Pertama di NTT, RPDAST terintegrasi dengan RPJMDes – Caritas Indonesia – KARINA

Pertama di NTT, RPDAST terintegrasi dengan RPJMDes

20/02/2018
LAPORAN   LOKAKARYA

KARINA Yogyakarta melalui program Partners for Resilience – Strategic Partnership telah berhasil memasukkan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (RPDAST) Dagesime-Magepanda ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) di tujuh desa di DAS Dagesime Magepanda di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program Penguatan Pengelolaan DAS Dagesime-Magepanda diimplementasikan oleh Caritas Keuskupan Maumere (CKM) untuk meningkatkan ketahanan masyarakat yang tinggal di DAS Dagesime Magepanda dari hulu ke hilir.

Sejak 2016, KARINA Yogyakarta bersama pemangku kepentingan dari pemerintah Kabupaten Sikka dan pemerintah desa, pemerintah Provinsi NTT yaitu Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan pemerintah pusat yaitu Balai Pengelolaan DAS, dan Forum DAS NTT, mendiskusikan draf RPDAST Dagisime Magepanda untuk selanjutnya dijadikan rujukan bagi pemerintah desa di tujuh desa sebagai dasar untuk penyusunan RPJMDes dan RKPDes.

Advokasi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018, tentang pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan konservasi lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Secara tidak langsung, peraturan ini menyatakan bahwa setiap desa harus dapat melestarikan lingkungan, termasuk di dalamnya mengelola aliran sungai untuk mengurangi risiko bencana. Bencana yang dapat terjadi jika mengabaikan peraturan ini misalnya; banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Proses integrasi RPDAST ke RPJMDesa dan RKPDesa telah difasilitasi oleh CKM selama bulan September 2017 – November 2017. Dari proses ini menghasilkan perubahan penting dalam RPJMDesa di tiga desa – Done, Magepanda, dan Kolisia B. Perubahan ini juga terdapat di RKPDesa Tahun 2018 di empat desa – Reroroja, Gera, Liakutu dan Parabubu. Sebelumnya, tidak ada program terkait dengan pengelolaan daerah aliran sungai dalam RKPDesa tahun 2015-2017. Saat ini, beberapa aktivitas yang terkait dengan pengelolaan daerah aliran sungai telah dimasukkan dalam draf RKPDesa Tahun 2018, misalnya penyediaan sumur resapan, pembuatan terasering, penghijauan dan beberapa kegiatan lain yang bertujuan untuk melindungi sumber mata air.

Integrasi RPDAST ke dalam RPJMDes ini pertama kalinya dilakukan di NTT dan para pemangku kepentingan di tujuh desa DAS Dagesime-Magepanda telah menunjukkan komitmen mereka untuk melaksanakan pengelolaan daerah aliran sungai. Masyarakat mendukung penuh pemerintah desa, karena mereka mengalami kekurangan sumber mata air di desa pada musim kemarau. Selain itu, kepala desa juga memperhatikan pengelolaannya, yang juga menjadi salah satu misi mereka dalam pengembangan desa. Atas dasar-dasar inilah, pemerintah desa dapat mengintegrasikan RPDAST dalam rancangan pembangunan desa.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membuat perubahan dalam 6 tahun ke depan sesuai dengan periode RPJMDesa. Sebesar 67% dana desa Kolisia B dan 70% dana desa Magepanda telah dialokasikan untuk mengimplementasikan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan daerah aliran sungai.

“Kami berharap setelah (RPJMDes) diresmikan dan diimplementasikan, masyarakat akan mendapat cukup air di musim kemarau, dan tidak terjadi banjir lagi di musim hujan,” kata Marta Sero, Sekretaris Desa Kolisia B.

Program Penguatan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dagesime-Magepanda diimplementasikan oleh Caritas Keuskupan Maumere (CKM) sejak tahun 2016. Saat ini, ada program tindak lanjut dari program Partners for Resilience I (PfR I) yang dilaksanakan di awal tahun 2011-2015. Program PfR I menghasilkan dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Dagesime-Magepanda. Program ini berfokus pada memperkuat pengelolaan DAS Dagesime-Magepanda. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membangun ketahanan masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Dagesime-Magepanda dari hulu ke hilir. Program ini dilaksanakan di tujuh desa dan melibatkan 17 kelompok masyarakat. Program ini kemudian didukung oleh Partners for Resilience-Strategic Partnership yang dimulai pada akhir 2016. Program ini untuk memastikan Manajemen Risiko Terpadu (Integrated Risk Management – IRM) digunakan dalam Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Dagesime-Magepanda untuk diimplementasikan lebih lanjut dalam pembangunan di tujuh (7) desa di DAS dan selanjutnya mempengaruhi pemerintah kabupaten Sikka, provinsi NTT dan pemerintah nasional untuk memastikan pelaksanaan rencana pengelolaan DAS masuk ke dalam rencana dan pelaksanaan pembangunan. Pada tahap ini, KARINA juga akan mendukung pemerintah Indonesia untuk membuat rencana pengelolaan DAS Internasional di DAS Talau-Loes yang mencakup wilayah pemerintahan Indonesia dan Timor Leste.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta