjalanan dari Posko Al-Maun ke Tugu Tani. Photo@KARINA

Pada Sabtu, 6 Mei 2017, 200 lebih petani termasuk anak-anak dan ibu-ibu memulai perjalan pulang ke Karawang dengan napak tilas berjalan kaki di Posko Al-Maun, Tanah Abang ke Tugu Tani. Sesampainya di Tugu Tani mereka berjalan mengelilingi taman Tugu Tani lalu berkumpul di bawah Patung Tani untuk mengungkapkan harapan-harapan mereka. Ini mengingatkan akan sosok patung seorang ibu yang mendukung anaknya pergi berperang demi kemerdekaan dan tanah airnya. Patung Tani yang berada di Tugu Tani tersebut menggambarkan bagaimana sang ibu membekali anaknya dengan makanan dan harapan.

Polisi menyeberangkan mereka di Bundaran HI
Polisi menyeberangkan mereka di Bundaran HI

Di tengah perjalanan yang panas oleh terik matahari ada seorang polisi membagikan aqua kepada mereka yang lelah dan kepanasan dalam perjalanan. Puluhan polisi membantu menyeberangkan para petani di Bundaran HI, dari arah Kebon Kacang ke Jl. Imam Bonjol. Di tengah gedung-gedung pencakar langit dan  hiruk-pikuk lalulintas pusat ibukota Jakarta, terlihat pemandangan kontras barisan mengular para petani mengenakan caping. Seolah mau mengingatkan kepada kita akan jasa para petani dalam menyokong kehidupan semua orang, termasuk kehidupan masyarakat perkotaan.

Seorang polisi membagi aqua di tengah perjalanan mereka. Photo@KARINA
Seorang polisi membagi aqua di tengah perjalanan mereka. Photo@KARINA

Mereka memang sudah kembali ke Karawang, namun masih tinggal di tempat penampungan sementara, sampai ada penyelesaian yang permanen. Proses penyelesaian masalah mereka tentu akan terus dipantau dan ditunggu oleh para petani itu sendiri.

Asistensi Kemanusiaan KARINA – Caritas Indonesia

Pendampingan yang dilakukan oleh KARINA – (terulis Caritas KWI) dimulai pada tanggal 20 Maret, ketika mereka evakuasi dari Gedung PP Muhammadiyah Menteng ke Masjid Al Isiqomah, Jl. K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Posko Al Maun). Posko ini dikoordinir oleh Muhammadiyah. KARINA mengisi kesenjangan kebutuhan yang tidak dipenuhi oleh lembaga-lembaga maupun individu lain yang peduli dengan penyintas Teluk Jambe.  Hingga 8 Mei 2017, KARINA telah membelanjakan bahan makanan dan kebersihan pribadi senilai Rp. 69.015.400,-. “KARINA luar biasa membantu petani Teluk Jambe Karawang, mudah-mudah selalu membawa berkah dan selalu konsisten dalam advokasi kemanusiaan, “ pesan Bang Irul MDMC Muhammadiyah.

Untuk intensi ini, KARINA telah menerima sumbangan dari para donatur sebesar Rp. 29.850.000. KARINA mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur berikut ini:

  1. Ibu. Luciana – Paroki Tj. Priuk   Rp.         300.000
  2. Ibu. Hertanti K.                             Rp.      5.000.000
  3. Paroki St. Monika – BSD             Rp.      5.000.000
  4. Ibu. Wafida D.                                Rp.      5.000.000
  5. Ibu. Dorothea N.                           Rp.         250.000
  6. Ibu. Gabriel S.                                Rp.      1.000.000
  7. Bpk. Hendrikus Hendra G.         Rp.      2.000.000
  8. Ibu. Margareta Ibnurini              Rp.         100.000
  9. Ibu. Ursula                                       Rp.         500.000
  10. Ibu. Estiningtijastuti                    Rp.      2.000.000
  11. Ibu. Hera Lestari M.                      Rp.         200.000
  12. NN/Setoran Tunai                         Rp.         500.000
  13. Bpk. Paulus Iwo                             Rp.      1.000.000
  14. Ibu. Lucy Handayani                    Rp.      2.000.000
  15. Ibu. Ira Indra Sari S.                       Rp.     5.000.000

            Total                                                  Rp.   29.850.000

Catatan:

Kami mohon maaf kalau ada penulisan yang kurang tepat. Kami dengan senang hati menerima masukan dan komentar, mohon disampaikan lewat e-mail kami info@karina.or.id

Caritas KWI (KARINA) dan jaringan yang mendukung. Photo@KARINA
Caritas KWI (KARINA) dan jaringan yang mendukung. Photo@KARINA

Kita semua berharap agar janji Bapak Presiden diimplementasikan dengan sebaik-baiknya oleh bawahan-bawahannya. Sehingga mereka bisa tenang memulai hidup kembali. Anak-anak mereka bisa kembali menikmati keceriaan di bangku sekolah setelah hampir setahun putus sekolah dan terkatung-katung. Sungguh perjalanan peziarahan hidup yang membuat para ibu banyak yang meneteskan air mata. Tetap semangat ibu-ibu, anak-anak, bapak-bapak warga petani Teluk Jambe! Semoga bisa mendapatkan kembali tanah dan tempat tinggalmu. Karena kepadamulah kami menggantungkan hidup kami. Pun kalau kami kaya raya bergelimang harta, namun tanpa kamu-kamu semua kami mati kelaparan. *** (DN & AS)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta