Pentingnya Pemetaan Partisipatif di Kabupaten Sikka – Caritas Indonesia – KARINA

Pentingnya Pemetaan Partisipatif di Kabupaten Sikka

24/07/2018
DSC01246-1

Konsultasi publik untuk pemetaan partisipatif kawasan daerah aliran sungai (DAS) Dagesime-Magepanda dan DAS Ria Wajo di Maumere, Kabupaten Sikka baru saja dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2018. Kegiatan pemetaan ini dilaksanakan oleh dua mitra KARINA KWI yaitu Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia (POI) dan Caritas-PSE Keuskupan Maumere (CKM) sejak awal bulan Juli 2018 ini di dua kawasan daerah aliran sungai tersebut.

Sejak Oktober 2017, KARINA KWI melalui CKM telah melanjutkan program Penguatan Tata Kelola DAS Dagesime-Magepanda Terpadu di beberapa wilayah DAS Dagesime-Magepanda. Salah satu kegiatan programnya adalah penguatan pemetaan partisipatif melalui Open Street Map (OSM) untuk mendukung adanya tata kelola informasi yang partisipatif dan yang lebih baik di wilayah DAS.

Tata kelola informasi yang baik sangat penting untuk sebuah desa. Sebab, ketiadaan data kondisi awal tentang desa dalam perspektif DAS akan menyulitkan para pengambil keputusan untuk menentukan kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana dan rencana-rencana pembangunan di kawasan DAS tersebut.

“Pengumpulan baseline dan basemap ini sangat penting supaya data-data dapat dihitung dan dimengerti. Sekaligus untuk mengontrol dan meningkatkan detail peta desa. Misalnya jika di peta belum ada peta mata air, maka perlu dipetakan atau ditambahkan. Sehingga masyarakat dan pemerintah dapat memahami kondisi awal desa dan apa yang perlu ditingkatkan untuk ketangguhan masyarakat dan mengurangi risiko bencananya,” terang Yantisa Akhadi, Manajer Program POI.

Yantisa melanjutkan, “Dalam proses ini perlu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat dan juga warga desa agar data-data yang telah dikumpulkan dapat langsung diverifikasi.”

Salah seorang peserta menjelaskan tentang manfaat dari pemetaan partisipatif (Foto: Istimewa).
Salah seorang peserta menjelaskan tentang manfaat dari pemetaan partisipatif (Foto: Arfiana Khairunnisa).

Agustinus Roy, Sekretaris Desa Paga, yang juga salah satu peserta pengumpulan data dalam kegiatan ini merasa sangat terbantu dengan adanya pemetaan partisipatif ini. “Sebelumnya belum pernah ada kegiatan pemetaan seperti ini, hanya ada peta desa administratif saja. Dengan adanya kegiatan seperti ini, potensi bencana di desa menjadi terpetakan dengan baik,” katanya.

Menurut Agustinus, Desa Paga saat ini terkenal dengan kekeringan. Lebih jauh lagi, warga setempat belum mampu mendeteksi sumber-sumber mata air yang ada. Pemetaan partisipatif ini membantu warga untuk mengetahui di mana posisi sumber mata air yang ada di Desa Paga. “Jadi saat terjadi musim kering, kami tidak lagi kesulitan air karena OPD terkait cepat melakukan tindakan penanggulangan dengan menambahkan sumber air,” terangnya.

Dalam program ini, selain melihat pentingnya penguatan dan peningkatan pemetaan partisipatif DAS dengan menggunakan OSM, juga memberikan landasan dan kerangka regulasi untuk mendorong RPDAST bisa masuk ke dalam RPJMD di Kabupaten Sikka. Penguatan pemetaan partisipatif ini diyakini akan memberikan bukti manfaat yang konkrit dalam hal tata kelola informasi dan penyusunan database kawasan DAS yang bisa digunakan sebagai materi diskusi kebijakan di tingkat Kabupaten Sikka. ● Arfiana Khairunnisa

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta